Waspada! Jalur Pacet-Trawas Masih Rawan Longsor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BPBD Kabupaten Mojokerto minta warga waspada jalur Pacet-Trawas masih rawan longsor
BPBD Kabupaten Mojokerto minta warga waspada jalur Pacet-Trawas masih rawan longsor

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Potensi longsor, khususnya di wilayah Kecamatan Pacet-Trawas masih tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Mojokerto meminta warga tetap mewaspadai risiko kejadian selama musim penghujan hingga bulan depan.

Belasan titik tebing di sepanjang Jalan Pacet-Trawas mengalami longsor selama musim penghujan ini. Gerusan air membuat kondisi tanah tebing labil hingga akhirnya mengalami longsor. Sebagian besar kejadian memicu tertutupnya ruas jalan sedangkan beberapa di antaranya sampai menimpa rumah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menyebut, saat ini potensi kejadian longsor masih tinggi. ”Selama curah hujan seperti ini, masih berisiko mengalami longsor susulan,” katanya, kemarin. Berdasarkan data BMKG, lanjutnya, curah hujan diperkirakan baru mulai mengalami penurunan bulan depan. Kondisi hujan deras dengan durasi lama tak akan seinten saat ini.

Kendati demikian, curah hujan tersebut masih berpotensi memicu longsor. ”Jadi sampai bulan April nanti masih ada potensi kejadian longsor, meskipun curah hujan tidak setinggi sekarang,” jelasnya.

Menurut Djoko, curah hujan baru akan turun drastis saat memasuki bulan Mei. Daerah Pacet-Trawas menjadi kawasan dengan curah hujan paling tinggi dibanding wilayah lain di Mojokerto Raya. Tak heran apabila kawasan wisata dataran tinggi ini kerap mengalami banjir luapan hingga kejadian longsor. ”Khusus Trawas dan Pacet ini memang beda, saat daerah lain tidak hujan, di sana ternyata deras. Makanya tetap harus diwaspadai,” tandasnya.

Kewaspadaan terhadap potensi longsor khususnya di jalur penghubung Pacet-Trawas. Belasan titik tebing di sepanjang jalur ini sudah longsor. Mulai dari Jurang Gembolo di Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas sampai Desa Cembor, Kecamatan Pacet. Kemudian kawasan perkampungan di Desa Claket, Cepokolimo, sampai Desa/Kecamatan Pacet.

Sejumlah langkah penanganan longsor telah disiapkan. Tahun ini, DPUPR Kabupaten Mojokerto akan membangun tembok penahan tanah (TPT) di tebing Desa Cembor dengan anggaran Rp 967 juta. Pengerjaan akan dilakukan dengan menggunakan material cor beton. DPUPR juga akan mengajukan pembangunan TPT di tebing Desa Cepokolimo pada tahun anggaran 2024. Sementara itu, opsi pemasangan bronjong geogrid sedang dikaji untuk menangani longsor di titik-titik lainnya. Dwi

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…