Sering Lupa? Waspadai Kena PenyakitDemensia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Demensia merupakan penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Sebagian besar orang sering kali tak menyadari tanda-tanda awal demensia. Gejala itu bisa terus berkembang dan ketika sudah sangat memengaruhi aktivitas dan ingatan, barulah seseorang menyadari ada sesuatu yang salah.

Dilansir dari Times of India, tanda awal demensia terlihat dari perubahan kecil pada ingatan dan kemampuan untuk fokus, seperti lupa di mana barang diletakkan, tidak dapat mengingat apa yang perlu dilakukan, tidak dapat mengingat rutinitas meskipun sering melakukannya.

Tanda demensia lainnya yang perlu diwaspadai adalah ketidakmampuan menyelesaikan percakapan lantaran Anda kesulitan menemukan kata-kata yang tepat. Perubahan suasana hati juga menjadi indikator lain seseorang mengalami masalah kesehatan mental.

Meskipun komunikasi dan memori adalah dua hal pertama dan pada kenyataannya merupakan indikator terbesar demensia, ada beberapa subtipe dari gejala-gejala ini yang perlu didiskusikan secara mendetail, salah satunya adalah pengulangan. Mengulangi mandi dalam sehari, bisa menjadi indikator demensia lainnya.

Selain itu, seseorang juga biasanya merasa sulit mengenali dan menemukan tempat yang sudah dikenali. Orang dengan demensia sering tersesat dalam diskusi dan tidak dapat mengikuti diskusi.

Diagnosis dini demensia dapat mencegah kondisi menjadi lebih buruk. Hal ini dapat membantu keluarga dan teman untuk memahami demensia. Ketika penyakit terdeteksi lebih awal, hal ini membuat pasien sadar akan kondisinya sehingga ia dapat secara aktif berpartisipasi dalam proses pemulihan dan memberikan pasien kesempatan untuk memahami situasi dan mengapa penting untuk diobati. Ketika pasien memahami kondisinya, maka akan lebih mudah untuk pulih.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menambahkan, kasus demensia pada usia muda, yaitu timbulnya demensia pada orang yang berusia kurang dari 65 tahun, menyumbang 9 persen dari total kasus demensia. Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia adalah isolasi sosial, ketidakaktifan kognitif, dan depresi.hlt/dms

Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…