OJK Jatim: Kinerja Fintech Diprediksi Tumbuh 11-15 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala OJK Regional 4 Jatim Bambang Mukti Riyadi.
Kepala OJK Regional 4 Jatim Bambang Mukti Riyadi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur (Jatim) berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Hal tersebut seiring dengan tingginya pertumbuhan dana dan pinjaman melalui layanan financial technology (fintech) yang mencapai 84,62 persen (yoy) pada Desember 2022.

Kepala OJK Regional 4 Jatim Bambang Mukti Riyadi mengungkapkan bahwa peningkatan pemanfaatan fintech terjadi seiring dengan penggunaan smartphone semakin meningkat, termasuk digitalisasi keuangan yang juga terus berkembang di berbagai lapisan masyarakat.

“Fintech termasuk pinjaman online (pinjol) di dalamnya dengan karakteristik suku bunga tinggi dan pemanfaatnya yang juga tinggi, perlu ada kesadaran dari masyarakat. Sebab dengan karakteristik tadi akan memberatkan jika penggunaannya kurang tepat,” kata Bambang, Senin (27/2/2023).

Menurutnya, sektor jasa keuangan memang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dari waktu ke waktu. Kendati demikian, bukan berarti dinamika yang ada terabaikan. Ia menyebut digitalisasi keuangan menjadi tantangan baru yang butuh tingkat literasi yang tinggi.

“Kita punya tantangan baru penerapan digitalisasi, jadi sangat butuh tingkat literasi yang lebh tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, OJK pun memprediksi kinerja fintech akan tumbuh sekitar 11 persen - 15 persen tahun ini sejalan dengan semakin luasnya jangkauan layanan dari berbagai skema dan aplikasi.

“Kami prediksi kinerja fintech tahun ini tumbuh sekitar 11 sampai 15 persen. Sejalan dengan semakin luasnya jangkauan layanan dari berbagai skema dan aplikasi yang bisa diakses secara digital melalui smartphone dan jenis gadget lain," tuturnya.

Bambang memperkirakan akan ada model kerja sama yang fleksible seperti perusahaan fintech dengan perbankan atau dengan PNM bahkan dengan Pegadaian untuk memperluas daya jangkau masyarakat.

“Ke depan tidak terpisahkan lagi bahwa akan ada model kerja sama yang fleksible seperti perusahaan fintech dengan perbankan, atau dengan PNM bahkan dengan pegadaian untuk memperluas daya jangkau masyarakat, terutama di beberapa kelompok masyarakat seperti pesantren bahkan daerah 3T,” ucapnya.

Sebagai informasi, OJK mencatat kinerja fintech Peer to Peer Lending (P2P Lending) terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan selama kuartal IV/2022. Pada Desember 2022 saja tercatat akumulasi dana dari lender sebesar Rp13,6 triliun atau tumbuh 57,58 persen (yoy) dan pinjaman borrower Rp64,4 triliun tumbuh 84,62 (yoy).

Sementara akumulasi transaksi pada Desember 2022, dari lender Rp2,1 miliar tumbuh 17,27 persen (yoy) dan borrower Rp74,36 miliar tumbuh 39,54 persen. Selain itu, outstanding pinjaman pada Desember 2022 tercatat sebesar Rp6,1 triliun naik 69,56 persen.

Berikutnya, akumulasi jumlah rekening P2P lending pada Desember 2022 tercatat sebanyak 106.230 lender dan sebanyak 9.342 borrower. Sedangkan indeks literasi keuangan nasional tercatat 49,68 persen pada 2022 dan di Jatim sebesar 55,32 persen. Tingkat literasi keuangan tersebut terus meningkat jika dibandingkan tahun 2019 yang dimana secara nasional hanya 38,03 persen dan Jatim 48,95 persen.

Di samping itu, indeks inklusi keuangan nasional pada 2022 tercatat 85,10 persen dan di Jatim 92,99 persen. Indeks tersebut meningkat jika dibandingkan tahun 2019 yakni secara nasional 76,19 persen dan di Jatim 87,96 persen. sb

Berita Terbaru

Prestasi Membanggakan, Prodi S1 Ilmu Hukum Unisda Lamongan Raih Akreditasi Unggul

Prestasi Membanggakan, Prodi S1 Ilmu Hukum Unisda Lamongan Raih Akreditasi Unggul

Selasa, 19 Mei 2026 18:17 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 18:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Lamongan. Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum U…

Sidang Tipikor Ponorogo, Admin Bongkar Trik Atur Proyek RSUD Tanpa Kompetitor

Sidang Tipikor Ponorogo, Admin Bongkar Trik Atur Proyek RSUD Tanpa Kompetitor

Selasa, 19 Mei 2026 18:12 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 18:12 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya— Praktik lancung pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo kembali dikupas tuntas.  Proyek kakap senilai be…

Miris, Pelaku Pencurian Diesel di 53 TKP di Lamongan Bawa Anak dan Istri Saat Melakukan Aksinya

Miris, Pelaku Pencurian Diesel di 53 TKP di Lamongan Bawa Anak dan Istri Saat Melakukan Aksinya

Selasa, 19 Mei 2026 17:12 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 17:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Miris sekali dengan apa yang dilakukan oleh RM, salah seorang pelaku pencurian spesialis mesin diesel di 53 Tempat Kejadian…

Setelah Resmi Beroperasi, KDKMP Kini Menjadi Pilihan Warga Lamongan Berbelanja Penuhi Kebutuhan

Setelah Resmi Beroperasi, KDKMP Kini Menjadi Pilihan Warga Lamongan Berbelanja Penuhi Kebutuhan

Selasa, 19 Mei 2026 17:10 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 17:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sejak resmi operasional empat hari ini,  Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lamongan mulai menunjukkan hasil …

TP PKK Kota Mojokerto Diajak Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Membatik

TP PKK Kota Mojokerto Diajak Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Membatik

Selasa, 19 Mei 2026 17:05 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Membatik tidak lagi sekadar menjadi cara melestarikan budaya. Di Kota Mojokerto, batik juga didorong menjadi peluang ekonomi…

Mojo Indah jadi Ekosistem Inovasi, Kota Mojokerto Kini Miliki 276 Inovasi Daerah

Mojo Indah jadi Ekosistem Inovasi, Kota Mojokerto Kini Miliki 276 Inovasi Daerah

Selasa, 19 Mei 2026 17:04 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Penganugerahan Lomba Mojo Indah Tahun 2026 dan Evaluasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025 …