18,76 Persen Warga Sumenep Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung BPS Sumenep. Foto: Pemkab Sumenep.
Gedung BPS Sumenep. Foto: Pemkab Sumenep.

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep melaporkan sebanyak 206.020 warga Sumenep atau sebesar 18,76 persen warga Sumenep hidup di bawah garis kemiskinan. Data tersebut berdasarkan hasil pendataan Susenas pada Maret 2022.

Kepala BPS Sumenep Ribut Hadi Candra mengatakan bahwa persentase penduduk miskin pada tahun 2022 tersebut turun 2,75 persen jika dibandingkan pada 2021.

“Kalau dibandingkan dari sisi jumlah, penduduk miskin kondisi Maret 2022 turun 18.053 orang dibanding 2021,” kata Ribut, Senin (03/07/2023).

Adapun penduduk miskin merupakan penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Pada tahun 2022, rata-rata nilai garis kemiskinan (GK) di Kabupaten Sumenep tercatat sebesar Rp 427.882/kapita/ bulan.

Angka ini mengalami kenaikan 6,71 persen dibandingkan nilai GK pada Maret 2021. Kenaikan GK sangat dipengaruhi oleh meningkatnya harga-harga kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Tetapi membahas persoalan kemiskinan itu bukan hanya membahas jumlah dan persentase penduduk miskin. Namun juga harus diperhatikan dimensi lainnya, yakni tingkat kedalaman kemiskinan dan tingkat keparahan kemiskinan,” jelasnya.

Sementara itu, indeks kedalaman kemiskinan (Poverty Gap Index) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan (Poverty Severity Index) memberikan informasi mengenai gambaran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

Dua indeks kemiskinan tersebut di Kabupaten Sumenep semuanya mengalami penurunan. Untuk indeks kedalaman pada 2022 tercatat sebesar 3,72 atau menurun 1,01 poin dibanding periode yang sama pada 2021. Sedangkan indeks keparahan 2022 tercatat sebesar 1,16 atau turun 0,4 poin dibanding 2021.

“Penurunan indeks kedalaman kemiskinan ini mengindikasikan adanya perbaikan rata-rata standar hidup atau kesejahteraan penduduk miskin,” ujarnya.

Ribut menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumenep. Seperti peningkatan mobilitas masyarakat pasca penanganan Covid-19. Selain itu, adanya curah hujan di musim kemarau yang menyebabkan lahan masih bisa ditanami padi.

Dengan demikian, sektor pertanian yang mendominasi lapangan usaha di Sumenep mendapatkan keuntungan ekonomi dari musim kemarau basah.

“Selain itu adanya penyaluran berbagai program bantuan sosial baik berupa perlindungan kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, UMKM, ini memberikan dampak positif menjaga daya beli masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pengukuran angka kemiskinan BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar dengan menentukan garis kemiskinan. Garis kemiskinan terdiri dari dua komponen, yakni garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM).

GKM merupakan nilai kebutuhan minimum makanan baik padi, umbi-umbian, ikan, daging, telur, susu, dll. Sedangkan GKBM adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. smn

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…