PIP Kemenkeu Telah Salurkan Pembiayaan Rp30,9 T ke Pelaku Ultra Mikro

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Utama PIP Ismed Saputra (kanan) dan Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi PIP Mas Soeharto (kiri) dalam acara "Media Meet Up" di Surabaya.
Direktur Utama PIP Ismed Saputra (kanan) dan Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi PIP Mas Soeharto (kiri) dalam acara "Media Meet Up" di Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak 2017 hingga semester I/2023 secara kumulatif telah menyalurkan pembiayaan bagi usaha ultra mikro (UMi) sebanyak Rp30,9 triliun bagi 8,55 juta debitur melalui lembaga penyalur sebanyak 72 Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan telah menjangkau 509 kota/kabupaten.

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra memasang target pada tahun ini bisa menyalurkan pembiayaan bagi UMi sebanyak 2,2 juta debitur secara nasional.

“Dari target tersebut, hingga semester I/2023, PIP telah menyalurkan pembiyaan UMi sebanyak 1,14 juta debitur dengan nilai pembiayaan mencapai Rp4,76 triliun,” kata Ismed, Minggu (30/7/2023).

Dari jumlah realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara kumulatif tersebut, lanjutnya, Pulau Jawa berkontribusi sebanyak 5,53 juta debitur dengan nilai pembiayaan sebesar Rp19,55 triliun.

“Dari total debitur di Pulau Jawa ini, khusus di wilayah Jawa Timur secara kumulatif telah menyumbang sebanyak 1,7 juta debitur dengan capaian pembiayaan sebesar Rp6 triliun,” ujarnya.

Ismed menyatakan bahwa PIP menggandeng LKBB maupun afiliasi pemerintah seperti koperasi dalam menyalurkan pembiayaan UMi ini. Dalam penyalurannya, PIP memberikan tingkat suku bunga kepada lembaga penyalur maksimal 4 persen/tahun atau 2 persen flat/tahun.

“Selanjutnya kami berupaya menekan lending rate (suku bunga) dari PIP ke penyalur melalui kerja sama dengan pemda baik di provinsi maupun kota/kabupaten guna memberikan subsidi bunga dan dukungan imbal jasa penjaminan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sejauh ini PIP telah berhasil menekan lending rate hingga 5 persen. Dimana sebelumnya pada 2022 sebesar 21,52 persen menjadi 16,62 persen flat/tahun pada semester I/2023.

“Penentuan besar lending rate ke debitur ini juga memperhitungan biaya penjaminan pembiayaan, biaya operasional dan marjin penyalur,” tuturnya.

Oleh sebab itu, PIP optimistis bisa menyalurkan pembiayaan UMi sesuai target sejalan dengan besarnya potensi di sektor ultra mikro ini, termasuk di wilayah Jatim.

“Saat ini PIP sudah melakukan kerja sama dengan pemda di Jatim seperti dengan Malang yang sudah berjalan, lalu Blitar dan sekarang sedang penjajakan di  5 kabupaten lainnya seperti Gresik. Jadi tidak ada target khusus, sepanjang ada pemda yang konsen dengan ultra mikro, akan kita akses langsung,” terangnya.

Selain itu, Ismed menyebut bahwa PIP berharap semakin banyak usaha ultra mikro yang bisa naik kelas sehingga bisa terwujud Visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi PIP, Mas Soeharto menuturkan, PIP juga melakukan penambahan sebanyak 16 produk UMi tehun ini sehingga secara total menjadi 49 produk pembiayaan UMi yang akan ditawarkan penyalurnya.

“Sejalan dengan jumlah produk UMi itu, PIP terus berupaya melakukan pemberdayaan seperti memberikan pelatihan teknis usaha/produksi, pembukuan keuangan usaha, branding produk, pemasaran online, promosi melalui sosial media PIP, marketplace, lelang produk online, pameran, sampai memfasilitasi gerai UMi di pusat perbelanjaan,” jelanya.

Soeharto mengatakan, PIP melakukan pengawasan terhadap penyalur pembiayaan UMi dan berbagi informasi untuk mitigasi risiko untuk menjaga tingkat risiko kredit sektor UMi ini

“Tingkat kualitas kredit atau NPL di UMi ini cukup bervariasi, kadang 0,1 persen, tapi itu termasuk rendah karena kita menggunakan mitigasi risiko dan ada pendampingan dari penyalurnya kepada pelaku usaha UMi,” tutupnya. sb

Berita Terbaru

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondosowo - Melihat fenomena nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, ternyata turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah obat di apotek…

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir…