ANALISA BERITA

Pemaksaan Proporsional Tertutup Jadi Tanda Bahaya Demokrasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Yanuar Prihatin, Wakil Ketua Komisi II DPR RI
 Yanuar Prihatin, Wakil Ketua Komisi II DPR RI

i

SURABAYAPAGI, Jakarta -  Saya menilai, sistem proporsional tertutup membahayakan demokrasi. Sebab, pemaksaan sistem itu akan merugikan partai-partai politik sebagai peserta pemilihan umum.

Internal parpol akan mengalami guncangan karena mesinnya akan kekurangan energi sebagai akibat pasifnya caleg nomor urut bawah. Bahkan, bisa saja caleg yang memilih diam untuk bertarung atau mundur.

Bila MK memaksakan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 parpol sebagai peserta pemilu paling rugi, tanda bahaya untuk perjalanan demokrasi.

Padahal, saya melihat, kegairahan seseorang menjadi caleg antara lain karena keadilan dalam sistem proporsional terbuka. Sistem ini membuat caleg terpilih atas dasar suara terbanyak, bukan karena nomor urut.

Kondisi semacam itu tentu saja sangat merugikan partai.

Lalu, dalam waktu pendek partai dipaksa untuk menentukan strategi baru dalam pemenangan pemilu yang bercorak tertutup. Hal ini bukan persoalan ringan bagi kebanyakan partai politik peserta pemilu.

Mereka yang terus mendorong sistem proporsional tertutup sangat memahami kondisi internal parpol. Hal ini yang mereka harapkan karena parpol tidak siap bertarung dalam kontestasi politik.

Itu membuat mereka mudah mengendalikan situasi pemilu sesuai skenario. Pemaksaan sistem cermin mereka ingin melanggengkan kekuasaan pesimistis dan tidak percaya diri bertarung sistem terbuka.

Mereka ingin menguasai keadaan, tapi dengan cara yang membahayakan demokrasi, membawa kembali demokrasi ke alam kegelapan. Apalagi, dengan menyeret MK terlibat dalam urusan ini.

Sistem pemilu komponen jadi kewenangan pembuat undang-undang, DPR dan pemerintah. Adapun sikap delapan parpol DPR menolak tertutup. Saya memperkirakan, ini yang mendorong MK harus dikondisikan.

Dikondisikan masuk ke pusaran politik sebagai jalan pintas untuk menusuk jantung parpol.

Pada akhirnya, MK diuji kecerdasan dan kebijaksanaan politiknya. Padahal, ini bukan urusan akademik perdebatan konsep tentang sistem pemilu, melainkan ini cuma menjadi permainan politik yang liar.

Bila MK bisa ke luar dari pusaran politik yang membabi buta ini, MK akan dicatat sejarah sebagai penyelamat demokrasi.

(Lewat keterangannya yang dikutip dari laman Republika.co.id, ditulis Minggu (11 Juni 2023)

Berita Terbaru

Jumat Berkah: Maulud di Solo

Jumat Berkah: Maulud di Solo

Jumat, 28 Agu 2026 04:38 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 04:38 WIB

MAULID Nabi adalah hari untuk mengingat kelahiran dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia, tradisi maulid sering diadakan pada bulan Rabiul Awal dalam…

Ngaku Uangnya Miliaran Digelapkan Pegawai

Ngaku Uangnya Miliaran Digelapkan Pegawai

Jumat, 28 Agu 2026 04:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 04:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Konten kreator Meicy Villia atau yang lebih dikenal dengan nama Vilmei, mendatangi Polres Metro Bekasi Kota bersama kuasa hukumnya, Koko…

BEM UI dan BEM-SI tak Mau Demo

BEM UI dan BEM-SI tak Mau Demo

Jumat, 28 Agu 2026 04:33 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 04:33 WIB

SURABAYAPAGI.com - BEM UI, dan BEM Seluruh Indonesia (BEM-SI) menyatakan masih pikir-pikir ikut serta dalam aksi ini, tanpa menentang rencana aksi 27…

HINGGA SEMALAM JAKARTA AMAN

HINGGA SEMALAM JAKARTA AMAN

Jumat, 28 Agu 2026 04:31 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 04:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Hingga pukul 21.00 wib semalam, kota Jakarta aman. Polda Metro Jaya mengungkap adanya sejumlah kelompok yang terafiliasi anarko yang diduga…

Anggota DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Warga Ajak Kepung

Anggota DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Warga Ajak Kepung

Jumat, 28 Agu 2026 04:27 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 04:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Rapat digelar ketika massa Demo 27 Agustus menyampaikan aspirasi di depan kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Namun, agenda tersebut masih…

BGN Terus Bersih-bersih Dapur

BGN Terus Bersih-bersih Dapur

Jumat, 28 Agu 2026 04:25 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 04:25 WIB

SURABAYAPAGI.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara penambahan unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi G…