PA GMNI Jatim dan AMSI Jatim Kolaborasi Perbanyak Tanduran Kebangsaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua PA GMNI Jatim Deni Wicaksono bersama pengurus AMSI di kantor sekretariat AMSI Jatim di Kota Surabaya, Senin (12/12/2022).
Ketua PA GMNI Jatim Deni Wicaksono bersama pengurus AMSI di kantor sekretariat AMSI Jatim di Kota Surabaya, Senin (12/12/2022).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Radikalisme tengah menjadi ancaman yang meluas di masyarakat. Paham yang menonjolkan praktik intoleransi ini telah menyebar, melalui berbagai cara dan hampir berada di semua sektor.

Hal ini menjadi tantangan bersama, terutama jika dikaitkan dengan kehidupan berbangsa. Radikalisme berpotensi besar menimbulkan disintegrasi.

Situasi ini disampaikan oleh Dewan Pengurus Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Jawa Timur saat bersilaturahmi ke sekretariat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim di Kota Surabaya pada Senin (12/12/2022).

Ketua DPD PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono mengungkapkan, pengaruh paham radikalisme ternyata sudah ditanamkan sejak dini, dari berbagai sumber yang saya terima. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat dampak yang timbul sangat membahayakan.

"Banyak yang resah tentang menguatnya pengaruh radikalisme, walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan untuk membendung paham ini. Namun potensi ancamannya masih cukup besar" ujar Deni.

Deni mengungkapkan, saat audiensi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu, pihaknya saling berbagi fakta terkait gerakan radikalisme. Pemprov Jatim, terang dia, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran paham tersebut. Dan pada titik itu kita bersama sama memiliki komitmen untuk sebanyak mungkin menyemai tanduran kebangsaan.

Selain itu, hal yang juga menjadi fokus pembahasan dengan Gubernur Jatim yaitu terdapat fakta tak kalah memprihatinkan munculnya kekerasan gangster terutama di Surabaya. Hal ini menambah kekhawatiran terhadap kondisi bangsa yang tengah menjalani banyak ujian kebangsaan.

Problem ini, menurut Deni, sudah masuk pada ranah ideologi berbangsa dan bernegara yang dampaknya cukup mengkhawatirkan. Apalagi jika melihat pada sejumlah temuan, radikalisme telah menyebar kuat pada sendi - sendi fundamental kenegaraan.

Untuk menguatkan komitmen tersebut, PA GMNI Jatim akan berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Diharapkan melalui kolaborasi timbul upaya bersama untuk menghalau dampak radikalisme tersebut. Termasuk dengan media online agar hoax yang menyebar di media sosial terkait propaganda dan agitasi radikalisme bisa dicegah dan diklarifikasi. Ini upaya bersama kita untuk menyemai lebih banyak lagi tanduran kebangsaan.

"Kami mengharapkan dukungan pula dari AMSI Jatim untuk menguatkan dan berkolaborasi. Karena ini masalah kita bersama saat ini. Kondisinya, mohon maaf saat ini kita sedang tidak baik-baik saja," kata Deni.

Dia pun menyadari betul, hal ini ada kaitannya dengan tahun politik. Namun demikian, pihaknya tidak ingin menarik isu ini hanya pada ranah politik mengingat dampaknya jauh lebih mengkhawatirkan.

Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman, menyambut baik gagasan yang disampaikan PA GMNI Jatim. Dia mengungkapkan ada kegelisahan yang sama terkait masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam ancaman radikalisme.

"Sebenarnya memang selama ini masih terserak kekuatan yang punya visi dan kepedulian yang sama," kata Arief.

Arief berkaca pada Arab Spring yang terjadi di negara-negara Timur Tengah, di mana dampaknya tersebar luas berkat media sosial. Padahal, saat itu media sosial belum berkembang pesat seperti sekarang.

"Apalagi sekarang ini sudah ada 200 juta lebih pengguna media sosial. Ini justru ancaman sangat besar, apalagi yang menjadi konsumen adalah anak-anak muda, ini mudah sekali terpapar".

Apalagi jika memahami algoritma digital, Arief menilai ini membuat pengguna internet semakin terkurung. Ini karena algoritma digital, khususnya media sosial, akan memberikan informasi yang cenderung disukai oleh penggunanya.

"Kalau seperti itu kan, perspektif kita menjadi sangat sempit. Itu tentu semakin menimbulkan fanatisme, ekstremisme pemikiran terhadap kelompok tertentu menjadi semakin kuat. Karena tidak komprehensif ya, pandangan-pandangan atau pemikiran itu tidak semuanya masuk," tutupnya.

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …