Bos Startup Sayurbox PHK Lagi Karyawan Jelang Lebaran, Begini Penjelasannya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pendiri Sayurbox, Amanda Cole. SP/ SBY
Pendiri Sayurbox, Amanda Cole. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Lebaran yang tinggal sebentar lagi, startup e-grocery Sayurbox kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) namun tidak disebutkan berapa jumlah yang terdampak. Padahal belum lama ini Sayurbox sempat memberhentikan 5% karyawannya.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut lantaran perusahaan sedang melakukan tim restrukturisasi ke channel penjualan lainnya di dalam organisasi. Namun langkah ini membuat Sayurbox terpaksa harus melepas beberapa anggota di tim B2C.

Manajemen menyadari kontribusi dan dedikasi yang signifikan dari para anggota tim dan mengucapkan terima kasih yang tulus atas kerja keras mereka.

"Keputusan ini tidak diambil dengan mudah, tetapi diperlukan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang perusahaan," jelas Amanda Susanti Cole, Co-Founder sekaligus CEO Sayurbox, dikutip Minggu (16/04/2023).

Perusahaan berjanji akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada pihak-pihak yang terkena dampak dari keputusan ini, termasuk paket kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pihak manajemen juga akan menyediakan sejumlah program yaitu dengan menyediakan akses ke platform pencarian pekerjaan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki lowongan.

Siapa Sosok Pendiri dan Pemilik Sayurbox ?

Startup e-grocery Sayurbox ini sendiri pertama kali didirikan oleh Amanda Susanti Cole. Ia merupakan seorang pengusaha yang sempat bekerja sebagai pegawai swasta sebelumnya.

Adapun berkat Sayurbox yang didirikannya, pemilik nama lengkap Amanda Susanti Cole biasa di kenal dengan Amanda Cole itu berhasil masuk daftar Forbes kategori 30 Under 30 Forbes di Industri, Manufacturing & Energy 2019. Forbes memberikan penghargaan kepada Amanda karena bisnis Sayurbox yang didirikannya dinilai telah memberikan pengaruh signifikan bagi masyarakat.

Sebelum mendirikan Sayurbox, Amanda Cole bekerja di sebuah perusahaan swasta. Beberapa waktu kemudian, dia memutuskan membangun usaha perkebunan bersama beberapa orang temannya.

Akan tetapi bisnis perkebunan yang ia fokuskan saat itu adalah dengan menjual berbagai tanaman yang bukan asli Indonesia dan hasil panennya didistribusikan ke restoran fine dining.

Seiring berjalannya waktu terjun di e-bisnis tersebut, Amanda bertemu para petani di Indonesia yang kemudian membuka matanya untuk membantu para petani agar dapat menjual hasil panen dengan jangkauan lebih luas.

Sebab saat itu Amanda menemukan berbagai permasalahan para petani, di mana mereka kesulitan menjual hasil panennya. Kondisi itulah yang kemudian mendorong Amanda untuk menyediakan wadah untuk para petani agar dapat menjual hasil panennya secara digital.

Usai berbincang dengan para petani di berbagai pelosok Indonesia, khususnya petani dan supplier yang ada di daerah, Amanda kemudian mendirikan Sayurbox agar distribusi jualan mereka lebih mudah ke konsumen.

Melihat peluang dan isu sosial yang tengah terjadi, Amanda bertekad mendirikan Sayurbox sebagai wadah penyelamat para petani lokal. Dengan idenya yang brilian, dia ingin sekali menolong para petani mendistribusikan hasil panennya dengan memotong rantai distribusi.

Dia melihat rantai distribusi petani di daerah atau supplier daerah terbilang panjang banget. Karena itu dirinya pun memikirkan bagaimana caranya agar dapat menciptakan efisiensi dalam mendistribusikan hasil petani lokal langsung ke konsumen.

Dengan menjual barang berupa sayur mayur serta buah-buahan yang komplit, langsung ke tangan konsumen atau pembeli. Dia juga melihat gaya hidup masyarakat saat ini semakin menghargai sebuah kesehatan ditambah dengan padatnya aktivitas di luar.

Dengan cara membeli secara online seperti ini lah akhirnya Sayurbox pun dirasa dapat menjadi salah satu penolong bagi kebanyakan masyarakat urban. Nah berkat itulah akhirnya Sayurbox berhasil berdiri sejak 2016 lalu. dsy/dc/cnbc

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Pidato Bahasa Madura di Puncak Hari Jadi ke-757, 16 Penghargaan Jadi Kado Istimewa

Bupati Sumenep Pidato Bahasa Madura di Puncak Hari Jadi ke-757, 16 Penghargaan Jadi Kado Istimewa

Minggu, 01 Nov 2026 12:52 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Puncak Peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep berlangsung unik dan berbeda. Upacara yang digelar di depan Masjid Jamik…

Perkuat KDMP, Pemkab Bojonegoro Dorong Peningkatan Kapasitas Pengurus

Perkuat KDMP, Pemkab Bojonegoro Dorong Peningkatan Kapasitas Pengurus

Minggu, 01 Nov 2026 12:47 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Guna memperkuat kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro…

Tekan Inflasi, DKPP Kota Madiun Gencarkan Gerakan Pangan Murah Bergilir

Tekan Inflasi, DKPP Kota Madiun Gencarkan Gerakan Pangan Murah Bergilir

Minggu, 01 Nov 2026 12:40 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya dalam menekan inflasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, terus menggencarkan Gerakan Pangan…

Parade Juang 2026, Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 14 Titik Kantong Parkir

Parade Juang 2026, Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 14 Titik Kantong Parkir

Minggu, 01 Nov 2026 12:35 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mendukung kelancaran Parade Juang 2026 pada Minggu (01/11/2026), Dinas Perhubungan (dishub) Kota Surabaya menyiapkan rekayasa…

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Peredaran Minuman Keras Tak Sesuai Perizinan

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Peredaran Minuman Keras Tak Sesuai Perizinan

Minggu, 01 Nov 2026 12:30 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras yang tidak sesuai dengan ketentuan…

Berpotensi Picu Kemacetan, Pemkot Surabaya Segel 23 Unit Kios Tak Berizin

Berpotensi Picu Kemacetan, Pemkot Surabaya Segel 23 Unit Kios Tak Berizin

Minggu, 01 Nov 2026 12:23 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berpotensi menjadi pemicu kemacetan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyegel sebanyak 23 unit kios di Jalan Tambak…