Disoal, Kantor Pemkab Sumenep Ditutup Rapat, Ada Apa dengan Pelayanan Satu Pintu?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Reporter Surabaya Pagi Sumenep, Ainur Rahman, saat hendak masuk ke Kantor Pemkab Sumenep yang tertutup. SP/Dok
Reporter Surabaya Pagi Sumenep, Ainur Rahman, saat hendak masuk ke Kantor Pemkab Sumenep yang tertutup. SP/Dok

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kantor Pemerintah Daerah Kab. Sumenep di soal sejumlah media dan Lembaga kontrol sosial, (LSM) pasalnya kantor yang seharusnya dibuka untuk masyarakat Sumenep itu malah ditutup rapat, hanya untuk karyawan saja.

Anggota LMR RI Kab. Sumenep, Amiruddin dan Ketua Laskar anti Korupsi Indonesia (LAKI) kab. Sumenep, Misnadin S Kanoma pada saat mendatangi kantor Pemkab Sumenep, Rabu (12/4) mengaku kaget melihat semua akses pintu masuk tertutup rapat.

Menurut Amiruddin, Kantor Pemerintah itu seharusnya terbuka lepas untuk pelayanan masyarakat, namun kenyataannya pintu masuk ditutup rapat terkecuali bagi pegawai pemerintah daerah itu sendiri. Katanya

"Jadi, saya kira kurang pas, jika akses pintu masuk ke pelayanan masyarakat Kab. Sumenep tertutup dan hanya dapat dibuka bagi karyawan setempat"

Makanya hal ini, perlu di pertanyakan mengingat pelayanan yang seharusnya dibuka seluas-luasnya, apalagi, resepsionisnya, menanyakan sangat detil, perlu kepada siapa, dan keperluannya apa. Tegasnya

"Tugasnya, penerima tamu, itu cukup menanyakan perlu ke siapa, sudah selesai, gak usah ditanya perlunya apa, emangnya dia bisa jawab apa, orang yang datang ke kantor itu sudah dipastikan ada persoalan"

Sementara, Ketua Laskar Anti Korupsi  Indonesia (LAKI) Kab. Sumenep, Misnadin S. Kanoma, mengatakan, jika pemerintah Daerah saat ini kurang memberikan pelayanan prima sesuai dengan tagline " Bismillah Melayani"

"Jelas, tidak masuk akal, jika semua akses pelayanan menggunakan akses tertutup, apalagi, Satpam yang menunggu di depan pintu ikut nanya-nanya, tentang keperluannya apa"

Hal ini, kata Misnadin, Pemerintah daerah ini harus dipertanyakan, mengingat adanya ruang tertutup dan sulitnya untuk dijumpai baik oleh awak media maupun lembaga sosial.

Oleh karena itu, pintu tertutup itu akan terus disoal, mengingat tidak berimbangnya kebijakan yang dibikin pemkab, tentang "Bismillah melayani" 

Sementara, Media Surabaya Pagi, Ainur Rahman, pada saat hendak mendatangi Kabag Humas Pemkab Sumenep, mengaku disambut resepsionis dengan mengisi daftar tamu kemudian di tanyakan tentang keperluannya apa, padahal sudah jelas dari media.

Ketersinggungan ini memicu konflik tidak sedap di lingkungan pemerintahan daerah kab. Sumenep, karena menurutnya, seorang wartawan yang datang, pasti tujuannya untuk klarifikasi mengenai persoalan atau temuan dibawah.

"Artinya jika yang bukan bersangkutan, tak perlu tanya detil, cukup mengantarkan kepada yang bersangkutan, bahkan parahnya lagi, sampai ada yang dihalang-halangi"

Jadi, kata Rahman panggilan akrabnya, jika seorang wartawan atau LSM yang datang ke Kantor, tak perlu ditanya tentang keperluannya apa, cukup dipertemukan langsung kepada yang diperlukan. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…