Dijerat Hutang Besar, 48 Perempuan Dipaksa Dijadikan PSK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan mengungkap modus dugaan perdagangan manusia di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Tak tanggung-tanggung, 48 perempuan menjadi korban, tiga diantaranya masih dibawah umur. Selain diiming-imingi uang besar untuk melayani pria hidung belang. Mereka juga dijerat hutang oleh para pelaku, agar tidak bisa lepas dari praktik prostitusi pelaku.

Modus itu dirangkum dari keterangan Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti, usai mengungkap sindikat praktik prostitusi, Selasa (14/3/2023). 48 perempuan itu dipekerjakan dengan modus menjadi pemandu lagu atau Ladies Companion (LC) plus-plus.

“Modus pelaku mengiming-imingi uang jumlah besar kepada korban, dengan bervariatif antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta ketika mau kerja dengan mereka,” kata perwira menengah yang merupakan putra Eks Kapolri Badrodin Haiti kepada wartawan termasuk kontributor Surabaya Pagi di Pasuruan, Selasa (14/3/2023).

Selama bekerja sebagai pemandu lagu atau Ladies Companion (LC) ternyata mereka juga diminta untuk melayani pria hidung belang. Supaya korban mau menuruti keinginan pelaku, pelaku sebelumnya juga menjerat korban dengan hutang.

“Mereka diiming-imingi uang lalu dijerat juga dengan hutang, mereka lalu dipekerjakan sebagai LC dan wanita penghibur,”  ungkap pria kelahiran Bogor, 25 Mei 1990 ini.

Farouk menyatakan para korban dijual sebagai wanita penghibur kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 700 ribu untuk satu kali transaksi. Dari tarif Rp 700 ribu tersebut, para muncikari mengaku mengambil keuntungan sekitar Rp 100 ribu.

Sedangkan para korban yang telah dipekerjakan sebagai PSK dan pemandu lagu telah berjalan kurang lebih dari 7 bulan. Saat ini, ke-48 perempuan korban perdagangan manusia dipulangkan untuk diberikan pembinaan instansi pemerintah terkait.

Farouk menjelaskan, bahwa para korban sebanyak 48 korban rata-rata berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Korban berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan, dalam ungkap kasus perdagangan manusia ini dilakukan guna menjaga suasana kondusifitas menjelang bulan ramadhan.

Dalam kasus ini pihaknya mengamankan 5 pelaku dari tiga wisma di Gang Sono dan Gang Pesanggrahan pada Jumat (10/3/2023).

Mereka yakni Agung Dwi Jatmiko dan Puspa Dewi (41) yang merupakan mucikari serta Puguh Hermawan (34), Atim Mulyono (58) dan Prima Ivandi (38) yang berprofesi penjaga wisma.

Para pelaku dijerat dengan pasal 2 undang-undang no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tidak perdagangan orang, Subs Pasal 88 jo Pasal 76 Undang-Undang RI no 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. ris/ham/rmc

 

Berita Terbaru

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…