Pertanyakan Keberadaan Sertifikat Miliknya, Misawa Minta Pihak Terkait Bertanggungjawab

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor Pertanahan (BPN) Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Kantor Pertanahan (BPN) Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - terkait pemohon pembuatan sertifikat rumah milik Misawa di Dusun Jateh Desa Padikeh Kec Talango Kab Sumenep, viral di medsos.

Setelah diberitakan di Media cetak dan online, persoalan penyertifikatan rumah milik Misawa yang belum selesai, menuai persoalan panjang.

Informasi yang dihimpun Surabaya Pagi Sumenep, Misawa pemohon penyertifikatan rumahnya melalui kepala Desa Padikeh terhitung dari tahun 2021 sampai saat ini di tahun 2023 belum selesai, padahal pemohon sudah melakukan kelengkapan administrasinya.

Saat ditemui Reporter Surabaya Pagi, Misawa, mengaku ingin memecah sertifikat rumahnya untuk anak-anaknya, namun persoalan itu belum selesai, padahal sudah hampir satu setengah tahun. Katanya kemarin

"Semua berkas administrasi sudah saya berikan ke kantor Kepala Desa, dan disaksikan oleh Pak Apel waktu itu, termasuk Sertifikat asli saya ada di Kepala Desa"

Menurutnya, jika persoalan itu belum selesai, atau tidak bisa di proses, karena terkendala sistem, maka pihak keluarga meminta agar sertifikat asli di kembalikan, biar saya cari bantuan ke orang yang lain. Ungkapnya

"Saya tidak tahu caranya proses penyertifikatan tanah pekarangan saya, makanya saya minta dibantu kepada orang yang berpengalaman, dalam hal ini Desa, namun jika kepala Desa tidak bisa memproses Sertifikat itu, ia sudah gak apa-apa saya minta tolong agar sertifikat asli saya dikembalikan"

Sementara kepala Desa Padikeh, tidak merespon pemberitaan yang dilansir lewat pesan WhatsApp pribadinya, malah mangkir dan mengatakan, jika nomor yang dituju media salah sambung.

Secara terpisah Kasubag TU, BPN Sumenep, Dody mengaku belum mengetahui perihal pemohon penyertifikatan rumah dari Desa Padikeh, namun pihaknya masih menanyakan kepada staffnya apa sudah masuk di meja kepala atau belum.

"Nanti saya kroscek mas, karena bisa jadi tidak lewat meja saya" pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…