Bedak Johnson and Johnson Picu Sebabkan Kanker, Siap Ganti Rugi Rp 133 Triliun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bedak Johnson and Johnson (J&J) disinyalir picu kanker. SP/ SBY
Bedak Johnson and Johnson (J&J) disinyalir picu kanker. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Merek dagang terkenal, Johnson and Johnson (J&J) kembali menghadapi ribuan tuntutan hukum yang menyatakan bahwa bedaknya menyebabkan kanker. Namun pihaknya bersikeras pada keamanan dan kemurnian produk ikoniknya aman.

Kasus tersebut mencuat berawal dari adanya dokumen internal yang menunjukkan bahwa bedak tabur perusahaan terkadang tercemar asbes karsinogenik dan J&J menyimpan informasi tersebut dari regulator dan publik.

Sementara itu, terdapat catatan internal perusahaan, kesaksian persidangan, dan bukti lain menunjukkan bahwa setidaknya dari tahun 1971 hingga awal 2000an, bedak mentah dan bubuk jadi J&J terkadang terbukti positif mengandung asbes dalam jumlah kecil, dikutip dari Investigasi tahun 2018 oleh kantor berita Reuters, pada Senin (10/04/2023).

Selama bertahun-tahun, telah diketahui bahwa banyak sumber bedak secara alami terkontaminasi asbes, yang menyebabkan mesothelioma. Kedua mineral tersebut sering terjadi dalam formasi geologi yang sama.

Meski demikian, J&J tidak fokus pada isu kontaminasi asbes pada bedak bayi yang merupakan salah satu produk konsumen andalannya. Perusahaan itu akhirnya membayar sejumlah uang ganti rugi yang dialami korban bedak bayi tabur itu. Banyak di antara mereka mengidap kanker ovarium langka yang dikaitkan dengan penggunaan bedak tabur bayi J&J dalam jangka waktu lama.

Dikutip dari laman Asbestos, begitu serat asbes masuk ke dalam tubuh, mereka dapat bersarang di jaringan lunak secara permanen, menyebabkan peradangan dan kerusakan sel selama bertahun-tahun.

Studi terbaru telah mengaitkan paparan asbes dengan peningkatan risiko kanker ovarium, terutama di kalangan wanita yang mungkin telah menggunakan bedak talek yang terkontaminasi asbes. Asbes dan bedak adalah mineral alami yang sering ditemukan berdekatan. Bedak dapat terkontaminasi asbes selama proses penambangan.

Produk bedak talek yang terkontaminasi asbes telah menyebabkan kanker pada orang yang menghirup bedak secara teratur. Beberapa peneliti menyarankan ketika wanita mengoleskan bedak yang terkontaminasi ke alat kelamin mereka setelah mandi atau berendam, serat asbes mungkin juga menyebar ke saluran reproduksi ke ovarium mereka.

Sebuah studi penelitian retrospektif tahun 2021 menyimpulkan bahwa tumor ovarium dapat dikaitkan dengan asbes atau paparan bedak yang terkontaminasi. Para peneliti memeriksa sampel jaringan ovarium, memindai mikroskop elektron dan mendeteksi serat asbes dengan kristal bedak dalam beberapa kasus. 

Sementara itu, Johnson & Johnson setuju untuk membayar ganti rugi US$ 8,9 miliar atau sekitar Rp 133 triliun untuk menyelesaikan puluhan ribu tuntutan hukum yang menyatakan bahwa bedak bayi dan produk lainnya dari merek tersebut menyebabkan kanker. Jumlah itu lebih besar dari tawaran awal Johnson & Johnson atau J&J sebesar US$ 2 miliar atau US$ 30 triliun.

Namun demikian, J&J bersikukuh bahwa produk bedaknya aman dan tidak menyebabkan kanker.  Perusahaan menyatakan bahwa  ganti rugi tersebut dilakukan untuk memuluskan langkah perusahaan dalam mengajukan permohonan pailit untuk kedua kalinya. Permohonan ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya sempat ditolak oleh pengadilan Amerika Serikat. Pegajuan pailit dilakukan oleh anak perusahaan J&J, LTL Management.

Perusahaan juga mengumumkan niatnya untuk menghentikan penjualan produk bedak bayi di seluruh dunia pada 2023. Berdasarkan Company Market Cap, Johnson & Johnson merupakan perusahaan farmasi dengan nilai pasar terbesar. Per 21 Oktober 2022,  kapitalisasi pasar  perusahaan ini mencapai US$434.10 milyar. 

Johnson & Johnson mempertahankan posisi itu sejak tahun lalu. Nilai pasarnya sebesar US$ 419,10 miliar pada November 2021 Di urutan kedua ada Eli Lilly yang juga merupakan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat. Eli Lilly tercatat memiliki Nilai pasar mencapai US$312.88 miliar. 

Berikutnya perusahaan farmasi asal Swiss, Roche, menempati peringkat ketiga dengan nilai pasar US$264.35 miliar. Diikuti AbbVie, Pfizer, dan Merck. dsy/dc

 

 

Berita Terbaru

Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini

Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini

Rabu, 15 Jul 2026 11:29 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten…

Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan, Pemkab Magetan Kembangkan Pupuk Organik

Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan, Pemkab Magetan Kembangkan Pupuk Organik

Rabu, 15 Jul 2026 11:21 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mewujudkan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terus mengupayakan pengembangan…

Musim Kemarau, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Normalisasi Sungai dan Irigasi

Musim Kemarau, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Normalisasi Sungai dan Irigasi

Rabu, 15 Jul 2026 10:54 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya mengantisipasi musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengoptimalkan normalisasi sungai dan…

Ketua MPR RI - Ketua MA, Ketemu Bahas Independensi Hakim

Ketua MPR RI - Ketua MA, Ketemu Bahas Independensi Hakim

Rabu, 15 Jul 2026 10:53 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 10:53 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani memimpin silaturahmi ke Mahkamah Agung (MA) RI. Muzani mengingatkan agar MA terus menjaga independensi kehakiman…

Mantan Wakil Kepala BGN Ngaplo, LPSK Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Mantan Wakil Kepala BGN Ngaplo, LPSK Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 15 Jul 2026 10:51 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, ngaplo. Wakil Ketua LPSK Susilaningtias menyebut permohonan yang diajukan Sony…

Penampilan Argentina Belum Meyakinkan

Penampilan Argentina Belum Meyakinkan

Rabu, 15 Jul 2026 10:49 WIB

Rabu, 15 Jul 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memilih meredam tensi menjelang laga. "Ini adalah pertandingan sepak bola. Mereka memiliki pelatih yang…