Mertua Venna Tuding Menantunya Intimidasi Ferry Ditahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.OCM, Jakarta - Ibunda Ferry Irawan, Hariati, kini makin geram dengan pengakuan dan sikap Venna Melinda.  Hariati bercerita soal kedatangan Venna ke Polda Jatim menemui Ferry Irawan.

Venna Melinda disebut diam-diam mendatangi Ferry Irawan sehari setelah sidang cerai di Jakarta. Kedatangan Venna Melinda sangat membuat Ferry Irawan kaget.

"Yang disampaikan Ferry tentang Venna datang ke sana. Cerita waktu tanggal 24 ada Venna datang ke sana menemui Ferry. Ferry juga kaget ya ada Venna datang," kata Hariati ditemui di kawasan Jakarta Selatan, kemarin.

 

Tuding Intimidasi Ferry

Hariati dan adik Ferry Irawan mengaku baru  mengunjungi Ferry Irawan ke rutan Polda Jawa Timur. Di situ Ferry Irawan menceritakan soal kedatangan Venna Melinda.

"Jadi Venna itu tidak ditemani sama pengacaranya, datang sendiri cuma ditemani sama penyidik," kata Hariati.

Kedatangan Venna Melinda, dianggap punya maksud lain untuk Ferry Irawan. Venna Melinda dianggap ingin mengintimidasi Ferry Irawan untuk mengakui soal KDRT.

"Venna bilang ke Ferry, 'Kamu ngaku aja bahwa kamu tuh KDRT. Kalau kamu ngaku nanti saya cabut berkas laporannya.' tapi Ferry bilang, 'Saya harus ngaku apa? Karena saya kan tidak berbuat apa-apa'," cerita ibunda Ferry Irawan.

Saat itu Ferry Irawan sempat mengajukan pertanyaan soal KDRT terhadap Venna Melinda. Merasa tidak memukul atau mengasari Venna Melinda, Ferry Irawan keukeuh tak mau melakukan apa yang diminta Venna Melinda.

 

Venna Sempat Uring-uringan

"Sempat Ferry juga tanya, 'Kamu dipukul nggak?', 'Nggak' kata Venna. 'Kamu ditonjok nggak?' 'Nggak' kata Venna. 'Jadi apa yang harus saya akuin? Saya tidak pernah mukul kamu, saya tidak pernah KDRT'," kata sang bunda mengikuti perkataan Ferry dan Venna Melinda.

Ferry Irawan yang keukeuh tak mau mengakui soal KDRT disebut Hariati sempat membuat Venna Melinda uring-uringan.

"Jadi tetap. Ferry tetap tidak mengakui dan tidak pernah KDRT itu saja. Karena Ferry tidak mau mengaku Venna sempat ngamuk, sempat uring-uringan di sana," tegas Hariati.

Kedatangan Venna Melinda, dianggap punya maksud lain untuk Ferry Irawan. Venna Melinda dianggap ingin mengintimidasi Ferry Irawan untuk mengakui soal KDRT.

 

Tak ada Kerugian

Sebelumnya, majelis hakim menginstruksikan Venna cabut gugatan cerainya. Mengingat ada dua gugatan yang sama, dan sama-sama ingin cerai. "Jadi alangkah baiknya salah satunya dicabut. Jadi kita mempertimbangkan, baik gugatan Venna yang kkita cabut," kata pengacaranya Venna Melinda, Noor Akhmad Riyadi, ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Noor Akhmad mengaku kasus cerai Ferry Irawan dan Venna Melinda akan terus berlanjut, tapi merujuk pada gugatan Ferry Irawan yang lebih dulu memasukkan perkara.

Menurut Noor Akhmad, pencabutan ini tidak ada kerugian yang dialami Venna Melinda." Semuanya masih sama, kedua pihak tetap ingin cerai.

Nggak ada sama sekali, karena dua-duanya kan ingin cerai. Kecuali salah satunya nggak pengin cerai, baru ada kerugian," bebernya.

 

Venna Sudah Berpikir Matang

Verrell Bramasta turut mengomentari tindakan Venna Melinda yang mengalah untuk mencabut gugatan dan mengikuti perkara cerai yang dilayangkan Ferry Irawan.

Menurut Verrell sang bunda sudah berfikir matang-matang terkait hal itu.

"Kalau menurut aku mama orang yg smart dan independent jadi setiap keputusan yang mama ambil pasti bisa dipikirkan secara matang-matang. Aku sebagai anak men-support, fokusnya aku sekarang membuat mama bahagia, nggak kecewa karena hasil akhirnya akan sama ya," kata Verrell Bramasta ditemui di Studio Trans7, Jakarta Selatan, kemarin.

Gugatan cerai Ferry Irawan tak ada soal KDRT. Verrell pun mengingatkan jika setiap tindakan pasti ada konsekuensinya dan ia pun menginginkan masalah di antara keduanya lekas usai. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

BI Naikkan Bunga Acuan Jadi di 5,5%

BI Naikkan Bunga Acuan Jadi di 5,5%

Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mulai menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Dalam keterangan resmi BI disebutkan, bank…

Gegara Monopoli Pasokan Bahan Pangan, 18 SPPG Tulungagung Ditutup Sementara

Gegara Monopoli Pasokan Bahan Pangan, 18 SPPG Tulungagung Ditutup Sementara

Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Akibat berbagai persoalan, salah satunya terkait monopoli pasokan bahan pangan mengakibatkan sebanyak belasan Satuan Pelayanan…

Peternak di Probolinggo Terpaksa Rumahkan Pekerja Imbas Harga Telur Anjlok

Peternak di Probolinggo Terpaksa Rumahkan Pekerja Imbas Harga Telur Anjlok

Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Selama 2 bulan terakhir, peternak ayam petelur di Kabupaten Probolinggo mengaku resah akibat anjloknya harga telur ayam hingga…

Rasio Penjualan Produk Manufaktur Dinaikan

Rasio Penjualan Produk Manufaktur Dinaikan

Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB

SURABAYAPAG.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan peningkatan rasio penjualan produk manufaktur dari komposisi.…

Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemkab Magetan Terima Alokasi 691 Unit BSPS

Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemkab Magetan Terima Alokasi 691 Unit BSPS

Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh rumah layak huni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,…

Ringankan Biaya Produksi, Pemkab Sumenep Bagikan Bantuan Bibit Tembakau

Ringankan Biaya Produksi, Pemkab Sumenep Bagikan Bantuan Bibit Tembakau

Rabu, 10 Jun 2026 11:27 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Guna membantu meringankan biaya produksi bagi para petani khususnya komoditas tembakau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa…