143 Keluarga Balita Stunting Terima BLT DBHCHT

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemkab Mojokerto melalui Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sedikitnya 143 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki balita stunting kali ini menerima bantuan senilai 1,2 juta.

143 keluarga penerima BLT DBHCHT dengan bayi stunting itu dipilih dari 10 kecamatan, yakni dari KPM Kecamatan Mojoanyar, Bangsal, Puri, Kutorejo, Dlanggu, Pacet, Trawas, Mojosari, Pungging, Ngoro. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ikfina juga memberikan edukasi kepada para KPM terkait pencegahan dan penanganan stunting.

Ikfina mengatakan, kasus stunting pada anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia. Hal itu terjadi karena balita mengalami kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sehingga mengalami gagal tumbuh.

"Gagal tumbuh ini merupakan kondisi tubuh anak yang tidak dapat menerima atau memanfaatkan kalori untuk menambah berat badan. Sehingga kondisi tersebut membuat pertumbuhan anak tertinggal dari standar anak pada umumnya," jelas Ikfina, dalam kegiatan penyerahan BLT DBHCHT di Pendapa Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Minggu (11/12) pagi.

Untuk mengantisipasi hal itu, Ikfina meminta para orang tua untuk memenuhi indikator kecukupan gizi bagi anaknya. Salah satunya dengan memompa berat badan anak melalui makanan yang bergizi. Menurut Ikfina pemenuhan gizi ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak sebelum berusia 6 tahun.

"Kalau anak kita ingin pintar itu prosesnya hanya bisa dilakukan sebelum usia 6 tahun. Di masa itu otak itu nanti yang membuat anak-anak ini bisa cerdas dan pintar dalam menyerap segala hal yang diajarkan baik orang tua maupun guru sekolah," katanya.

Tak hanya itu, agar otak anak-anak ini bisa bertumbuh dan berkembang secara maksimal, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga meminta para orang tua untuk memberikan stimulasi atau kasih sayang kepada anaknya.

"Jadi anak- anak tidak boleh dimarahi maupun ditekan. Karena ketika anak itu bahagia, anak tidak sedih dan tidak tertekan maka perkembangan dan pertumbuhan otak bisa bekerja secara maksimal," tandasnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto itu juga meminta para kepala Puskesmas dan bidan di wilayahnya untuk memantau perkembangan berat badan anak-anak setiap bulannya.

"Mulai bulan depan harus ada perubahan. Jadi nanti grafik timbangannya harus naik," ujarnya.

Terkait penggunaan BLT ini, Bupati Ikfina berpesan kepada penerima agar digunakan untuk mencukupi kebutuhan gizi dan vitamin anak.

"Silahkan uangnya bisa digunakan untuk belanja kebutuhan anaknya, beli telur, sayur, beli vitamin dan makan-makanan yang kaya gizi lainnya” pesannya.

Ikfina juga menegaskan, bansos ini tidak ada biaya potongan sepeser pun. Ia meminta para penerima untuk mengecek jumlah uang yang diterima itu di tempat.

“Tolong dicek, wajib di cek di sini, jangan sampai ketlisut, pastikan jumlahnya 2,1 juta. Karena bansos ini tidak ada potongan sepeser pun,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto mengatakan, BLT DBHCHT disalurkan kepada 5.054 KPM yang berlangsung tujuh bulan.

Penerima BLT tersebut terdiri dari, buruh pabrik rokok, baik produksi dan nonproduksi, buruh tani tembakau dan KPM masyarakat miskin dan rentan yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tetapi belum mendapatkan bansos dari pemerintah. Baik yang bersumber dari PKH, Program Sembako, atau BPNT di tahun ini.

''Jadi, nilainya tiap bulannya per KPM bisa jatah Rp 300 ribu. Sehingga total, selama tujuh bulan per KPM mendapat Rp 2,1 juta,'' pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraih apresiasi Mandaya Awards 2026, atas kiprahnya dalam…

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…