Mitos Pantangan Seputar Ibu Hamil Sulit Dibuktikan Secara Sains

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi ibu hamil muda. SP/ SBY
Illustrasi ibu hamil muda. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ibu hamil, terutama saat hamil muda pasti selalu dikaitkan dengan banyak larangan atau pantangan. Mulai dari mitos hingga larangan dari segi sains untuk kesehatan ibu dan bayi nantinya.

Namun, tak jarang saran dan larangan seputar ibu hamil tersebut kurang masuk akal bahkan sulit dibuktikan secara sains.

Salah satunya, ibu hamil muda dilarang duduk atau makan di muka pintu. Kemudian ada pula larangan duduk di atas lumpang. Sebab, nantinya hal itu akan menghambat kelahiran.

Selain itu, ada pula larangan untuk ibu hamil muda agar tak makan di tempat tidur. Apabila ibu hamil muda makan di tempat tidur nanti membuat proses persalinan sulit dan anak sering bisulan.

Kemudian ada pula larangan untuk ibu hamil muda mandi terlalu malam. Sebab hal itu bisa memperpanjang durasi kelahiran. Orang tua juga diminta tak membakar tempurung atau ranting bambu supaya si kecil kelak tidak tumbuh menjadi anak yang nakal. Sementara itu ada pula larangan makan di tempat tidur, karena bila bersalin akan sulit dan nanti anaknya bisulan.

Ibu hamil juga dilarang mengambil barang dengan berjinjit (berdiri pada ujung kaki), sebab akan mengakibatkan keguguran. Selain itu, ibu hamil dilarang mandi terlalu malam, karena akan memperpanjang saat kelahiran.

Terkait mandi, ibu hamil juga tak boleh berkalung handuk, sebab anaknya nanti akan kalungan usus. Selain kain handuk, ibu hamil juga dilarang berselimut sarung, takut anaknya nanti akan lahir bungkus.

Bukan hanya itu, ibu hamil juga disebut-sebut tidak boleh membuang air panas, supaya bayinya tidak mudah kena penyakit sulet.

Mitos Larangan Ibu Hamil Secara Sains

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi, Dokter Dinda Derdameisya, SpOG dari Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta mengatakan, banyak larangan untuk ibu hamil muda itu muncul dari mitos atau sulit dibuktikan secara sains.

"Jadi semua yang ada di atas itu mitos. Nggak ada yang benar sesuai medis," katanya, dikutip Senin (05/06/2023).

Kendati demikian, orang tua baru sebaiknya tak buru-buru membantah saran atau pantangan dari para orang tua. Tapi ia kemudian menambahkan, untuk tak cepat-cepat menentang pantangan dan anjuran itu, Moms.

Ia menyebut sebagai masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi tradisi. Selain itu, sikap tersebut juga sebagai bentuk menghormati orang tua. Artinya mitos dan anjuran itu sebenarnya tidak masalah apabila calon ibu ingin menjalaninya.

"Nggak apa-apa bila mau dijalankan, asalkan kita sebagai generasi muda tahu kalau secara medis itu nggak ada pengaruh. Jadi, melakukan yang dianjurkan nenek moyang, murni karena kita menghargai tradisi yang telah dibentuk," ujarnya.

"Selain itu penting pula bagi para ibu-ibu muda yang sedang hamil untuk tahu referensi medis dan ilmu pengetahuan terkait kehamilan. Jadi tradisi-tradisi itu nggak perlu ditentang," tutupnya. dsy/kmp

Berita Terbaru

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

SurabayaPagi, Bangkalan – Mengawali bulan suci Ramadan dengan semangat berbagi dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk T…

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…