Ruangan Lembap, Berisiko Bagi Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Berada di lingkungan dengan kelembapan tinggi bisa membuat orang merasa lebih mudah stres. Secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi lautan dan berada dalam iklim tropis.

Sepanjang tahun, Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni kemarau dan hujan. Saat musim hujan berlangsung, curah hujan yang bisa mencapai 15 hari dalam satu bulan.

Hal ini kemudian berpotensi memberikan dampak negatif karena tingginya kelembapan udara. Tidak hanya pada masalah kesehatan pernapasan dan kulit manusia, namun juga dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Hal ini pun dapat merusak karpet, cat dinding, wallpaper, sepatu, tas, baju, hingga menimbulkan masalah kesehatan. Dr Abelina Dini Fitria menjelaskan, dari sisi kesehatan, ruangan lembap bisa memberikan banyak masalah pada kesehatan.

Hanya saja, gejala yang ditimbulkan bisa sangat ringan atau tidak langsung terasa. Dampak merugikan terhadap kesehatan ini bisa berlangsung dalam waktu lama.

"Berada di lingkungan dengan kelembapan tinggi, bisa membuat kita merasa lebih mudah stres, gerah, hingga insomnia," ujar jelas dr Abelina.

Selain itu, ruangan dengan kelembapan udara yang tinggi juga tidak baik bagi para pemilik alergi. Kondisi ini sangat mudah memicu kambuhnya alergi.

"Alergi yang bisa timbul mulai dari gejala ringan seperti gatal-gatal, pilek hingga yang berat seperti asma," jelas dr Abelina.

Udara yang lembap ternyata juga sangat mendukung pertumbuhan dustmite (tungau debu rumah). Menurut dr Abelina, apabila dibiarkan, itu akan menimbulkan peradangan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan kecantikan juga, seperti eksim dan ketombe.

Mengingat iklim sukar untuk dimodifikasi, dr Abelina menyarankan untuk mulai memperhatikan pentingnya berada di ruangan yang memiliki kelembapan ideal. "Ion negatif itu baik untuk mengendalikan pertumbuhan virus, bakteri, dan jamur, sehingga berbagai potensi ancaman kesehatan itu bisa diminimalisir," katanya.hlt/lmb

Tag :

Berita Terbaru

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondosowo - Melihat fenomena nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, ternyata turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah obat di apotek…

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir…