Islah Bahrawi Soroti Politisasi Agama dalam Terorisme

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme Ekstrimisme dan Terorisme Densus 88 Anti Teror RI, Islah Bahrawi. Foto: SP/Timotius Devan.
Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme Ekstrimisme dan Terorisme Densus 88 Anti Teror RI, Islah Bahrawi. Foto: SP/Timotius Devan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme Ekstrimisme dan Terorisme Dentasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror RI, Islah Bahrawi menyampaikan beberapa poin mengenai gerakan-gerakan radikal di Jawa Timur, di antaranya dia mengatakan bahwa saat ini hampir seluruh kabupaten di Jatim memiliki DPO yang berasal dari berbagai gerakan radikalisme.

Dalam sambutan acara forum silarutahmi dan perkuatan komitmen menjaga Jatim yang digelar oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya itu, Islah Bahrawi dengan tegas mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan di Jatim agar tidak pernah menganggap enteng gerakan-gerakan radikal yang ada di setiap daerah. Pasalnya, Islah menyebut bahwa gerakan-gerakan radikal tersebut bersifat masif, terstruktur dan sistemik.

“Mereka ini berdiri dengan berbagai gerakan tersembunyi yang berusaha masuk dan menyusup ke berbagai lembaga-lembaga normatif, di tengah-tengah kita bisa saja ada salah satu dari mereka, kita tidak akan tahu.” sebut pria yang akrab disapa Cak Islah itu, Rabu (11/4).

Cak Islah menerangkan, segala sumber radikalisme hingga terorisme yang ada, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia bersumber dari politisasi agama. Tujuannya adalah kekuasaan dalam Negara tersebut, karena dengan itu mereka bisa meng-hegemoni dan meng-homogenisasi semua orang agar sama seperti mereka.

“Semua bersumber dari politik, mereka semua memiliki kepentingannya masing-masing, yaitu kekuasaan. Akibatnya, masyarakat di bawah yang terpecah belah. Bukan hanya kelompok, di tahun 2018-2019 angka perceraian meningkat dengan alasan perbedaan pilihan capres/parpol.” sebut Cak Islah.

Oleh karena itu, Cak Islah menegaskan, jika ingin melawan radikalisme dari politisasi agama ini, masyarakat kaum muslim harus mau berpolitik tanpa menjadikan agama sebagai kendaraan politik. Sedangkan jika agama dijadikan sebagai alat untuk memperlancar kekuasaan, maka ia mengatakan, akan ada brutalitas atas nama agama yang berpotensi muncul.

“Bahkan yang agamanya sama pun bisa saling mengkhafirkan, hanya karena perbedaan politik.” ujarnya.

Islah Bahrawi sendiri dikenal sebagai seseorang yang berani bersuara untuk mengingatkan masyarakat, betapa berbahayanya paham-paham radikalisme melalui media sosial. Ia menyebut bahwa ini merupakan salah satu langkah untuk melawan politisasi agama yang terjadi di Indonesia.

“Saya termasuk yang paling kencang menyuarakan ini di media sosial, silahkan pilih wakil kalian, silahkan pilih capres kalian, tapi jangan memilih dengan mengkhafirkan orang yang tidak sama pilihannya, penyadaran seperti itu yang kita bangun di seluruh masyarakat kita.” tutupnya. dev

Berita Terbaru

Pelajar Surabaya Rancang Permainan untuk Lawan Penipuan Keuangan Digital

Pelajar Surabaya Rancang Permainan untuk Lawan Penipuan Keuangan Digital

Kamis, 29 Okt 2026 16:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tingginya akses layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti pemahaman yang memadai, terutama di kalangan pelajar. Kondisi ini menjadi t…

Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Pemkot Targetkan Selesai November

Rumah Pompa Surabaya Capai 90 Persen, Pemkot Targetkan Selesai November

Kamis, 29 Okt 2026 16:45 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penyelesaian pembangunan rumah pompa dan infrastruktur pendukung pengendalian banjir…

Bimtek SIROLEG, Satpol PP Madiun Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal

Bimtek SIROLEG, Satpol PP Madiun Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal

Kamis, 29 Okt 2026 15:27 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun memperkuat pengawasan peredaran rokok ilegal melalui peningkatan kemampuan petugas d…

Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Tingkatkan Kapasitas Pompa Sekardangan

Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Tingkatkan Kapasitas Pompa Sekardangan

Kamis, 29 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menjelang musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meningkatkan kapasitas pompa Sekardangan dari 50 menjadi 250 liter…

Siapkan Pendampingan dan Rehabilitasi, Pemkab Bojonegoro Bebaskan 15 ODGJ dari Pasung

Siapkan Pendampingan dan Rehabilitasi, Pemkab Bojonegoro Bebaskan 15 ODGJ dari Pasung

Kamis, 29 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Salam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui sinergi Dinas…

Harga Sayuran di Pasar Bunulrejo Malang Naik 2 Kali Lipat Pasca Diguyur Hujan

Harga Sayuran di Pasar Bunulrejo Malang Naik 2 Kali Lipat Pasca Diguyur Hujan

Kamis, 29 Okt 2026 15:03 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Pasca wilayah Malang Raya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sejumlah harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar…