KUPP Kecamatan Sapeken, Lakukan Klarifikasi LIPK, Kita Ikuti Jejak Langkahnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lembaga Independen Pengawas Keuangan Kab. Sumenep, Zaifidin saat dikunjungi reporter Surabaya Pagi. SP/Ainur Rahman
Lembaga Independen Pengawas Keuangan Kab. Sumenep, Zaifidin saat dikunjungi reporter Surabaya Pagi. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kepala Unit penyelenggara Pelabuhan  (KUPP) Kelas III Kec. Sapeken,  Kab. Sumenep, Muhamad Djumari, mengaku telah pekerja dengan setahap demi setahap. Karena berbenah bukanlah hal yang mudah.

Menurutnya, butuh waktu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan ditempat kerja, jadi dengan melakukan langkah-langkah sosialisasi kepada masyarakat khususnya di Kec. Sapeken. Tegasnya

"Jadi saya selama ini sudah melakukan sosialisasi kepada semua para nelayan di Sapeken, Kangean dan Pegerungan terkait begitu pentingnya keselamatan pelayaran di utamakan," katanya kepada Surabaya Pagi

Selain itu, kata dia, berbaur dengan para nelayan berikut memberikan paparan sosialisasi kepada mereka harus melalui teknik pendekatan, sebab saya adalah keberlangsungan dari program kepala yang sebelumnya. Jelasnya

"Terkait hal yang dituding oleh LSM terhadap nelayan yang tidak memiliki izin gerak, tapi tetap beroperasi, itu sudah saya lakukan pembinaan dan tidak serta merta memberhentikan aktifitas mereka yg sudah berjalan puluhan tahun karena mencakup isi perut"

Makanya hal yang saya lakukan saat ini adalah  pendekatan yg bersifat humanis, melakukan gerakan sadar kepada undang-undang pelayaran, dan taat hukum dengan baik, jadi, saya terus berbuat dan memperbaiki sistem pelayanan khususnya pelayaran di laut. Ungkapnya

Ia juga menjelaskan, Kepulauan Sapeken dikelilingi 18 pulau kecil, namun penduduknya cukup banyak di setiap pulau, dan mereka menggunakan transportasi laut sebagai sarana transportasi dan bekerja menafkahi keluarganya.

"Di dalam proses pelayaran dengan menggunakan transportasi laut,  saya selipkan dengan kegiatan positif yaitu mengukur dan memberi pas kecil gratis dibawah GT 7 kepada mereka, Dan alhamdulillah mereka antusias dan sudah banyak yg sudah kita ukur dan diberikan pas kecil"

Makanya langkah yang dilakukan kata dia, bermitra dan berkolaborasi dengan banyak pihak, baik itu Instansi Pemerintahan, Media dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), semakin banyak mitra akan menambah inovatif kerja saya sebagai Kepala di Kec. Sapeken.

"Walaupun saya bukan orang asli kepulauan Sapeken,  Insya Allah, saya akan melakukan kegiatan pemerintahan di kepulauan yg saya bawahi menjadi kepulauan yg aman, lancar dan laik laut di moda transportasinya terutama terkait keselamatan pelayarannya"

Selain itu juga pihaknya mengaku berterima kasih kepada awak media dan LSM karena telah diingatkan untuk bekerja sesuai dengan tupoksinya.

"Terima kasih, karena kita sudah  saling mengingatkan dengan baik, karena semua yang dilakukan adalah untuk kebaikan bersama, terutama bagi mereka yang menggunakan pelayaran laut " pungkasnya

Secara terpisah,  Zaifidin dari Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) Kab. Sumenep, mengaku, ada banyak temuan ketidaksesuaian antara perkataan dan tindakan, jadi biar nanti kita pertemukan sekalian gelar materi.

"Saya tidak suka berdebat di Media, dan saya bicara sesuai dengan fakta, jika masih mengelak, tunggu saja, kita ikuti langkah-langkahnya, sebab, semua bisa bicara, semua bisa berpendapat, tapi pada akhirnya kebenaranlah yang akan menutup semua cerita"

Makanya, nanti akan saya ungkap satu persatu, sebagai pembelajaran bahwa perkataan dan perbuatan tidak serta merta sama, masih ada faktor x yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan dan dikerjakan. Tegasnya

"Biarkan saja, kita ikuti saja dulu alur ceritanya, semua data sudah saya kumpulkan, tinggal melakukan proses satu langkah menuju pelaporan, saya tidak mau berdebat, tapi saya hanya ingin menyampaikan faktanya"

Jadi, kata dia. Tunggulah, sampai kebenaran menjawabnya sendiri. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…