Pemkot Pasuruan Tata Ulang Parkiran di Kawasan Alun-alun

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 28 Mar 2023 15:36 WIB

Pemkot Pasuruan Tata Ulang Parkiran di Kawasan Alun-alun

i

Wali Kota Pasuruan Gus Ipul saat berdialog bersama warga dalam penataan parkir di Alun-alun kota Pasuruan.

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Ruwetnya penataan PKL dan parkir di lingkungan Alun - alun Kota Pasuruan pasca revitalisasi menjadi perhatian serius Walikota Pasuruan Drs H Saifullah Yusuf. Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu harus turun langsung ke lapangan untuk mengetahui permasalahan yang muncul, Senin (27/03) sore.

Menurutnya, permasalahan yang muncul ada tiga yakni, masalah parkir, penataan PKL dan becak. Pertama, masalah parkir, penataannya masih kelihatan semerawut. Dan untuk pemasukan terhadap APBD dan dampaknya terhadap peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) belum nampak.

Baca Juga: Ngabuburit Bersama Dukcapil, Cetak KTP-el dan Bagi Takjil Gratis

"Ini yang diperiksa BPK. Ini juga menjadi MCP (Monitoring Center of Prevention) KPK," ujar Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Kedua, Penataan PKL (pedagang kaki lima). Ini adalah yang paling rumit. Pemerintah sudah menata sedemikian rupa untuk menghadapi bulan Ramadhan. Para PKL ditempatkan di sepanjang jalan seberang alon-alon.

Awalnya semuanya setuju. Namun tiba-tiba mereka protes kepada Gus Ipul yang saat itu sedang memantau penataan alon-alon, Senin (27/03) sore. Mereka menuntut untuk kembali berjualan di sepanjang jalan tepian alun-alun.

Akhirnya Gus Ipul mengabulkan tuntutan PKL dengan catatan, hanya dimasa bulan Ramadhan dan setelah lebaran akan kembali ke lokasi semula. Syarat yang kedua, Gus Ipul meminta para PKL menggelar dagangannya tidak nempel trotoar.

Baca Juga: Angin Kencang Rusak 3 Rumah Warga di Pasuruan

"Pedagang harus mengambil jarak dari trotoar agar tidak ada kesan menutupi keindahan Alun - alun. Kita sudah upaya memberi dukungan rombong atau mereka bisa mengganti rombongnya lebih baik lagi supaya tidak terkesan kumuh. Kita harus bersihkan kekumuhan alon-alon secara bertahap," ucap Sekjen PB NU ini.

Kemudian yang ketiga adalah masalah becak. Bagaimana becak nanti tidak mengganggu arus lalulintas semestinya, dan tempat parkirnya, serta bagaimana menaikan dan menurunkan penumpang.

"Masalah becak Ini membuat pandangan secara umum sedikit semerawut, agak kumuh dan dampaknya terhadap PAD belum terasa," urai Gus Ipul.

Baca Juga: Warga Pasuruan Tewas Terkena Ledakan Bondet

Dari permasalahan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah berhenti melakukan penataan alun-alun. Simulasi akan terus dilakukan hingga mendapatkan konsep yang pas dan final.

"Kita sudah berdialog dengan PKL mereka ada keberatan keberatan kita dengarkan keberatannya. Kemudian parkir juga kita dengar keberatannya. Sejumlah pihak yang menyampaikan keberatan kita dengarkan dengan baik, nanti akan kita rumuskan lagi, kita simulasikan lagi, kita akan coba terus menerus sampai habis lebaran, mudah mudahan sudah ada konsep yang final," jelasnya. ris/wo

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU