Bupati Jantung dari SOPD, Jika Jantungnya Lemah, Pemerintahan akan Hancur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah aktivis pada saat akan gelar Materi dengan para SOPD di lingkungan Pemerintahan Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Sejumlah aktivis pada saat akan gelar Materi dengan para SOPD di lingkungan Pemerintahan Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Pelayanan di lingkungan Satuan organisasi pemerintah Daerah (SOPD) di lingkungan Pemerintahan Bupati sumenep, Achmad Fauzi SH, MH, dituding para aktivis semakin tidak jelas.

Banyaknya persoalan buram itu, karena melihat penempatan kepala Dinas yang tidak sesuai dengan tupoksinya, mereka masih belajar menata dan mengkonsep ulang apa yang akan dikerjakan. Kata Ketua DPC Brigade 571 Sarkawi

" Seharusnya yang menjadi kepala Dinas itu yang memiliki kemampuan khusus di bidangnya, jadi gak usah kabur pada saat awak media hendak konfirmasi,  jika tidak mau dimintai keterangan pers terkait pekerjaannya, ya mundur saja jadi ASN, atau urus pensiun dini"

Banyaknya persoalan yang tidak ditangani oleh Kepala Dinas menambah lambatnya kinerja Bupati untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat di Kab. Sumenep. Tegasnya

Selain itu, persoalan pelayanan satu pintu terpadu, seakan menyempitkan ruang lingkup masyarakat untuk ketemu dengan pimpinan daerah, padahal Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) merupakan Kantor bersama milik Masyarakat Kab. Sumenep.

" Pokoknya lucu dan aneh, tak terlihat kerja nyata Bupati, hanya sebatas pencitraan saja, banyak penghargaan yang diterima, tapi banyak juga persoalan yang belum terselesaikan, salah satu contoh kasus perumahan Sumekar "

Kepala BPPKAD Kab. Sumenep, gak bisa ditemui awak media, menghindar dan selalu berdalih sibuk bahkan staf penjaga pintunya diberikan pelajaran bohong, disuruh bilang gak ada padahal ada, disuruh bilang ada rapat dan banyak dalil-dalil yang menyesatkan. Katanya

" Saya sudah berkali-kali mau menemui Kepala BPPKAD, mau mengklarifikasi terkait beberapa aset  Pemerintah yang dapat merugikan masyarakat, tapi tak pernah ditemui, kalaupun ada di kantor, sebentar lagi ada rapat, katanya, selalu banyak alasan"

Para aktivis di lingkungan Sumenep yang terakomodir dalam organisasi, Brigade 571, IKWAL dan KWRI akan menggelar audiensi di depan Gedung DPRD dan Pemkab Sumenep, terkait banyaknya persoalan yang kurang mendapat perhatian serius oleh SOPD di lingkungan pemerintah Kab. Sumenep.

" Kita sudah berkirim surat ke Gedung DPRD kab. Sumenep, tinggal menunggu jawaban kepastian tanggalnya, masalahnya sekarang sudah sulit untuk bisa ketemu langsung dengan kepala Dinas"

Kalau dengan Orasi, setidaknya dapat melepaskan kepenatan dan melampiaskan emosi yang disebabkan oleh tekanan kebijakan yang menyakitkan, di tengah kehancuran perekonomian dan kebingungan global,  Pemerintah Kab. Sumenep tak mampu mengentaskan kemiskinan. Kilahnya

" Selalu berbalik arah, di tengah hancurnya perekonomian dan jeritan para pengelola usaha, baik broker CV dan para kontraktor lainnya, Pemerintah melakukan pergeseran anggaran keuangan, sehingga banyak oknum pekerja yang kelimpungan"

Sekarang sudah masuk zaman edan, para birokrasi sudah semakin sulit ditemui di tempat terbuka, selalu rapat dan meeting, kunker, jadi tagline Pemerintah Kab. Sumenep dengan Jargon " Bismillah Melayani" selalu menjadi pertanyaan di ruang terbuka. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…