Delapan Tahun Cari Keadilan, DPRD Surabaya Dorong Penegak Hukum Tegas Tindak MafiaTanah

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Maria Lucia Setyowati 73 Tahun bersama suami saat bersama Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko.
Maria Lucia Setyowati 73 Tahun bersama suami saat bersama Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Maria Lucia Setyowati korban penipuan mafia tanah mendatang gedung DPRD Kota Surabaya. Seorang lansia 73 tahun mencari jalan keadialan atas kasusnya asetnya yang hilang yang hingga kini belum menemukan kepastian hukum.

Meski sempat viral setelah diadukan ke Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji namun penanganan perkara tersebut dinilai mandek tanpa kepastian hukum.

Harapan pasangan lansia korban dugaan penipuan mafia tanah di Surabaya belum juga terjawab. Meski sempat viral setelah diadukan kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji, proses hukum yang mereka tempuh dinilai masih jalan di tempat. Kini mereka terancam kehilangan seluruh aset, korban akhirnya mengadu ke DPRD Kota Surabaya.  

Maria Lucia Setyowati bersama suaminya mendatangi gedung DPRD Surabaya untuk meminta pendampingan sekaligus mendorong kepastian hukum atas kasus yang menjerat mereka.  

“Intinya saya ingin kasus ini tetap berjalan dan ada kepastian hukum. Sekarang saling menunggu karena Tri belum ditemukan. Saya ke Polrestabes jawabannya juga sama, menunggu Tri,” ungkap Maria dihadapan Ketua komisi A Yona Bagus Widyatmoko, Senin (19/1).

Maria menceritakan, dua aset miliknya rumah kos dan rumah tinggal di kawasan Tenggilis telah berpindah tangan dan kini terancam dilelang bank. Peralihan itu diduga dilakukan oleh Tri Ratna Dewi, mantan penyewa kos yang mengaku sebagai keponakannya, melalui manipulasi dokumen dengan dalih kerja sama bisnis laundry dan pengurusan IMB.

“Saya tidak pernah merasa menandatangani apa pun di hadapan notaris. Tapi aset saya bisa berpindah. Ini yang saya tidak mengerti,” katanya.  

Upaya penelusuran terhadap keberadaan Tri juga menemui jalan buntu. Maria mengaku telah menghubungi keluarga terduga pelaku, namun seluruhnya mengaku tidak tahu dan meminta tidak dilibatkan.
“Kalau memang masih di Indonesia, seharusnya bisa dilacak. Ada NIK, ada identitas. Tapi sampai sekarang tidak jelas,” ucapnya.  

Perjuangan hukum Maria terbilang panjang. Ia sempat menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) demi mengetahui identitas PPAT yang memproses peralihan asetnya. Laporan pengaduan masyarakat (Dumas) yang ia ajukan pun disebut sempat mandek hampir dua tahun.  

“Saya ini orang awam hukum. Muter-muter ke Poltabes. Baru setelah kasus ini viral, ada respons,” tuturnya.  

Titik terang mulai muncul setelah Maria bertemu korban lain dan diarahkan mengadu ke Cak Ji. Dari sana, ia difasilitasi bertemu anggota DPRD Surabaya, termasuk Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko dan anggota Komisi A Saifudin.

“Konsultasi di DPRD ini jadi pencerahan. Penjelasan Pak Yona masuk akal dan membuat saya memahami duduk perkaranya. Bahkan lurah juga dihadirkan untuk ikut mencari solusi,” terangnya. 

 

DPRD Surabaya Desak Polrestabes Tangkap DPO Mafia Tanah, Kasus Mandek Sejak 2018

Sementara Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko, mendorong pembentukan dan penguatan Satgas Mafia Tanah guna menuntaskan kasus-kasus sengketa lahan yang tertahan lama.

"Kami menerima keluhan dari Ibu Maria yang ingin meng-update kasusnya. Masalahnya, DPO atas nama Tri Ratna Dewi ini masih belum muncul atau tertangkap. Akibatnya, kasus ini mandek dan kami di Komisi A belum bisa melanjutkan proses mediasi atau langkah hukum lebih jauh," ungkap Yona Bagus Widyatmoko.

Politisi Gerindra yang akrap disapa Yabe ini mendorong pihak kepolisian, khususnya Polrestabes Surabaya, untuk bergerak cepat meringkus DPO tersebut agar kasus yang menimpa Maria segera mendapatkan titik terang. Menurutnya, penangkapan DPO adalah kunci untuk membuka tabir keterlibatan pihak lain dalam jaringan mafia tanah ini.

"Kami meminta Polrestabes Surabaya untuk serius mengejar DPO ini. Ini sudah terlalu lama sejak 2018. Kepastian hukum bagi warga seperti Ibu Maria harus diprioritaskan," tegasnya.

Kasus ini bermula saat dua aset milik Maria yang berlokasi di Jalan Tenggilis Lama III B Nomor 56 dan Tenggilis Permai IV B berpindah tangan secara ilegal. Tri Ratna Dewi diduga menjalankan aksinya dengan bekerja sama dengan oknum pegawai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bernama Permadi.

Dengan adanya Satgas Mafia Tanah yang solid, Komisi A berharap praktik kolusi antara mafia tanah dan oknum pejabat administrasi pertanahan dapat diberantas tuntas agar kejadian serupa tidak terulang di Kota Surabaya. Alq

Berita Terbaru

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebuah bangunan tempat usaha warung kopi (warkop) yang berlokasi di sebelah utara ujung timur gedung SMAN 1 Tarik atau tepatnya di…

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama strategis dengan HGI Research Centre untuk memperkuat pengembangan talenta d…

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…