Irjen Teddy, Dua Kali Dibentak Hakim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Irjen Teddy Minahasa saat bersaksi untuk terdakwa Linda Pujiastuti dan Doddy Prawiranegara dalam sidang lanjutan kasus narkoba di PN Jakbar, Rabu (1/3/2023).
Irjen Teddy Minahasa saat bersaksi untuk terdakwa Linda Pujiastuti dan Doddy Prawiranegara dalam sidang lanjutan kasus narkoba di PN Jakbar, Rabu (1/3/2023).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat menjadi saksi dalam persidangan kasus narkoba dengan terdakwa AKBP Dody dan Linda Pujiastuti di PN Jakarta Barat, Rabu (1/3/2023), Irjen Teddy dibentak Ketua Majelis hakim sampai dua kali.

Pertama, mantan Kapolda Irjen Teddy Minahasa membantah menerima uang SGD 27.300 atau Rp 300 juta hasil penjualan sabu sitaan dari mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara. Hakim pun mengingatkan Teddy sudah disumpah.

Teddy awalnya membenarkan kalau dia memanggil Dody ke kediamannya pada 29 September 2022.

"Saya ingin menanyakan beberapa terkait peristiwa tanggal 24 (September 2022) yang saat itu belum sempat saya klarifikasi, tiga hal, dan itu juga tidak sampai 5 menit Yang Mulia," kata Teddy.

"Saya tanya 'Itu barang dari mana?' dia bilang 'Siap salah'. Kemudian ya sudahlah nggak penting, 'Sekarang sudah dimusnahkan apa belum?' Yang bersangkutan menjawab 'Siap sudah, kami masukan kloset'. Lalu saya tanyakan tentang bagaimana hasil menghadap As SDM, saudara Dody menjawab 'WA kami belum dijawab'," lanjutnya.

 

Irjen Teddy Soal Paper Bag

Hakim lalu bertanya soal uang hasil penjualan sabu yang disebut-sebut diserahkan Dody kepada Teddy. Teddy menyebut Dody membawa paper bag kecil yang kemudian kembali dibawa Dody.

"Saya tidak bisa menginterpretasikan itu uang apa tidak, tapi dalam keterangan saya, saya yang inisiatif menerangkan kepada penyidik bahwa saudara Dody membawa paper bag kecil dan diletakkan di atas meja tamu saya pada saat kita ngobrol," ucap Teddy.

"Pada saat mau pulang, dia berusaha meninggalkan itu, saya bilang 'Bawa aja, Mas' dan kemudian dibawa kembali," lanjutnya.

Teddy mengatakan dirinya telah menyerahkan rekaman CCTV rumahnya kepada penyidik. Dia mengaku tidak menerima paper bag yang dibawa oleh Dody.

"Nggak saudara terima yang dalam bungkusan itu?" tanya hakim.

"Tidak, Yang Mulia," ucap Teddy.

Teddy mengaku tidak mengetahui isi paper bag yang disebutnya dibawa lagi oleh Dody. Teddy menyebut Dody juga tidak merinci isi paper bag tersebut.

"Tidak tahu, Yang Mulia, dan yang bersangkutan juga tidak bilang dan pada saat saya panggil juga tidak ada kalimat kepada ajudan saya 'Jangan'," kata Teddy

 

Serahkan Rp 300 Juta ke Teddy

Sebelumnya, Mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara menceritakan momen dirinya mengantarkan uang hasil penjualan sabu ditukar tawas senilai Rp 300 juta. Uang penjualan itu diserahkan langsung Dody kepada mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Saya datang pada tanggal 29 September 2022, setelah saya ditelepon oleh Brigadir Arif untuk dipanggil ke Jagakarsa, saya minta share location ke rumahnya. Saya masuk ke rumahnya," kata Dody saat bersaksi

 

Klaim Irjen Teddy

Kedua, hakim mencecar Teddy soal perintahnya kepada Dody untuk menukar barang bukti sabu menjadi tawas 10 kilogram. Teddy mengklaim dirinya tak pernah memberi perintah tersebut. "Nggak, ada saudara sebut juga tukar barang bukti menjadi tawas sebanyak 10 kilogram?" tanya hakim.

"Kalau Singgalang 1 itu call sign saya," jawab Teddy.

"Jawabannya, ada atau tidak?" tegas hakim.

"Tidak ada! Saya bicara Singgalang 1," ujar Teddy

Mantan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa mengatakan kalimat 'Sebagian BB (barang bukti) diganti tawas' ke eks Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara cuma narasi. Teddy mengatakan kalimat itu bukan perintah.

Hal itu disampaikan oleh Teddy saat menceritakan sempat berkomunikasi dengan Dody sebelum konferensi pers atau press release kasus sabu. "Berat yang dilaporkan ke saya itu kan bukti-bukti chat-nya masih ada. Itu 43 baru dari tiga tersangka, dari enam tersangka belum dilaporkan. Di situlah teka-teki saya," kata Teddy.

"Hasil penimbangan kotor menjadi 39,5 kilo. Akhirnya karena Dody menyatakan brutonya 41,4 kilogram ya untuk bahan rilis itu. Saya bilang pakai jumlah yang terbesar aja 41,5. Akhirnya Doddy mengganti spanduk itu," lanjutnya.

 

Penjelasan Teddy Diganti Tawas

Hakim lalu bertanya soal arahan Teddy kepada Doddy saat dilaporkan berat akhir untuk konferensi pers. Teddy mengaku dirinya menyampaikan kalimat sebagian barang bukti diganti tawas untuk bonus anggota. "Begitu dilaporkan press release, Saudara apa arahannya?" tanya hakim ketua.

"Saya sempat melalukan semacam warning dengan narasi sebagian BB diganti tawas untuk bonus anggota," jawab Teddy.

Teddy mengatakan narasi itu dijawab 'Siap tidak berani' oleh Doddy. Teddy lalu menjelaskan maksud narasi tersebut.

"Saudara Doddy jawab 'Siap tidak berani'. Maksud saya dari kalimat itu, justru sebaliknya agar Saudara Doddy tidak melakukan hal itu," ujar Teddy.

"Yang melatarbelakangi saya bertanya atau mengirim narasi itu karena perhitungan tadi yang masih janggal, dan pengalaman saya di lapangan, anggota sering melakukan penyimpangan-penyimpangan itu," imbuhnya.

 

Debat Arahan dan Narasi

Hakim lalu bertanya apakah narasi itu merupakan arahan untuk mengganti barang bukti sabu dengan tawas. Teddy membantahnya. "Arahannya disisihkan atau diganti?" tanya hakim.

"Bukan arahan, saya hanya ngirim narasi. Makanya tidak ada kaitannya dengan awal saya ujug-ujug saja narasi itu lepas sebagian BB diganti tawas," jawabnya.

Teddy mengatakan narasi untuk bonus anggota itu merupakan narasi umum. Dia menjelaskan narasi itu justru bertujuan mengontrol Dody agar tak melakukan penyisihan barang bukti sabu. "Apakah yang disisihkan itu untuk anggota atau diganti dulu, itu gimana maksudnya?" tanya hakim ketua.

"Bukan bermaksud demikian. Maksud saya justru mengontrol Saudara Dody agar tidak melakukan itu. Kalau bonus sesungguhnya saya realisasikan dalam bentuk reward," jawab Teddy. n erc/jk/cr4/rmc

Berita Terbaru

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…