Tiga Terdakwa Polisi, Dipertemukan dengan Tujuh Saksi Steward di PN Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Saat para saksi menunjukkan saat penjagaan, dan pemutaran video tragedi Kanjuruhan Malang, di persidangan, Selasa (31/01/2023). SP/Budi Mulyono
Saat para saksi menunjukkan saat penjagaan, dan pemutaran video tragedi Kanjuruhan Malang, di persidangan, Selasa (31/01/2023). SP/Budi Mulyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tiga polisi terdakwa tragedi Kanjuruhan yaitu Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan dan Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto di hadirkan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (31/01/2023). 

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hari Basuki dari Kejati Jatim menghadirkan 25 saksi diantara steward, ketua PSSI, PT. LIB, juga saksi dari keluarga korban.

Saksi steward ada tujuh yaitu Nanang Subekti, Nawawi, Nurkolim, Ahmad Yoni, Dinna Safitri Londoran, Zainul Arifin dan M. Joko Pramono. Dalam kesaksian Ahmad Yoni mengatakan, saat itu ia berjaga di sebelah sisi Utara gawang tapi agak ke Barat.  "Saya tidak menikmati pertandingan, namun bertanggung jawab untuk menjaga penonton. Jadi saya tidak melihat pertandingan hanya menghadap ke penonton saja,"kata Yoni di hadapan majelis hakim di PN Surabaya.

Menurut Yoni, saat itu sudah mengarah kepada penonton yang hendak masuk ke dalam lapangan saat peluit terakhir pertandingan antara Arema FC VS Persebaya Surabaya. Ada dua penonton yang masuk kelapangan namun sudah disuruh naik lagi ke tribun. "Waktu pertandingan selesai ada dua pemain yang masuk ke lapangan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pemain Arema FC yang berada di tengah lapangan. Lalu ada asap dan setelah kena asap saya mundur untuk bersihkan muka. Karena kena gas air mata dan cuci muka dan mulai beraktifitas kembali,"ucapnya.

Selain itu, Yoni sudah bertugas menjadi steward sejak tahun 2008. Waktu itu untuk pengaman hampir sama dan cuma penembakan gas air mata ke lapangan tapi suporter yang panik dan terjatuh dari pagar. "Saya tahunya tiba-tiba ada penembakan ke arah lapangan dan saya pikir hanya meredam massa tetapi saat yang dilakukan saat Arema FC Vs Persebaya juga sama. Kemarin saya lihat di tribun sudah penuh dengan asap,"jelasnya.

Dikatakan juga untuk jumlah steward ada 250 orang dan dibagi dengan untuk menjaga 16 pintu Stadion Kanjuruhan Malang. Nah untuk setiap 16 pintu ada steward dan satu dari Polsek. Sedangkan steward yang pakai rompi hijau ada 20 dan 32 pakai baju orange. Jadi total ada 52 steward yang berjaga di dalam lapangan dan juga di setiap pintu ada satu-satu steward. "Total untuk steward ada 52 yang berjaga di dalam lapangan Yang Mulai,"ungkapnya. 

Kemudian tanggapan dari terdakwa Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan mengatakan, ada provokasi perihal nyanyian dan umpatan. "Saya masuk tadi ada yang bilang bonek jancok dan gak isok moleh, itu sudah ada. Itu sudah kami terima saat kami di dalam," katanya.

Begitu juga dari terdakwa Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi menjelaskan, saat suporter masuk di lapangan jumlah ribuan, semua menyerang 1 arah di tengah, mereka tidak diam tapi memukul, menendang, dan menyerang petugas, tapi sudah imbau. "Tadi disampaikan Yoni tentang tidak ada lemparan itu tidak benar, itu mereka datang mendekat dan lari ke tengah, lalu memukul dan menendang petugas. lalu menyerang dengan lemparan batu dan botol di Utara," tegasnya. nbd

Berita Terbaru

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…

Rp28 Miliar Jadi Pangkal Sengketa, Bareskrim Siapkan Penghentian Laporan yang Seret Bupati Subandi

Rp28 Miliar Jadi Pangkal Sengketa, Bareskrim Siapkan Penghentian Laporan yang Seret Bupati Subandi

Kamis, 05 Nov 2026 15:39 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Perkembangan baru muncul dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan kerja sama investasi perumahan senilai Rp28 miliar yang m…