SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Terus berinovasi, Pondok Pesantren Babussalam Sumber Payung (BBS) Bataal Barat Kec. Ganding Kab. Sumenep, melakukan pendampingan menulis berbagai karya ilmiah, baik fiksi dan non-fiksi. Pertemuan sekaligus launching buku pertama karya santri Babussalam itu, diberi judul "Plong" dan mendatangkan pembicara Direktur utama Rumah Baca Indonesia (RUBI) Ade Suhaimi Sufyan.
Kehadiran Direktur utama RUBI itu memberikan spirit baru bagi dunia pendidikan di Madura dan khususnya di Kab. Sumenep, secara khusus melakukan pendampingan membaca dan menulis di Pondok Pesantren Babussalam Sumber Payung Desa Bataal Barat Kec. Ganding Sumenep.
Saat ditemui reporter Surabaya Pagi, Ade sapaan akrabnya mengatakan, semangat dalam mencintai buku adalah semangat membangun cinta, melakukan pendampingan membaca dan menulis merupakan tugas yang mulia untuk ditekuninya sebagai amanah keilmuan.
"Saya akan pasang bendera Rumah Baca itu, bertujuan untuk menggerakkan tangan para pemuda-pemudi untuk ikut berkiprah melalui karya-karya dalam membangun sebuah rumah yang berhubungan dengan bangsa, jadi membangun rumah kebangsaan itu dimulai dengan memperbanyak bacaan dan menulis," ujarnya.
Seperti karya buku yang ditulis oleh santri Babussalam Sumber payung, mereka merupakan karya besar untuk melakukan hubungan dengan para penulis yang sudah berpengalaman, makanya kita lakukan pendampingan kepada penulis yang memiliki kreativitas tinggi khususnya para santri di Madura. Tegasnya
Selain itu kata dia, Melakukan bimbingan ini dilakukan agar santri memiliki kreativitas belajar yang kuat dan mengakar, hal ini karena kecintaannya para santri belajar menulis, jadi Rumah baca Indonesia (RUBI) Menjadi fasilitator bagi mereka yang memiliki kreativitas tinggi baik di tingkat pelajar dan mahasiswa. Jelasnya.
"Kedepannya kita akan melakukan pendampingan menulis bagi para Mahasiswa dan Guru, tujuannya agar berimbang, antara kebutuhan membaca dan menulis, semakin banyak penulis akan semakin banyak para pembaca, karena keduanya adalah sebuah program yang ditulis dalam bahasa ensiklopedia yang bebas "
Ia juga menjelaskan, bahwa Rumah baca Indonesia (RUBI) itu sudah berdiri di beberapa Kabupaten, diantaranya, di Jawa timur, Jawa tengah dan Jawa barat, melalui beberapa perwakilan di daerah kita bisa bersilaturahmi dengan para pecinta buku bacaan se-Indonesia.
"Konsepnya sangat sederhana, hanya ingin berbagi ilmu lewat bercerita, membaca dan menulis, apalagi saat ini masuk ke ranah digital dimana proses kreatif lebih mendunia dengan adanya HP. Android sekali klik berita sudah terbuka semuanya".
Makanya kata dia, kita mengikuti perkembangan zaman di era global melalui transportasi berita dengan cepat dan tepat. Tentu dengan membaca menjadi tujuan utama, itulah alasan kenapa kita mendirikan Rumah baca Indonesia. Pungkasnya. AR
Editor : Moch Ilham