Awas Covid-19 Varian Kraken, Tingkat Penularannya Cepat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan varian Covid-19 Kraken. Varian ini memicu peningkatan kasus karena penularannya yang cepat. Sementara, tingkat rawat inap sejauh ini dilaporkan rendah. Varian ini menjadi tren Covid-19 di banyak negara.

Saat ini, Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.5 atau Kraken sudah terdeteksi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Varian Kraken ini Kemenkes dikhawatirkan menjadi pemicu peningkatan kasus di RI. Varian ini terdeteksi dari warga negara Polandia yang melakukan perjalanan ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

WNA ini sempat bermalam di DKI Jakarta saat tiba di 6 Januari 2023. Temuan Kemenkes yang bersangkutan tidak mengeluhkan gejala Covid-19. Setelah dilakukan genome sequencing, WNA itu dinyatakan positif Covid-19 varian Kraken lima hari setelahnya, pada 11 Januari.

Padahal Covid-19 varian kraken atau disebut Omicron XBB.1.5. disebut memicu peningkatan kasus di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.

 

Dinas Kesehatan Telusuri

Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan tengah melakukan penelusuran kemungkinan jumlah kontak erat COVID-19 varian Kraken.

"Varian Kraken kita amati dia itu penularannya memang cepat, tapi lemah. Artinya, hospitalisasinya nggak tinggi," ujar Budi di Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2023).

"Dia Kraken kemampuan penularannya cepat tapi dari kemampuan mematikannya atau masuk RS-nya rendah, dan kita sudah lihat, varian ini kan sudah ada di AS, dan perilakunya demikian," tambah Menkes.

 

Berpotensi Sebarkan Gelombang Besar

Covid-19 varian kraken merupakan sebutan untuk subvarian Omicron XBB.1.5. Dijuluki kraken oleh profesor biologi Kanada Dr Ryan Gregory, karena berpotensi menyebabkan gelombang COVID besar berikutnya. Hal tersebut karena varian kraken ini memiliki sifat "escape strain" atau menghindari imunitas dan penularannya yang sangat tinggi dibandingkan varian maupun subvarian lainnya.

Meski ditemukan sangat mudah menular, XBB.1.5 ini tidak sepenuhnya menghindari kekebalan yang terbentuk dari vaksin COVID-19 atau infeksi virus Corona sebelumnya.

Profesor di La Jolla Institute for Immunology, Alessandro Sette, menyebut hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa XBB.1.5 memicu gejala yang lebih parah atau berbeda dibandingkan subvarian Omicron lainnya.

 

Gejala Varian Kraken

Gejala varian kraken yang terdeteksi sampai Kamis ini antara lain Tenggorokan gatal, Sakit tenggorokan, Nyeri punggung bawah, Hidung meler/tersumbat, Sakit kepala, Kelelahan, Bersin, Keringat malam, Pegal-pegal, Batuk tanpa dahak, Batuk berdahak, Suara serak, Kemampuan indra penciuman berubah dan Sakit dan nyeri otot.

 

Varian Kraken Perkembangannya Cepat

Budi menuturkan, varian baru Kraken harus diwaspadai. Mengingat perkembangannya pesat dan memicu peningkatan kasus.

"Saya mau terangin nih ke teman-teman ya, bahwa (kenaikan) gelombang itu di seluruh dunia bukan karena mobilitas, Bukan karena Imlek, bukan karena Lebaran, bukan karena apa," kata Budi

"Tapi karena ada varian baru. Jadi yang mesti hati-hari yang kita lihat adalah, kalau ada varian baru perkembangannya (kasus) pesat," lanjutnya.

Terkait seberapa tinggi kenaikan kasus akibat varian Kraken, Budi belum bisa memprediksinya. Sebab, pihaknya baru melakukan tracing terhadap kontak erat kasus tersebut.

"Aku belum bisa tebak ya. Karena baru kontak eratnya baru kita kejar," kata Budi.

"Tapi yang mesti kita tahu ya, surveilans-nya sudah bagus. Kita cepat sekali tahu Kraken masuk ke Indonesia," bebernya. n erc/jk/cr6/rmc

Berita Terbaru

c

c

Selasa, 03 Nov 2026 11:58 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menyusul kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, bakal mengurangi perjalanan dinas…

Kurangi Risiko Banjir, Pemkab Kebut Pembangunan Pintu Pengendali Air Winongan

Kurangi Risiko Banjir, Pemkab Kebut Pembangunan Pintu Pengendali Air Winongan

Selasa, 03 Nov 2026 11:33 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai mengebut penuntasan pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa…

22 Dapur MBG di Tuban Tak Tertib Laporan Dana, BGN Kenakan Sanksi Pemberhentian Operasional Khusus

22 Dapur MBG di Tuban Tak Tertib Laporan Dana, BGN Kenakan Sanksi Pemberhentian Operasional Khusus

Selasa, 03 Nov 2026 11:26 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Menindaklanjuti sebanyak 22 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban karena…

Lahar Dingin Semeru, Bupati Lumajang Imbau Penambang Stop Aktivitas di Sepanjang DAS

Lahar Dingin Semeru, Bupati Lumajang Imbau Penambang Stop Aktivitas di Sepanjang DAS

Selasa, 03 Nov 2026 11:11 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menyusul hujan dengan intensitas tinggi terjadi selama beberapa jam pada Senin kemarin menyebabkan lahar dingin Gunung Semeru,…

Antisipasi Banjir, Pemkab Trenggalek Siapkan Normalisasi Sedimen di Titik Sungai Ngasinan

Antisipasi Banjir, Pemkab Trenggalek Siapkan Normalisasi Sedimen di Titik Sungai Ngasinan

Selasa, 03 Nov 2026 11:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya mengurangi potensi banjir seiring musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, menyiapkan normalisasi…

HUT KORPRI dan PGRI, Pemkot Mojokerto Gelar Beragam Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan

HUT KORPRI dan PGRI, Pemkot Mojokerto Gelar Beragam Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan

Selasa, 03 Nov 2026 10:32 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan HUT ke - 81 Persatuan Guru Republik…