Pro Kontra Isu Ahok Jadi Dirut Pertamina, Banyak yang 'Heboh dan Kepanasan'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. SP/ JKT
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini tengah banyak diperbincangkan bahkan hingga trending di twitter, adanya isu nama Ahok akan jadi Dirut Pertamina. Banyak pro kontra saat kabar tersebut di dengar.

Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ikut angkat bicara terkait isu yang santer beredar terkait Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menjadi direktur utama PT Pertamina.

Erick menyebut Ahok menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan untuk menduduki posisi Dirut Pertamina. Kendati demikian Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu menyatakan, nama-nama yang dipertimbangkan untuk rotasi jabatan bukan cuma Ahok.

Salah satu pegiat media sosial, Jhon Sitorus membahas wacana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Direktur Utama Pertamina. Menurutnya, banyak pihak yang sudah kepanasan dengan isu mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi Dirut Pertamina.

Hal tersebut diungkap Jhon Sitorus di akun Twitter miliknya, @Miduk17. Ia menyinggung bagaimana isu Ahok jadi Dirut Pertamina sudah memicu kehebohan yang luar biasa.

"Ahok jadi Dirut Pertamina baru sebatas isu, tetapi sudah banyak pihak yang hebohnya luar biasa. Berdalih 'perasaan kelompok tertentu', entah siapa maksudnya,” ujarnya, Selasa (25/07/2023).

Jhon Sitorus pun meyakini Ahok akan memberantas pelaku koruptor di lingkup Pertamina, jika memang pada akhirnya ditunjuk sebagai Dirut perusahaan pelat merah tersebut.

"Yang jelas, jika Ahok jadi Dirut Pertamina, tikus-tikus yang punya ladang basah minyak ilegal bakal dibakar habis," lanjut Jhon Sitorus.

Tak sampai di situ, Jhon Sitorus juga menganggap nama Ahok masih ditakuti banyak pihak hingga sekarang. Ini karena mantan Bupati Bangka Belitung itu selalu menyapu bersih pelaku-pelaku korup.

Cuitan Jhon Sitorus itu langsung mendapatkan atensi besar warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca 34 ribu kali dan dibanjiri beragam komentar warganet.

"Kirain selama 9 tahun tikus-tikus itu sudah dibakar Jokowi. Oh ternyata," sindir warganet.

"Mereka dah merasa ketakutan," sahut warganet.

"Sayang masih sebatas isu," timpal yang lain.

"Sebegitu takutnya sama kebersihan Ahok. Apa sih yang ditakutin kalau Ahok menempati posisi tertentu? Selama Anda gak melanggar Undang-undang, kerja bener, kerja keras dan kerja cerdas, gak ngaruh mau kerja bareng Ahok atau siapapun. Harusnya berpikir positif, minimal kinerja tuh kaya Ahok!" dukung warganet.

Sementara itu, menurut Sekretaris Majelis Syuro PA 212, Slamet Maarif mengatakan, pihaknya jelas menolak keras wacana tersebut. Ahok kata dia bukan sosok kompeten yang dapat merugikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Imbasnya Pertamina kata dia bisa gulung tikar.

"Dan terbukti selama Ahok jadi komisaris, kan Pertamina merugi, kok mau jadi dirut, aneh kan? Yang jelas kita menolak Ahok jadi dirut agar Pertamina enggak bangkrut dan tidak merugikan Indonesia," kata Slamet.

Senada Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212, Novel Bamukmin juga menolak keras wacana Ahok jadi Dirut Pertamina. Dia mengatakan selama masuk di jajaran petinggi Pertamina, BUMN ini justru merugi hingga Rp92 triliun. Jadi kata dia, Ahok harus ditolak memimpin perusahaan tersebut.

"Apalagi kalau Ahok jadi dirut sudah diduga kuat memang ingin Pertamina gulung tikar dan diambil alih oligarki, puncaknya Depo Pertamina di Plumpang bisa kebakaran hebat sampai memakan korban jiwa," kata Novel.

Novel pun mengaku heran dengan rezim Jokowi, lantaran masih banyak putra putri bangsa terbaik yang lebih pantas menduduki jabatan Dirut Pertamina ketimbang Ahok. dsy

Berita Terbaru

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pengaturan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2…

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

RENCANA pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sejak awal diposisikan sebagai salah satu program…

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…