Frekuensi Keramas Tergantung Jenis Rambut yang Dimiliki, Cuaca, dan Usia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Banyak orang keramas setiap hari, sementara ada juga yang melewatkan keramas selama beberapa hari. Konsultan dokter kulit, ahli dermatologi kosmetik, sekaligus ahli bedah kulit, The Esthetic Clinics, dr Rinky Kapoor, memaparkan idealnya intensitas keramas rambut.

Rambut sehat dan indah pasti diinginkan semua orang. Untuk merawat rambut dengan baik, menjaga kebersihannya adalah langkah pertama. Setiap orang berbeda satu sama lain dalam hal bentuk dan kondisi tubuh, sehingga kebutuhan mereka untuk keramas juga berbeda.

Para ahli mengatakan, frekuensi keramas tergantung pada jenis rambut yang dimiliki, cuaca, dan juga usia. Mereka yang memiliki rambut tipis atau halus, rajin berolahraga, banyak berkeringat, berketombe, gatal-gatal, atau tinggal di tempat yang panas dan lembab, maka orang itu dapat mempertimbangkan untuk mencuci rambut setiap hari.

“Mereka perlu keramas dengan benar untuk memastikan rambut tidak rontok, tidak berminyak atau lengket,” kata dr Kapoor, dikutip dari Hindustan Times, Selasa (13/6/2023). 

Orang dengan rambut lebih tebal, dan kulit kepala kering, dapat menghindari keramas selama beberapa hari. Meskipun jenis rambut dan kondisi cuaca tertentu mungkin memerlukan keramas setiap hari, bukan berarti harus menggunakan sampo dalam jumlah banyak karena hal ini dapat merusak rambut.

“Ini juga merupakan ide yang baik untuk menjaga kebersihan rambut dengan membatasi jumlah sampo yang digunakan, tambahkan sedikit air ke dalamnya dan keramas lah,” kata dia.

Keramas setiap hari dapat menghilangkan sebum yang dibutuhkan untuk tetap terkondisi dan halus. Sampo adalah pilihan yang bagus untuk membersihkan kulit kepala dan rambut, dengan memungkinkan seseorang menghilangkan kotoran dan debu, serta ketombe, keringat, dan produk perawatan rambut.

“Jika kita aktif, dan berolahraga setiap hari maka ada kemungkinan keringat menumpuk dan menjebak kotoran di rambut, jadi kita perlu keramas setidaknya tiga kali sepekan. Namun seiring bertambahnya usia, kulit kepala menghasilkan lebih sedikit minyak, menciptakan kebutuhan keramas yang lebih jarang,” kata dr Kapoor.

Tidak keramas pun bisa menjadi masalah bagi rambut. Jika tidak keramas dengan sampo, paling tidak bisa keramas biasa dengan air. Jika tidak keramas ini dapat menyebabkan peradangan pada folikel rambut yang disebut folikulitis, dan jerawat di kulit kepala.

Sebaiknya, konsultasikan dengan ahlinya yang akan memandu tentang seberapa sering seseorang harus mencuci rambut sesuai dengan kondisi rambut dan jenis kulit kepala. “Pastikan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh ahlinya dan kita akan dapat menata rambut dengan mudah,” kata dr Rinky.hlt/na

 

 

Tag :

Berita Terbaru

Satlantas Polres Gresik Sabet Penghargaan Teraktif 2 dari Polda Jatim

Satlantas Polres Gresik Sabet Penghargaan Teraktif 2 dari Polda Jatim

Rabu, 08 Apr 2026 13:59 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Berkat kinerja yang aktif dan k…

Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership

Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership

Rabu, 08 Apr 2026 13:20 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:20 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam a…

Kontraktor Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi Hasil Audit BPKP, Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Tertunda

Kontraktor Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi Hasil Audit BPKP, Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Tertunda

Rabu, 08 Apr 2026 13:08 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Kelanjutan proyek rehabilitasi Alun-Alun di Kota Kediri masih terkendala perbedaan nilai ganti rugi pembayaran antara pemerintah dan…

Dinilai Tak Adil! Sosialisasi Parkir Digital Berakhir Ricuh, Jukir Minta Bagi Hasil 70 Persen dan Pemkot 30 Persen

Dinilai Tak Adil! Sosialisasi Parkir Digital Berakhir Ricuh, Jukir Minta Bagi Hasil 70 Persen dan Pemkot 30 Persen

Rabu, 08 Apr 2026 13:03 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi akan menetapkan parkir digital dengan menggelar sosialisasi kepada juru parkir…

Diterjang Hujan Angin Kencang di Malang, BPBD: 12 Pohon Tumbang hingga 8 Atap Rumah Warga Rusak

Diterjang Hujan Angin Kencang di Malang, BPBD: 12 Pohon Tumbang hingga 8 Atap Rumah Warga Rusak

Rabu, 08 Apr 2026 12:48 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Cuaca ekstrem akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan dan rata di Indonesia. Salah satunya di Kecamatan Poncokusumo dan Kepanjen,…

Musim Panen Raya Padi Jadi Ladang Cuan Tukang Ojek Gabah di Nganjuk

Musim Panen Raya Padi Jadi Ladang Cuan Tukang Ojek Gabah di Nganjuk

Rabu, 08 Apr 2026 12:39 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 12:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Memasuki musim panen raya di wilayah Nganjuk, Jawa Timur menjadi berkah tersendiri bagi para usaha ojek gabah di wilayah Desa…