Bisnis Hotel dan Restoran di Jember Masih Lesu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember Dwi Taufiq Wahyu mengatakan, perkembangan bisnis hotel dan restoran di Kabupaten Jember belum sesuai harapan.

Hal itu disebabkan karena bisnis hotel dan restoran di Kabupaten Jember masih bergantung pada acara atau event yang digelar pemerintah. Adapun jumlah pengunjung pada Februari dan Maret cenderung mengalami penurunan.

“Pada Februari, ada penurunan tingkat hunian. Mungkin dikarenakan awal tahun, dan di sisi lain, bidang pariwisata Jember masih ada ketergantungan terhadap event-event pemerintahan maupun swasta. Selama Februari hanya ada beberapa event, dan kalaupun ada sebatas skala lokal,” kata Wahyu, Selasa (11/4/2023).

Terlebih lagi, lanjut Wahyu, saat ini kegiatan di Jember masih berskala lokal sehingga tidak mempengaruhi jumlah hunian hotel.

“Kurang lebih hanya untuk masyarakat lokal Tapal Kuda, sehingga tak berdampak pengaruhnya terhadap hunian hotel,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel setara bintang di Jember pada Februari 2023 mencapai 41,03 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 7,11 poin jika dibandingkan bulan Januari 2023.

Sementara jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2022, TPK tahun ini cenderung mengalami penurunan sebesar 2,09 poin.

Kemudian, untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel setara bintang di Jember pada Februari 2023 mencapai 1,17 hari, turun dibanding bulan sebelumnya. Pada umumnya tamu menginap di hotel setara bintang berkisar antara satu sampai dua hari. Pada periode yang sama, RLMT Februari 2023 mengalami penurunan sebesar 0,51 hari jika dibandingkan RLMT periode yang sama tahun lalu.

“Mengingatkan pada Maret, kurang lebihnya kenaikan tak terlalu signifikan. Selain karena event terbatas, juga dikarenakan bulan Maret masuk bulan puasa. Otomatis mempengaruhi tingkat hunian,” terangnya.

Kendati demikian, PHRI pun tetap mengapresiasi lembaga atau instansi yang menggelar kegiatan di hotel.

“Itu termasuk support besar untuk tingkat hunian. Kami mohon support dari pemerintahan maupun swasta. Adanya event juga tak hanya berskala lokal atau khusus warga Jember. Harapan kami event minimal skala Jawa Timur atau nasional, sehingga bisa mempengaruhi perekonomian, khususnya pariwisata di Jember,” tuturnya.

Menurutnya, lesunya gairah bisnis perhotelan juga berimbas ke bisnis rumah makan atau restoran.

“Saat ini yang kami data, rumah makan maupun restoran tahun ini tak seperti tahun-tahun sebelumnya pada saat buka puasa bersama cukup banyak. Mungkin juga karena dampak Pak Presiden yang melarang buka puasa bersama meskipun untuk pejabat atau ASN (Aparatur Sipil Negara). Tahun lalu untuk buka puasa kami harus booking jauh-jauh hari. Tapi pada Ramadan tahun ini, on the spot langsung datang masih banyak ketersediaan meja kosong,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa Jember Fashion Carnaval masih jadi andalan untuk mendatangkan pengunjung. Namun JFC tahun lalu berbeda dengan saat sebelum pandemi.

“Sebelum pandemi beberapa tamu long stay (tinggal lebih lama) sampai puncak Grand Carnaval. Tapi pada 2022 ada perubahan. Sehari sebelum Grand Carnaval penuh, tapi pada saat Grand Carnaval malah sepi,” ucapnya.

“Mungkin karena jadwal penyelenggaraannya berubah, hanya dua sampai tiga hari saja. Itu pun dilaksanakan malam hari, sehingga selesai kegiatan tamu langsung pulang,” imbuhnya.

Lebih lanut, PHRI berharap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Jatim tahun ini tidak selesu saat 2022 kemarin.

“Tingkat hunian tidak begitu tinggi karena Porprov terbagi pada Juni dan Juli. Ketika dibagi rata dalam satu bulan, tingkat hunian pada bulan pelaksanaan porprov memang cukup rendah,” tandasnya

Selainitu, PHRI juga berharap ada banyak kegiatan yang digelar sepanjang bulan Agustus mendatang.

“Kami harap pemerintah mengadakan full kegiatan, entah motor trail dan lain sebagainya,” pungkasnya. jbr

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…