Ayah Kandung Tak Sesali Bunuh Putrinya Sendiri, Tapi Sesali Nikahi Istrinya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Affan, pelaku yang membunuh anaknya sendiri yang masih berusia 9 tahun.
Affan, pelaku yang membunuh anaknya sendiri yang masih berusia 9 tahun.

i

Polisi akan Tes Kejiwaan Pelaku 

 

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kasus pembunuhan AZ (9), bocah di Gresik yang tewas mengenaskan setelah ditikam berkali-kali oleh M Qodad Afalul alias Affan yang tak lain adalah ayah kandungnya masih terus didalami pihak kepolisian.

Polisi akan melakukan tes psikologi terhadap tersangka yang dengan tega menghabisi darah dagingnya tersebut.

"Kita tes psikologi untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan, Selasa (2/5/2023).

Selain itu, lanjut Aldhino, tes psikologi juga untuk memastikan apakah pelaku dalam keadaan sadar saat membunuh putrinya. Sebab, dari awal pelaku sudah berniat dan merencanakan aksi pembunuhan ini.

"Ini juga untuk bukti tambahan, saat persidangan. Tapi hasilnya belum keluar. Jika nanti hasilnya sudsh keluar dan dinyatakan tidak ada kelainan jiwa, artinya pelaku dalam keadaan sadar saat membunuh anaknya," tambah Aldhino.

Aldhino juga berjanji akan segera menyampaikan hasil tes kejiwaan ini pada awak media. "Nanti hasilnya akan kami sampaikan," lanjutnya.

 

Akan Hadirkan Ibu Korban

Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini menyebut, proses penyidikan dan pemberkasan terus dilakukan. Berkas kasusnya akan segera dikirim ke Kejaksaan Negeri Gresik.

"Kami juga berupaya menghadirkan istri tersangka. Sampai saat ini keberadaannya belum diketahui," imbuhnya.

Sementara itu Affan mengaku tak menyesal usai menghabisi putri kandungnya. Sebaliknya, ia malah menyesal karena pernah menikah dengan perempuan yang berprofesi sebagai LC (Ladies Companion) atau pemandu lagu karaoke.

"Kalau membunuh anak saya nggak menyesal, karena anak saya masuk surga. Yang saya sesalkan itu menikah dengan LC (istri)," kata Affan, Selasa (2/5/2023).

 

Istrinya LC di Rumah Karaoke

Affan mengaku mengenal istrinya, DV, di sebuah rumah hiburan di Surabaya. Saat itu DV sering menemani Affan karaoke.

"Kenalnya di rumah karaoke Surabaya. Sering ketemu dan akhirnya pacaran," ujar pria 29 tahun itu.

Setelah cukup lama menjalin hubungan, keduanya lalu menikah. Sang istri memutuskan untuk berhenti jadi LC.

Namun, di tengah perjalanan membina rumah tangga, keluarga tersebut terhimpit ekonomi. Affan mengaku istrinya banyak menuntut.

 

Pelaku Bisnis Narkoba

Dia lalu memutuskan untuk jadi kurir narkoba. Selain itu, Affan juga pemadat. Saat menjalani bisnis haram itu, Affan ditangkap Polrestabes Surabaya pada Juli 2016. Selama Affan mendekam di penjara, DV kembali jadi LC.

"Harusnya saya cari istri yang biasa. Nggak harus cantik tapi apa adanya, tapi semua sudah terlanjur dan ini adalah pilihan yang harus saya jalani," sesal Affan.

Diketahui sebelumnya, pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (29/4/2023) sekitar pukul 04.30 WIB. Pelaku bernama Muhammad Qodad Afalul membunuh anak kandungnya dengan menusuk punggung korban menggunakan pisau.

“Saat korban tidur telungkup di kamar itu lah, pelaku ini menusuk anak kandungnya hingga 24 kali. 3 diantaranya hingga tembus jantung,” jelas Wakapolres Gresik Kompol Erika Purwana Putra.

Pria yang akrab disapa Affan itu mendekam di penjara usai membunuh anaknya. Ia mengakui sempat stres berat karena istrinya yang kabur dari rumah dan menjadi pemandu lagu atau LC (Ladies Companion).

Affan menambahkan, istrinya meninggalkan ia bersama putrinya tiga hari sebelum kejadian pembunuhan. Ia menganggap istrinya kembali ke pekerjaannya yang dulu pernah dilakukannya sebelum menikah.

"Kayaknya jadi LC lagi, dulu kenalnya di tempat karaoke terus kita nikah. Kemarin minggat terus posting-posting di media sosial bersama laki-laki lain dan gonta-ganti," tutur Affan.

 

Berharap Anaknya Masuk Surga

Meskipun demikian, Affan membantah jika alasan membunuh putrinya karena sakit hati ditinggal istrinya menjadi LC. Ia hanya ingin putrinya tidak lagi memikirkan keadaan keluarga yang sudah berantakan.

"Sekarang kan anak saya sudah bahagia di akhirat, jadi gak perlu lagi mikir saya dan ibunya," jelas Affan.

Selain itu, Affan mengaku kasihan saat sang anak kerap memikirkan sang ibu. Hal ini membuat tekadnya semakin bulat untuk menghabisi nyawa anaknya sendiri. "Saya nggak menyesal, biar anak saya bahagia di akhirat gak mikir ibunya lagi," pungkasnya.

 

Coretan Terakhir Putri Pelaku

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menemukan barang bukti secarik kertas di TKP yang berisi pesan terakhir sebelum tewas mengenaskan dihabisi ayahnya sendiri, Afan. Secarik kertas buatan AK itu menampilkan gambar empat orang anak yang sedang menangis. Dengan salah satu karakternya diberi nama Airin.

Tak hanya itu, korban juga menyampaikan ucapan selamat tinggal. “Dari Zey untuk Airin. Selamat tinggal Airin. Selamat kenal Zae dan Pelangi dan Area,” tulis AK.

Tidak diketahui siapa ketiga sosok yang dimaksud oleh korban. Diduga gambar yang ditemukan di kamar AK ini dibuat sebelum kejadian pembunuhan yang dilakukan Afan pada Sabtu (29/4/2023).

Tersangka sempat ditunjukkan barang bukti gambar yang dibuat oleh anaknya sendiri yang menjadi korban. Afan menangis dan mengaku tidak menyesali perbuatannya sama sekali. Namun, dia juga mengatakan bahwa mengalami stres di bawah tekanan. ham/rmc

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…