Pemkab Situbondo Ajukan Nama Petani yang Belum Terdaftar Penerima Pupuk Subsidi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi. Foto: Kementan.
Foto ilustrasi. Foto: Kementan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Situbondo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo mengusulkan nama-nama petani yang belum tercatat sebagai penerima bantuan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat melalui aplikasi e-Alokasi Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, M Zaini mengatakan bahwa para petani yang belum tercatat sebagai penerima bantuan pupuk bersubsidi segera mendaftarkan diri ke kelompok tani di wilayahnya.

"Mengenai petani yang komplain karena tidak tercatat sebagai penerima pupuk bersubsidi itu salah satunya disebabkan nama pemilik lahan sawah luas lahannya lebih dari 2 hektare, sehingga secara otomatis ditolak oleh sistem e-Aplikasi," kata Zaini di Situbondo, Senin (22/5/2023).

Zaini memberi contoh seorang petani asal Desa/Kecamatan Jangkar, Herman Fauzi tidak terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi karena lahan sawah atas nama istrinya luasnya lebih dari 2 hektare.

Menurutnya, sesuai aturan penerima bantuan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat berlaku bagi petani yang memiliki lahan sawah di bawah 2 hektare.

"Kami belum menyampaikan secara langsung kepada yang bersangkutan bahwa saat diunggah lewat aplikasi e-Alokasi Kementerian Pertanian ditolak. Tapi setelah dilakukan perbaikan data, pada musim tanam kedua (Mei, Juni, Juli, Agustus) hanya bisa masuk sebagai petani penerima baru. Mereka baru bisa menerima tahun berikutnya," terangnya.

Maka dari itu, sambung Zaini, bagi para petani yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat agar segera mendaftar ke kelompok tani di masing-masing wilayahnya.

Kemudian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan mengunggah nama-nama petani sebagai peserta atau petani baru penerima bantuan pupuk bersubsidi ke aplikasi e-Alokasi.

"Syaratnya petani harus mendaftar jadi anggota kelompok tani di wilayah, selanjutnya berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan atau PPL," tuturnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Situbondo tahun ini mendapat kuota pupuk bersubsidi jenis urea 30.626 ton dan jenis NPK sekitar 20.000 ton sesuai jumlah nama petani penerima pupuk bersubsidi yang diusulkan melalui e-Alokasi.

Adapun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo telah menyalurkan pupuk bersubsidi jenis urea untuk memenuhi kebutuhan musim tanam kedua (MT II) yang berlangsung sejak awal Mei 2023.

Pada MT II di bulan Mei 2023 sebanyak 2.145 ton pupuk bersubsidi sudah disalurkan ke masing-masing kios pupuk. Musim tanam kedua (Mei, Juni, Juli, Agustus) pupuk bersubsidi yang disiapkan untuk disalurkan ke kios sebanyak sekitar 8.575 ton. Sehingga, tiap bulan pupuk subsidi disalurkan sekitar 2.145 ton.

Zaini meyakini, ketersediaan pupuk subsidi pada MT II sebanyak 8.575 ton dipastikan bisa mencukupi kebutuhan petani setelah panen raya pada bulan Maret-April 2023. stb

Berita Terbaru

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SIDOARJO- Laporan Komisi E DPRD Jawa Timur terhadap usulan anggaran BPBD Jawa Timur pada Rancangan APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD…

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur mendapat atensi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari…

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…