Insiden Ngeri Saat Malam Suro, Kereta Api Tabrak Truk Trailer, Muncul Api Mirip 'Setan'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas gabungan TNI, Polri, KAI, Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan relawan berupaya mengevakuasi truk tronton bernomor polisi B 9934 IG yang tertabrak kereta api KA 112 Brantas. SP/ SMR
Petugas gabungan TNI, Polri, KAI, Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan relawan berupaya mengevakuasi truk tronton bernomor polisi B 9934 IG yang tertabrak kereta api KA 112 Brantas. SP/ SMR

i

SURABAYAPAGI.com Semarang - Beredar video kecelakaan yang melibatkan sebuah kereta api dengan sebuah truk trailer di perlintasan Madukoro, Kecamatan Semarang Barat hingga disebut-sebut muncul kobaran api besar diyakini berbentuk seperti setan.

Kejadian naas tersebut bertepatan pada malam 1 Suro, pada tanggal 18 Juli 2023 untuk penanggalan Jawa. Kini video kejadian itu menjadi viral di media sosial lantaran menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan kebakaran yang cukup hebat.

Banyak warganet yang menyangkut pautkan kejadian tersebut dengan  dengan malam 1 Suro. "Malam 1 Suro, ngeri," kata salah seorang warganet, Kurniawan Putra Wahyu.

"Malem Suro lur, ati2 yen metu2, jolali ndungo," tutur warganet lainnya, Yu Lam Minna.

Kronologi Kejadian, Muncul Kobaran Api Berbentuk Menyeramkan

Dalam rekaman video yang tersebar di media sosial, terlihat bahwa kereta api tersebut datang dari arah Barat menuju Timur. Saat kereta api mendekati palang pintu perlintasan di Madukoro, terlihat sebuah truk kontainer yang terjebak di tengah rel. Sementara itu, palang pintu kereta api sudah tertutup.

Kereta api Brantas dengan kecepatan tinggi menabrak bagian depan truk trailer yang membawa muatan flatbed tersebut. Truk langsung meledak hingga mengeluarkan percikan api. Bahkan ada yang mengaitkan api yang berkobar tersebut berbentuk menyeramkan seperti ‘Setan’.

Beruntungnya, meskipun kereta api terhenti akibat tabrakan tersebut, lokomotifnya berhasil berhenti tepat di atas jembatan yang melintasi Sungai Banjir Kanal Barat. Namun, sebagian gerbong kereta api lainnya terhenti di atas jembatan tersebut, menggantung di atas sungai.

Salah seorang petugas kepolisian yang berada di lokasi Bripka Iwan mengatakan saat ini tim damkar sedang berupaya memadamkan api yang membara usai kecelakaan tersebut. Demikian dikutip dari video yang beredar di media sosial.

Sedang tim relawan berusaha menolong korban yang mengalami luka seiring insiden ini.  "Relawan menolong korban yang panik dan lompat dari kereta api," ujar Bripka Iwan, Rabu (19/07/2023).

Masinis dan asistennya pun dipastikan melompat ke tempat yang aman. Setelah melompat ke sungai, masinis berenang ke sisi barat dan asistennya berenang ke sisi timur.

Sementara itu, tim penyelamat dan petugas kepolisian segera dikerahkan ke lokasi kecelakaan untuk memberikan pertolongan dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan di kalangan masyarakat. Kecelakaan kereta api merupakan insiden serius yang dapat berakibat fatal. Kemacetan lalu lintas di perlintasan kereta api sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Kurangnya kesadaran dan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas serta kelalaian dalam menjaga keamanan di sekitar perlintasan kereta api merupakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian ini.

Pihak berwenang perlu mengambil tindakan yang tegas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api dan menghukum pelanggaran yang terjadi. 

Berikut 7 mitos malam 1 Suro yang dipercayai oleh sebagian masyarakat Jawa: 

