SURABAYA PAGI, Surabaya - Kini pemohon SIM C baru di Satpas Colombo bakal bisa tersenyum lebar. Untuk ujian SIM C, sudah tak ada lagi Angka 8 dan Zig-zag yang membuat pemohon gagal. Kini, dengan dihilangkan, pemohon sudah lulus 100 persen.
Seperti yang dialami Davin Rangga, Selasa (8/8/2023) kemarin. Wajahnya berseri-seri, saat dirinya mampu lulus dalam ujian praktik surat izin mengemudi (SIM) C di Satpas Colombo, Surabaya. Kegembiraan Davin ini tak bisa disembunyikan. Pasalnya, sebelum ada kebijakan dari Kapolri dengan 'merampingkan' lintasan ujian SIM C, menjadi lebih sederhana, Davin selalu kesusahan dan sering jatuh.
Menurut Davin, dalam ujian praktik kali ini, dengan dihilangkan angka '8' dan jalan zig-zag, jarak dan lebar lintasan sudah lebih luas dan manusiawi dibanding sebelumnya.
"Lebih mudah, jaraknya lebih lebar, kalau yang angka 8 itu lebih sempit, cuma 1 meteran kalau tidak salah. Sebelumnya saya tes 1 kali tidak lulus, ini yang kedua kalinya," tutur Davin, Selasa (8/8/2023) di Satpas Colombo Surabaya.
Pria berusia 20 tahun itu menegaskan, pada lintasan baru ini memiliki tingkat kemudahan sedang. Namun, dibanding sebelumnya, ia menilai lebih rumit, berpikir keras, dan konsentrasi tinggi.
"Kalau sebelumnya lebih susah, Mas, saya sering ngelewati pembatasnya," tutup warga Dukuh Pakis Surabaya itu.
Hal yang sama juga diungkapkan Yunus Rahmat, pemuda 23 tahun itu. Dia bertestimoni bahwa selama ujian praktik, dirinya mampu sampai ke garis finis tanpa menyentuh traffic cone di pinggir lintasan. ”Rutenya mudah dan lintasannya lumayan lebar. Jadi, tidak sulit,” kata pemuda 23 tahun itu.
Tak heran, ekspresi gembira Davin dan Yunus, ditandai dengan kelulusan mereka dalam ujian praktik sebelum mendapat SIM C. Bahkan, hingga Selasa (8/8/2023), menurut Ditlantas Polda Jatim, tingkat kelulusan pemohon ujian praktik SIM C, sudah mencapai 100 persen.
Menurut Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Taslim, saat meninjau ujian praktik SIM C di Satpas Colombo, sejak lintasan angka 8 ditiadakan angka kenaikan pemohon lulus naik hingga 100 persen. Padahal sebelumnya hanya sekitar 10 hingga 15 persen.
"Kalau kuantitatif masih belum ada angka. Tapi, dibanding angka dulu memang sangat rendah sekali, dulu hanya di kisaran 10 persen sampai 15 persen saja. Sekarang hingga hari ini (kemarin, red) saja sudah mencapai 100 persen lulus," ujar dia.
Taslim membeberkan rahasia para pemohon SIM lulus karena track ujian tidak terlalu tajam dibanding dulu. "Coba Anda lihat sendiri, tikungan tidak terlalu tajam, lebar jalan sampai 2 meter. Jadi ya sangat mudah, meski kalau tidak lulus pasti ada masalah dan belum mahir. Sehingga, tidak boleh diberikan SIM tapi akan kami berikan pelatihan," imbuhnya.
Taslim menambahkan sejak lintasan baru, angka pemohon juga mengalami kenaikan. Ia menyebut untuk di Jatim saja saat ini tercatat hingga 8 ribu pemohon. "Rata-rata di Jatim kurang lebih 8 ribu pemohon, itu terdiri dari 39 kabupaten dan kota," tandas Taslim. (ham/rmc)
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi