Pelapor Minta Tanah Asset Desa Dikembalikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mohammad Siddik, SH, MH, pelapor tanah tak jelas, di perumahan Bumi Sumekar Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Mohammad Siddik, SH, MH, pelapor tanah tak jelas, di perumahan Bumi Sumekar Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Penegakan hukum atas Penyidikan tanah di bumi Sumekar Kab. Sumenep, sesuai dengan pelaporan Mohammad Siddik SH,MH,  Ke Polda Jatim, diminta untuk menetapkan pelaku kejahatan sesuai dengan bukti laporan.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Muhammad. Siddik SH, MH, mengaku tidak memiliki kepentingan terhadap hak tanah di perumahan Sumekar, hanya saja, dirinya merasa tersentuh secara nurani, melihat perlakuan keji mafia tanah terhadap masyarakat di Bumi Sumekar. Tegasnya

Menurut Siddik, data yang terkumpul  Kurang lebih ada 600 sertifikat rumah di perumahan Bumi Sumekar diblokir oleh pihak Polda karena dianggap bermasalah. Tentu dalam hal ini BPN sumenep,  harus melakukan pengkajian ulang atas dasar apa bisa menerbitkan sertifikat ".

Sebagai pengacara dan advokat di Kab. Sumenep, Siddik, mengaku memiliki beban moral bagi masyarakat yang merasa dizalimi oleh kebijakan yang salah, pembeli adalah korban kejahatan mafia tanah. Tudingnya

"Saya hanya ingin mengungkap fakta yang sebenarnya, bahkan seharusnya pihak BPN tidak memblokir sertifikat milik rumah warga di perumahan Sumekar, melainkan, milik Sugianto yang perlu disita dan diblokir,  sebab pembeli tidak salah "

Seharusnya, Kata dia, Sugianto itu tunduk kepada hukum jangan mengelabui masyarakat dengan akal busuknya, kasihan masyarakat, mereka seharusnya sejahtera, bukan dibebani dengan persoalan yang meresahkan. Kilahnya

"Saya hanya ingin asset desa itu dikembalikan ke desa, namun, jika Kepala Desa tidak menanyakan perihal tanah miliknya itu, berarti kepala Desa itu sama-sama terlibat menikmati uang haram tersebut".

Ia juga meminta kepada penegak hukum agar mengusut  persoalan tanah di Bumi Sumekar yang dirampok, tangkap pelaku kejahatan, kembalikan asset kepala Desa se-Kecamatan Talango. Tudingnya

Untuk diketahui, Jumlah desa se-Kecamatan Talango terdiri dari delapan desa, diantaranya, Desa Talango, Cabbiya, Essang, Palasa, Gapurana, Padike, Poteran, dan Kombeng

Delapan Desa itu memiliki asset desa yang diduga telah disikat oleh oknum bernama Sugianto atas kerjasamanya dengan pemerintah Daerah, BPN dan Kepala Desa.

Asset desa itu seharusnya dikelola oleh Masyarakat desa bukan dirampok oleh oknum dan dinikmati oleh orang yang bukan masyarakat desa Talango.

Saya juga sudah mendatangi kantor Pertanahan Sumenep, menanyakan prihal produk buatannya yang diblokir sendiri oleh pihak BPN. Tudingnya

"BPN itu juga lucu, produk bikinannya sendiri di blokir sendiri, makanya kalau mau main-main jangan di Sumenep, disini kawasan terlarang bagi pejabat yang suka bermain petak umpet dengan oknum dan mafia tanah"

Selain itu juga, ini menjadi atensi bagi Kepala BPPKAD Kab. Sumenep yang baru, R. Titik Suryati, apakah ia mampu mengatasi permasalahan Asset desa, ini masalah serius. Kilahnya

"Mutasi yang baru ini, khususnya Kepala BPPKAD semoga bisa berpihak kepada kebenaran dan menyelesaikan persoalan asset desa yang disoal ".

Jangan sampai pelaku kejahatan itu berlindung dibawah pemerintahan Kab. Sumenep, singkirkan dan jebloskan ke penjara sesuai dengan hukum yang berlaku. Pungkasnya

Sementara kepala BPPKAD yang baru menjabat belum bisa dimintai keterangannya karena yang bersangkutan sedang keluar" balik saja nanti mas" kata salah satu staffnya. AR

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…