  • Dilarang Keluar Rumah, bulan Suro dipercaya masyarakat Jawa sebagai bulan yang identik dengan kesialan, bencana, hingga hal-hal buruk. Oleh karenanya, masyarakat Jawa memiliki mitos yang melarang orang-orang untuk bepergian atau keluar rumah. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran akan terjadinya hal-hal buruk yang menimpa mereka ketika bepergian, terutama melakukan perjalanan yang jauh.   
  • Arwah Leluhur Pulang ke Rumah, alasan lain kenapa orang Jawa dilarang keluar rumah ketika malam satu Suro adalah kepercayaan bahwa pada malam tersebut para arwah leluhur pulang ke rumah untuk mengunjungi keluarga mereka. Orang Jawa percaya, arwah-arwah tersebut harus disambut dengan berdoa di dalam rumah oleh keluarga yang menghuni rumah tersebut.   
  • Dilarang Menggelar Pesta Pernikahan, bulan Suro merupakan bulan yang dianggap sakral oleh masyarakat Jawa. Pada bulan ini, terdapat banyak ritual yang dilakukan oleh mereka. Oleh karena itu, pesta pernikahan, khitanan, atau pesta-pesta lainnya tidak boleh dilakukan karena berbarengan dengan ritual lainnya. Mitosnya, orang yang memaksakan diri untuk menggelar pesta di bulan Suro akan mendapatkan kesialan. Hal ini umumnya dipercaya oleh orang tua Jawa.   
  • Dilarang Pindah Rumah, selain dilarang keluar rumah, masyarakat Jawa juga memiliki mitos yang melarang orang-orang untuk pindah rumah. Jika seseorang memaksakan diri untuk pindah rumah, dipercaya akan mendapatkan kesialan Hal ini dilatarbelakangi oleh masyarakat Jawa yang masih mempercayai adanya hari baik dan hari buruk. Menurut mereka, malam satu Suro adalah salah satu hari buruk bagi prosesi pindah rumah. Mereka percaya bahwa orang yang pindah rumah pada malam satu suro akan mengalami hal buruk.   
  • Dilarang Berisik, tapa bisu adalah ritual yang dilakukan oleh masyarakat di Keraton Jogja dan sekitarnya. Ritual ini dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi wilayah Keraton tanpa mengucapkan sepatah kata. Hal itu dilakukan pada malam satu Suro. Peserta dilarang berbicara selama mengikuti rangkaian ritual tersebut. Hal ini dilakukan sebagai metode introspeksi diri atas kesalahan dan segala hal yang terjadi dalam hidup selama setahun ke belakang.   
  • Dilarang Membakar Sampah, hal ini sama seperti larangan pindah rumah. Sebagian masyarakat Jawa melarang membakar sampah pada malam satu Suro. Jika tetap dilakukan maka akan mengalami hal buruk dan kesialan.   
  • Dilarang Membuka Usaha Baru, sebagian masyarakat Jawa percaya jika membuka usaha baru pada malam 1 Suro, maka akan mengalami kesialan. Itulah 7 mitos malam 1 suro yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa hingga sekarang. dsy

Berita Terbaru

Budiono Kawal Penyerahan  Sapi 1,2 Ton dari Presiden Prabowo

Budiono Kawal Penyerahan Sapi 1,2 Ton dari Presiden Prabowo

Selasa, 26 Mei 2026 17:53 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyalurkan sapi kurban berbobot 1,2 ton untuk Pondok Pesantren Modern Al Fatimah…

IIMS Surabaya 2026, Produsen Tawarkan SUV 7-Seater Elektrifikasi untuk Segmen Keluarga

IIMS Surabaya 2026, Produsen Tawarkan SUV 7-Seater Elektrifikasi untuk Segmen Keluarga

Selasa, 26 Mei 2026 17:49 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Segmen kendaraan keluarga berbasis elektrifikasi semakin kompetitif seiring hadirnya berbagai model baru dalam ajang Indonesia I…

Salurkan BLT DBHCHT, Ratusan Buruh Rokok di Bojonegoro Terima Bantuan

Salurkan BLT DBHCHT, Ratusan Buruh Rokok di Bojonegoro Terima Bantuan

Selasa, 26 Mei 2026 17:40 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:40 WIB

SurabayaPagi, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (…

Momentum Hari Raya Idul Adha Dongkrak Ekonomi Peternak, Stok Jatim Surplus

Momentum Hari Raya Idul Adha Dongkrak Ekonomi Peternak, Stok Jatim Surplus

Selasa, 26 Mei 2026 17:35 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:35 WIB

SurabayaPagi, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pengecekan langsung kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1…

Surabaya Kian Strategis Jadi Pusat Distribusi Otomotif Kawasan Timur Indonesia

Surabaya Kian Strategis Jadi Pusat Distribusi Otomotif Kawasan Timur Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 17:29 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bridgestone Tire Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 yang digelar p…

Terancam Dirumahkan di 2027, Ribuan Guru Honorer Non-Dapodik Gruduk DPRD dan Pemkab Ponorogo 

Terancam Dirumahkan di 2027, Ribuan Guru Honorer Non-Dapodik Gruduk DPRD dan Pemkab Ponorogo 

Selasa, 26 Mei 2026 15:48 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 15:48 WIB

SURABAYA PAGI,Ponorogo– Gelombang keresahan melanda ribuan guru honorer di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sebanyak hampir 1.000 guru yang tergabung dalam F…