Juragan Ayam Goreng Dibunuh Pegawai

Polisi: Hati-hati Perlakukan Pegawai Rendahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaku pembunuh juragan ayam goreng, yang baru kerja lima hari, berhasil dibekuk oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Pelaku pembunuh juragan ayam goreng, yang baru kerja lima hari, berhasil dibekuk oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

i

Ada kejadian memilukan dialami pengusaha resto di Bekasi. Ia dibunuh di depan anaknya oleh dua karyawannya yang baru bekerja lima hari. Gegaranya soal omongan juragan yang nylekit.

 

JAKARTA, Koresponden Jaka Sutrisna

 

Kesepakatan upah antara korban dan dua pelaku, dalam satu hari masing-masing tersangka diberi uang makan Rp 25 Ribu. Gaji satu bulan, masing-masing Rp 1,25 juta.

Diduga pekerjaan yang dilakukan kedua pelaku tidak sesuai harapan MIM alias Intan (29), juragannya. Korban Intan, lantas mengatakan akan memotong gaji mereka menjadi Rp 1 juta.

"Bulannya semula mau dikasih gaji Rp 1,25 juta. Namun, dalam perjalanannya, ada cekcok. Korban menyampaikan 'ya sudah, kalau gini kerjamu, nanti digaji diturunkan tinggal Rp 1 juta'," kata Kanit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Eko Barmula, Minggu (19/2).

Peristiwa pembunuhan juragan ayam goreng bernama Intan (29) terjadi di rukonya di Kampung Kemejing, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (16/2).

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut kedua pelaku baru bekerja 5 hari di tempat korban. Pada hari ke-3, keduanya melakukan perencanaan pembunuhan sadis tersebut.

"Bahwa pembunuhan ini menurut keterangan tersangka telah direncanakan selama 3 hari," kata Kombes Hengki Haryadi.

"Mungkin melihat kerjanya nggak bagus dan sebagainya, sehingga korbannya ngomong bahwa 'kalau kerjanya kayak gini kamu saya gaji Rp 1 juta saja'," imbuhnya.

Kepada polisi, kedua tersangka mengungkapkan ucapan korban seperti itu yang membuat mereka sakit hati. Hal itu lalu nekad membunuh korban dengan tabung gas.

 

Pesan Kepada Pengelola Warung

Pesan penyidik kepada pengelola warung, depot dan resto, untuk berhati-hati perlakukan pegawai rendahan, apalagi soal gaji. "Pegawai rendahan gampang emosi," kata penyidik berpangkat Aipda, usai memeriksa tersangka, Minggu (19/2).

Kedua pelaku bernama HK (21) dan MA (14). Keduanya dengan sadis membunuh bos mereka sendiri di usaha ayam goreng,  Intan (29).

Dugaan awal dipicu sakit hati, kedua pria tanggung tersebut memukulkan tabung gas elpiji ke kepala Intan, berkali-kali.

 

Kronologis Kejadian

Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawieny Panjiyoga menjelaskan kronologis kejadian. Awalnya korban masuk ke dalam ruko pada pagi hari. Saat korban membuka rolling door, anak korban sempat main di depan ruko.

Tak lama kemudian anak tersebut digendong dan dibawa ke dalam oleh salah satu tersangka. Saat itulah satu tersangka lainnya memukulkan tabung gas ke kepala korban.

"Pas sekali dipukul itu tabung gasnya jatuh, terus diambil lagi dan dipukulkan ke korban. (Saat ibunya dibunuh) anaknya digendong sama satu tersangka. Nggak nangis. Baru nangis setelah ibunya tewas," jelas Panji.

Dijelaskan, Intan pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh suaminya. Belakangan diketahui, anak korban yang masih berusia 17 bulan juga diculik pelaku.

 

Permintaan Adik Korban

Adik MIM, Erik Julianto minta pelaku, HK (21) dan MA (14), dihukum setimpal dengan perbuatannya. "Bicara berapa tahun bagaimana kebijakan hukum, ini bicara pembunuhan berencana. Kalau bisa, saya minta hukum yang seadilnya hukum mati. Kalau bicara umur kita nggak peduli, karena ini sudah terencana," kata adik Intan, Erik Julianto, saat ditemui, Sabtu (18/2/2023).

Untuk memburu pelaku, Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Bekasi  membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku karena kasus penculikan merupakan salah satu kasus yang perlu atensi khusus.

 

Kurang 24 Jam Ditangkap

Berdasarkan pemeriksaan saksi dan alat bukti, polisi menduga pelaku adalah pegawai korban. Kurang dari 24 jam, dua pelaku ditangkap. "Pukul 01.00 WIB, kita tangkap dua tersangka di Subang, Jalan Pantura, Kecamatan Sukamandi, Ciasem, Jawa Barat," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Tak jauh dari lokasi tersebut, polisi juga menemukan balita yang diculik pelaku. Balita ditemukan dalam pos ronda kosong dan dalam kondisi selamat. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…