Viral Gegara YouTube Marlo Volix, Ibunda Keisya Levronka Angkat Bicara: ''Menjadi Diri Sendiri Tidaklah Salah''

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Keisya Levronka. SP/ JKT
Keisya Levronka. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Nama Keisya Levronka masih menjadi sorotan dan perbincangan banyak orang mengenai masalah attitude dan cara bicaranya yang diduga tidak sopan saat podcast bersama Marlo di kanal YouTube Volix.

Diketahui, viralnya Keisya tersebut beredar melalui potongan-potongan video dan sempat trending topik di twitter. Awalnya podcast tersebut diunggah ke kanal YouTube Volix, namun setelah viral, video tersebut dihapus dan sudah tak tersedia lagi.

Bahkan kini, akun Instagram Keisya dikabarkan menghilang. Netizen pun ganti menyerbu akun Instagram ibunda Keisya, Levi Leonita Havron. 

Diketahui, sang ibunda kini ikut angkat bicara setelah dirinya sempat bungkam melalui postingan terbarunya, Levi mengunggah foto dirinya dengan Keisya dengan menuliskan sebuah pesan bijak.

"Menjadi diri sendiri tidaklah salah, hanya saja dibutuhkan kedewaan dlm menempatkan situasi, waktu, tempat, dan berhadapan dgn siapa. Karena hidup adl belajar. Belajar dr kesalahan dan pengalaman sbg proses pendewasaan diri," tulis Levi dalam kolom keterangan foto di akun Instagram pribadinya, Minggu (23/07/2023).

Levi juga meminta anaknya untuk ikhlas menerima segala konsekuensi atas kesalahan yang diperbuat. Levi mengajarkan pelantun Tak Ingin Usai itu untuk bertanggung jawab.

"Terima saja sbg pelajaran berharga utk mjd lebih baik. Salah ya diperbaiki, jatuh ya bangkit lg, gagal ya dicoba lg, ini yg dinamakan pantang menyerah. I love u," tulisnya.

Di akhir caption, Levi juga meminta maaf apabila ada kesalahan dari pihak mereka yang membuat pihak-pihak tertentu tersakiti. Ia juga berterima kasih atas segala dukungan dan kritiknya untuk Keisya.

"Kami terima segala masukannya dgn senang hati. Semoga mjd pelajaran berharga bagi kami sekeluarga. Dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya utk hal2 yg tdk berkenan, baik perkataan maupun perbuatan, disengaja maupun tidak. We love u gaes," tutupnya.

Diduga Tidak Nyaman dan Diremehkan, Ini Fakta Awal Percakapan Podcast Marlo dan Keisya

Keisya dan Marlo kini masih hangat diperbicarakan. Banyak netizen yang mencari-cari podcast full tersebut yang sempat diunggah oleh kanal Youtube Volix, namun tidak ditemukan karena sudah dihapus.

Diketahui, dari potongan percakapan tersebut, tampak Keisya sejak awal sudah tak nyaman dengan Marlo. Sebab, Marlo terlihat agak rasis karena membahas kedaerahan Keisya.

"Budak rupiah, ada yang baru nih di Volix, kita kedatangan tamu, idol lagi, idol lagi. Keisya Lepronka," ucap Marlo saat membuka acara.

"Ih, mentang-mentang gue dari pedalaman gitu ya. Tadi lo bilang, 'Gimana rasanya orang Kabupaten yang datang?'" jawab Keisya Levronka.

"Gue enggak pernah loh ngomong gitu. Masa sih?" timpal Marlo.

Penyanyi jebolan Indonesian Idol itu menganggap Marlo sengaja membuat nada bicara ngapak karena tahu dirinya bersuku Jawa. Keisya mengaku sudah tak kuat sejak awal podcast dimulai.

"(Keisya) lahir dan besar di Malang. Terus?" ucap Marlo.

"Enggak ngapak gitu sih, itu logat lo ngapak. Salah, beda server. Terserah deh, baru mulai ya? Gue sudah enggak kuat," jawab Keisya.

Marlo juga sempat berkata kasar pada Keisya. Kata-kata itu keluar saat Keisya meminta Marlo menebak berapa umurnya saat ia pindah ke Jakarta.

"Kamu gede di Malang? Ke Jakarta umur berapa?" tanya Marlo.

"Tebak, please," jawab Keisya.

"Eh, anak bab*. Kita lagi podcast, ya," ujar Marlo.

Kemudian, Marlo pun membahas soal logat medok Keisya saat menggunakan kata "gue-elo". Marlo memberi saran agar Keisya tak memakai kata-kata itu, karena terlihat aneh.

"Kamu kan anak Malang, kok bisa ngomong gue-elo? Ada yang pernah bilang enggak cocok, gak?" tanya Marlo.

"Pernah," sahut Keisya.

Pelantun lagu Tak Ingin Usai itu kemudian menjelaskan bahwa dirinya bicara "gue-elo" karena ada kebutuhan syuting. Ia bahkan sampai harus berlatih untuk menghilangkan logat medok Jawa yang dimilikinya.

"Ada kisahnya. Aku tuh dulu syuting, kan harus lo-gue karena anak Jakarta. Gue awal syuting bukan hafalin skrip, bukan perdalam karakter. Tapi gue tiap malam kayak lo-gue, lo-gue. Terus orang (Jakarta) kalau kita ngomong aku-kamu kayak baper gitu cowok-cowok di dunia ini," jelas Keisya.

"Di dunia ini? Bule enggak ngerti loh aku-kamu," timpal Marlo.

"Ngerti kok, gue ajarin dulu. Semua butuh proses saja," ucap Keisya.

"Enggak apa-apa, kamu di sini bisa jadi diri sendiri. Kalau enggak mau pakai lo-gue juga enggak apa-apa, karena terdengar aneh," kata Marlo.

Mendengar ucapan Marlo, Keisya hanya bisa tertawa getir. Ia kemudian bertanya apakah Marlo sedang menghina dirinya.

"Oh iya. Apakah itu hinaan?" tanya Keisya.

"Enggak, itu pujian. Pujian buat orang Kabupaten," jawab Marlo. 

Sebagai informasi, tak hanya gaya bicaranya saja, sikap Keisya pun dinilai berlebihan dan tak pantas. Gaya duduk Keisya Levronka pun menuai cibiran. Perempuan berusia 20 tahun ini tak sungkan mengangkat kakinya ke atas meja. Warganet menilai gaya Keisya Levronka saat podcast yang santai dengan menaikkan satu kaki ke atas kursi disebut tak beretika dan kurang sopan. dsy

Berita Terbaru

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Hari Jadi Tulungagung ke-821 bertema ‘Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi’ tahun ini lebih semarak den…

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…