Jokowi Targetkan Nasabah PNM Mekaar Capai 20 Juta di 2024

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Jokowi saat meninjau nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Presiden Jokowi saat meninjau nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meyakini kuatnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kunci utama untuk menghadapi krisis dan resesi global yang menghantui pada 2023. Salah satunya melalui Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).

Maka dari itu, Jokowi  mendorong PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untyuk terus berupaya meningkatkan nasabah progam Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau PNM Mekaar.

Jokowi mengatakan PNM Mekaar menghasilkan pertumbuhan nasabah yang cukup pesat, di mana pada 2016 nasabahnya sekitar 500.000 orang, tetapi sudah mencapai 13,5 juta orang per Desember 2022.

"Saya minggu lalu berbicara dengan Dirut PNM Mekaar, yang pinjamannya Rp 1 juta, Rp 2 juta, Rp 3 juta dan Rp 5 juta. Yang waktu kita mulai di 2016 itu nasabah baru 500 ribu, hari ini sudah mencapai 13,5 juta orang," kata Jokowi, Senin (19/12/2022).

Adapun Jokowi menargetkan nasabah PNM Mekaar bisa tembus mencapai 20 juta orang pada 2024.

"Jangan sampai ada pendapat yang mengatakan pemerintah tidak perhatian kepada mikro yang kecil-kecil dari 500 ribu [nasabah di awal], sekarang sudah 13,5 juta. Target saya untuk masuk ke 2024 mencapai di atas 20 juta," ujarnya.

Jokowi yakin dari 13,5 juta nasabah PNM Mekaar saat ini akan ada ratusan ribu UMKM yang dapat naik kelas setiap tahunnya.

Selain itu, Jokowi mengaku bahwa untuk mendorong UMKM melakukan pinjaman KUR ke perbankan memang harus secara bertahap dengan melalui PNM Mekaar. Pasalnya, diharapkan setiap pelaku usaha dapat lebih matang untuk memperbesar bisnisnya.

"Memang jenjangnya seperti itu, jangan sampai kita usahanya jualan gorengan pinjamannya dipinjemi Rp 100 juta malah jadi barang-barang konsumtif yang tidak menjadi produktif. Ini lah jenjang-jenjang yang harus dilalui," jelasnya.

Lebih lanjut, Jokowi menambahkan, mayoritas nasabah di PNM Mekaar hampir 90 persen lebih merupakan UMKM yang dikelola oleh ibu rumah tangga, di mana mereka menggunakan pinjaman untuk kebutuhan usaha produktif.

“Kebanyakan ibu-ibu penerimanya. Dipakai untuk apa? Jualan gorengan, jualan mie, jualan di pasar. Ada yang warung di kampung, di desanya, seperti inilah yangg ingin kita gerakan,” tuturnya.

Di samping itu, Jokowi juga terus mendorong UMKM agar melakukan pinjaman melalui kredit usaha rakyat (KUR) ke perbankan untuk meningkatkan usahanya.

"Kalau sudah bisa masuk ke PNM Mekaar lulus dari situ bagus masuk ke KUR artinya nanti di dorong ke BRI didorong ke BNI agar plafon kredit bisa lebih besar," ungkapnya. jk

Berita Terbaru

PLN UIT JBM Gali Potensi Kerja Sama dan Sinergi dengan Pelanggan Tegangan Tinggi di Gresik

PLN UIT JBM Gali Potensi Kerja Sama dan Sinergi dengan Pelanggan Tegangan Tinggi di Gresik

Kamis, 24 Sep 2026 14:07 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 14:07 WIB

SurabayaPagi, Gresik — Dalam upaya memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus menjaga keandalan sistem penyaluran tenaga listrik, PLN Unit Induk Transmisi J…

Peringati HUT Ke 81, PT KAI Daop 7 Madiun Obral Diskon hingga 19 Persen

Peringati HUT Ke 81, PT KAI Daop 7 Madiun Obral Diskon hingga 19 Persen

Kamis, 24 Sep 2026 13:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 13:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menghadirkan penawaran spesial, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)…

Laporan Dihentikan, Selisih Tanah Tak Terjawab: Ke Mana Korban Harus Mengadu?

Laporan Dihentikan, Selisih Tanah Tak Terjawab: Ke Mana Korban Harus Mengadu?

Kamis, 24 Sep 2026 13:50 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 13:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Persoalan tanah kavling yang dialami Hari Mulyanto (52), warga Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menyisakan p…

Dinilai Tak Disiplin, Pemkab Pamekasan Tak Perpanjang Kontrak 18 PPPK Paruh Waktu

Dinilai Tak Disiplin, Pemkab Pamekasan Tak Perpanjang Kontrak 18 PPPK Paruh Waktu

Kamis, 24 Sep 2026 13:32 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 13:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Berdasarkan hasil evaluasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mengeluarkan kebijakan tidak memperpanjang kontrak 18…

Lewat Pembinaan PRD, Madiun Optimalkan Pendataan Penduduk Non-Permanen

Lewat Pembinaan PRD, Madiun Optimalkan Pendataan Penduduk Non-Permanen

Kamis, 24 Sep 2026 13:24 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mengoptimalkan pendataan dan pendaftaran penduduk non-permanen di wilayah setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tengah…

Tutup Celah Kasus Korupsi, Pemkot Malang Perketat Mekanisme Pengawasan Regulasi

Tutup Celah Kasus Korupsi, Pemkot Malang Perketat Mekanisme Pengawasan Regulasi

Kamis, 24 Sep 2026 13:20 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai bagian dari upaya untuk menutup celah munculnya kasus korupsi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, memperketat mekanisme…