Spesialis: HIV Dapat Berdampak pada Sistem Saraf

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dokter spesialis saraf RSUP Fatmawati Arfan Mappalilu mengatakan bahwa HIV dapat berdampak pada sistem saraf penderitanya atau dikenal dengan istilah neuro HIV. Salah satu gejalanya adalah sering merasakan kebas.

"Jarang yang mengetahui kadang-kadang terkena sistem saraf, baik sistem saraf pusat maupun sistem saraf perifer," ujar Arfan dalam diskusi virtual Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan yang diikuti dari Jakarta, beberapa waktu lalu.

Arfan menjelaskan, yang dimaksud neuro HIV ialah adanya keterlibatan sistem saraf sebagai dampak infeksi HIV, baik sistem saraf pusat atau otak maupun tulang belakang dan sistem saraf perifer seperti yang ada di lengan.

"Ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh sampai dengan timbulnya gejala dari penyakit yang dikenal sebagai AIDS bisa memerlukan waktu lima hingga 10 tahun," katanya.

 Menurut dia, gejala HIV memiliki berbagai macam. Paling banyak menyerang sistem organ di luar saraf.

"Namun, tidak jarang juga menyerang sistem saraf terutama otak," jelas Arfan.

Andaikan sudah sampai ke otak ini bukan virus HIV langsung yang menyerang otak. Akan tetapi , kondisi tubuh yang daya tahan tubuhnya sudah minimal membuat kuman-kuman masuk, baik virus, bakteri, maupun jamur yang dapat juga menyerang otak.

Arfan mengatakan yang paling banyak ditemukan adalah kuman TB dan toksoplasma. Dalam jumlah sedikit terdapat pula yang terinfeksi jamur dan herpes simplex virus (HSV).

Arfan menyebut, gejala AIDS yang menyerang sistem saraf seperti sering mengalami kesemutan dan kebas. Ada juga pasien yang sudah merasakan gangguan pada sistem kognitif.

"Kalau gejala-gejala ringan seperti ini seringkali pada awal-awal diabaikan oleh penderitanya," kata dia.hlt/hiv

Berita Terbaru

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Dinas Kesehatan,…