Pelaku Aniaya Korban, Karena Kurang Hormat pada Senior

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Polisi menyebut motif dalam aksi penganiayaan mahasiswa Poltekpel Surabaya yang mengakibatkan M Rio meninggal dunia karena korban dianggap kurang hormat kepada senior.

Hal tersebut disampaikan oleh Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Zainul Abidin, Jumat (10/2/2023).

Abidin menjelaskan jika motif tersangka memukul perut korban sebanyak dua kali lantaran korban sering ramai sendiri saat makan. Hal itu dianggap sebagai bentuk tidak hormat kepada senior-senior yang juga ikut makan di tempat yang sama. “Pengakuan tersangka, korban tidak tertib karena ramai sendiri saat makan,” ujar Abidin di hadapan wartawan termasuk wartawan Surabaya Pagi, Jumat (10/2/2023) kemarin.

Karena dianggap tidak tertib, usai dari ruang makan, korban dikawal 3 seniornya dari ruang makan untuk berangkat ke kamar mandi Politeknik Perkapalan (Poltekpel) Surabaya.

Tanpa diketahui korban, ternyata tersangka AJ sudah ada di dalam lalu menghajar korban dengan melakukan dua kali pukulan tepat di perut hingga korban tersungkur.

Pukulan tersebut, kata Abidin, membuat makanan kembali naik ke atas dan membuat korban sesak nafas dan tidak sadarkan diri. “Ada tiga senior korban yang mengantar, lalu tersangka AJ, ada teman satu leting juga. Dari keterangan saksi, ketiga senior bertugas menjaga di depan,” imbuh Abidin.

Abidin mengatakan masih mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan jika akan ada penambahan tersangka.

“Ya potensi penambahan tersangka ada. Walaupun 3 senior yang mengantarkan tidak mengetahui secara langsung penganiayaan tersebut,” pungkas Abidin.

 

Periksa Dokter Klinik Poltekpel

Abidin menambahkan pihaknya juga melakukan pemanggilan terhadap dokter di klinik Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya. Diketahui korban sempat dirawat di klinik selama 1 jam sebelum dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Asrama Haji Sukolilo.

Pemanggilan dokter Politeknik Perkapalan Surabaya tersebut diambil untuk mendalami peran senior lainnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara saat kejadian para senior membawa korban ke klinik. Mereka membuat alasan jika korban terpeleset di kamar mandi dan menghubungi dokter di klinik Politeknik Pelayaran Surabaya.

Di klinik tersebut, korban sempat dirawat selama satu jam. Karena kesadarannya terus menurun, dokter klinik lantas merujuk korban ke RS Asrama Haji. Pada pukul 21.10 WIB korban dinyatakan meninggal dunia dengan darah yang terus keluar dari mulutnya.

 

Poltekpel Diminta Tanggungjawab

Kasus meninggalnya mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya usai dianiaya senior mendapat perhatian dari Dindik Jatim dan Komnas Pendidikan Provinsi Jatim.

Ketua Komnas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kunjung Wahyudi menegaskan pengelola Politeknik Pelayaran Surabaya wajib bertanggung jawab atas meninggalnya korban.

"Kalau kejadian tersebut terjadi di kampus maka menjadi tanggung jawab pengelola kampus. Namun terkait pasal saya kurang paham tetapi kemungkinan tentang kelalaian kampus mengakibatkan meninggalnya mahasiswa," tegas Kunjung Wahyudi

 

Evaluasi Menyeluruh

Sementara Kepala DInas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi meminta Poltekpel Surabaya berbenah diri dan mengevaluasi soal senioritas di kampus.

"Direktur Poltekpel (Politeknik Pelayaran) Surabaya harus melakukan evaluasi menyeluruh, karena ini kejadian kematian taruna yang berulang. Dulu juga ada taruna yang meninggal di kolam renang," kata Wahid.

Wahid menjelaskan kejadian kekerasan yang terjadi di Politeknik Pelayaran Surabaya seringkali terjadi. Hal ini harus menjadi perhatian khusus dari lembaga bersangkutan.

Pria yang pernah menjabat Pj Sekdaprov Jatim ini mengimbau para taruna baik senior atau yunior bisa membangun kebersamaan yang baik dan mendidik satu sama lain dengan cara baik.

"Bangun kebersamaan senior-yunior. Tugas yang diberikan kepada senior untuk membina yunior harus selalu dalam pengawasan pengasuh. Utamakan saling respek," tandasnya. ari/ham/rmc

Berita Terbaru

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota (Pemkot) Batu membangun sistem pengolahan sampah terintegrasi…

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam mengatasi potensi banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi ruang Sungai…

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha, istri sah Dwi Bagus Martono, membantah mengetahui maupun terlibat dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Har…

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMP, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Tertibkan Parkir Jalan Opak, Pemkot: Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Digital di Surabaya

Tertibkan Parkir Jalan Opak, Pemkot: Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Digital di Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 11:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyusul aduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri terkait praktik pembayaran parkir secara tunai dan pengelolaan parkir yang…

Pemkab Ngawi Pangkas Perjalanan Dinas dan Seremonial Menyusul Efisiensi APBD 2027

Pemkab Ngawi Pangkas Perjalanan Dinas dan Seremonial Menyusul Efisiensi APBD 2027

Selasa, 03 Nov 2026 11:58 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menyusul kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, bakal mengurangi perjalanan dinas…