Istri, Anak dan Mertua Dianiaya, Pria asal Tanggulangin Dipolisikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Seorang pria berinisial NA (33) warga Tanggulangin Sidoarjo dilaporkan ke polisi setelah melakukan aksi kekerasan terhadap mertua. Mirisnya sang anak yang masih berusia 16 bulan turut menjadi korban aksi kekerasan sang ayah.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, tindakan yang dilakukan pelaku terhadap anak dan ibu mertuanya itu, tanpa ada sebab yang pasti. Pelaku juga sering melampiaskan amarahnya ke istrinya, SA (38).

"Suami saya ini memang orangnya temperamen mas, tanpa sebab tiba-tiba main pukul dan tendang," kata SA, Senin (27/02/2023).

Istrinya mengatakan, usia pernikahannya sudah menginjak 3 tahun dengan NAS, dan seringkali mendapatkan tindakan kasar dari pelaku.

Pada tahun pertama pernikahannya, masih kata SA, gendang telinganya sebelah kanan pecah, akibat pukulan keras yang dilakukan pelaku. Tak hanya itu saja, NAS juga pernah menendang kaki kanannya dari samping, sehingga dirinya tidak bisa berjalan dan akhirnya menjalani operasi di rumah sakit.

"Lutut saya ini bekas operasi mas, akibat ditendang suami saya," ungkapnya.

Masih kata SA, meskipun berusaha sabar, ia kerap kali mendapatkan siksaan, karena ingin mempertahankan rumah tangga.

"Saya berusaha sabar mas, meski sering mendapatkan kekerasan, tapi kali ini kesabaran saya sudah tak bisa ditahan, karena anak dan ibu saya yang sudah tua ikut dianiaya juga," paparnya.

 

Awal Kejadian

SA juga menceritakan awal kejadian tersebut, bermula keduanya tinggal secara terpisah beberapa bulan terakhir. Tiba-tiba, pelaku menanyakan stok barang jualannya di toko onlinenya terhadap istri korban melalui chat Whatsapp, Kamis (23/2/2023) sekitar pukul 16.30 WIB.

"Tanya lewat WA, barangnya tinggal 7 ada yang mau pesen, terus saya jawab, jual aja semuanya, jawabku gitu," ceritanya.

Beberapa saat kemudian, NAS datang ke rumah SA dan langsung marah-marah ke istrinya, karena menurutnya, jawaban yang diberikan oleh istrinya dianggap ketus oleh pelaku. Melihat suaminya marah-marah, ia pun terdiam. "Saat dia marah-marah, saya diam aja mas, daripada dipukuli," terangnya.

Merasa tak dianggap oleh istrinya, masih kata SA, pelaku keluar dan balik menuju rumahnya yang berada di Kludan. Setelah itu, NAS balik lagi ke rumah dengan menggenodong anak kandungnya paling kecil yang berusia 16 bulan.

Tiba-tiba, anak kandungnya langsung dibanting oleh NAS, untung saja SA langsung menangkap. "Saat dibanting, saya berhasil menangkap kaki anak saya, tapi kepalanya ada di bawah ke kaki saya hingga memar," ungkapnya.

Tindakan tersebut, dilihat langsung oleh mertuanya, SR (55) dan mengingatkan perilaku tersebut. Namun, seketika, NAS langsung memukul wajah mertuanya, hingga terjatuh di lantai dan pingsan.

"Saat ibu pingsan saya langsung teriak-teriak minta tolong dan warga sekitar langsung berlarian menolong, dan pelaku pergi begitu saja," bebernya.

Akibat dari pukulan pelaku, korban SR pingsan selama 3 jam, dan saat siuman langsung kejang-kejang, dan hingga sekarang kepala mertuanya, masih terasa ngilu.

"Karena tindakan yang keterlaluan itu, akhirnya keluarga langsung melaporkan ke Polresta Sidoarjo," pintanya.

Sementara itu Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono membenarkan adanya laporan tersebut korban kekerasan tersebut, dan kasus tersebut, dalam penanganan petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo. "Benar ada laporan soal kasus itu, dan dalam proses penanganan," pungkasnya. hik/ham

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…