Sarkawi, akan Bongkar Siapa yang Bermain Dibalik Berdirinya TUKS Kabupaten Sumenep

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelabuhan TUKS di Gresik Putih Kec. Kalianget Kab. Sumenep, diduga tak mengantongi izin. SP/Ainur Rahman
Pelabuhan TUKS di Gresik Putih Kec. Kalianget Kab. Sumenep, diduga tak mengantongi izin. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Pembangunan TUKS di Gersik Putih Kec. Kalianget Kab. Sumenep, terus disoal, karena lambannya penanganan dari pihak polres Sumenep, dan instansi terkait.

Menurut Sarkawi, masalah yang ditangani saat ini adalah persoalan serius, karena melibatkan banyak instansi yang berperan, salah satu diantaranya adalah, Pemerintah Desa dan Camat, terus Dinas Perikanan, Dinas lingkungan Hidup,  Perumahan Umum, Tata Ruang (PUTR) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Selain itu juga, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Sumenep yang mengeluarkan ijin bangunan, kemudian Bupati Sumenep saat itu yang ikut meresmikan reklamasi ilegal dan pembangunan pelabuhan TUKS tersebut 

"Bupati Sumenep yang meresmikan TUKS itu pada tahun 2015 lalu, artinya jika sudah diresmikan berarti tidak ada masalah, tapi kenapa di Instansi saling lempar pernyataan tidak tahu, bahkan diduga kuat tidak mengantongi izin."

Makanya, saya sedikit agak kesulitan karena banyaknya Dinas yang terlibat, sehingga saling lempar tangan, jadi belum ada titik temu.

"Sementara ini, dugaan saya, persoalan TUKS ini diulur-ulur supaya tidak ada titik temu dan kasus TUKS itu dianggap selesai, namun nyatanya tidak, kita akan usut tuntas masalah yang dapat merugikan orang banyak" 

Apalagi sambungnya, Pembangunan Terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) tidak jelas dan penuh persoalan, makanya, kita akan kawal terus masalah yang melibatkan para elit di birokrasi pemerintahan Kab. Sumenep.

"Pokoknya Kasus TUKS ini, kita akan usut sampai tuntas, sampai benar-benar ada titik temu, siapa yang bermain di balik layar pembangunan TUKS, sebab jika dibiarkan akan menjadi blunder persoalan yang tidak akan pernah selesai"

Dikatakan Sarkawi, pihaknya akan bekerja maksimal dalam memperjuangkan hak dan keadilan di Sumenep, agar pemerintah bisa pro rakyat 

"Jadi, jika ada ketidaksinkronan antara kebijakan publik yang terjadi antara Masyarakat dan pemerintah, perlu kita pertanyakan, karena menyangkut orang banyak bukan individu semata"

Kita tetap bela, sambungnya, sebab semua perbuatan sudah ada undang-undangnya yang mengacu kepada Perda dan Perbup, jadi siapapun yang melanggar pasti ada sanksi hukumnya.

Makanya, kata dia, pihaknya bersama tim dan lembaga sosial telah bersepakat untuk bekerjasama dalam mengungkap fakta dari situasi yang blunder ini.

"Saya akan lebih serius dan fokus  memperjuangkan kasus TUKS ini, karena persoalan ini rentan bermasalah "

Jadi, kedepannya biar disterilkan, antara program pemerintahan desa dan Kab. Sumenep, sebagai lembaga kontrol sosial tentu memiliki peranan penting untuk mengawal kebijakan program dan mengawasi jalannya roda pemerintahan di Kab. Sumenep. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…