Usai Bunuh Penjual Nasi Bebek

Pelaku Sempat Lakukan Ritual Hidupkan Mayat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka pembunuhan penjual nasi bebek di Sidoarjo, Rully Irwansyah, mengungkapkan motif dirinya membunuh korban.
Tersangka pembunuhan penjual nasi bebek di Sidoarjo, Rully Irwansyah, mengungkapkan motif dirinya membunuh korban.

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Kasus pembunuhan penjual nasi bebek di Sidoarjo yang diungkap Polresta Sidoarjo belum lama ini terungkap fakta unik. Yakni pelaku sempat melakukan ritual untuk menghidupkan kembali korban yang sudah menjadi mayat.

Hal tersebut diungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo. Ia menyebut tersangka mengaku takut saat melihat korban kejang-kejang. Rully Irwansyah (tersangka) pun berinisiatif melakukan ritual agar korban hidup lagi.

Selanjutnya pelaku menutupi korban dengan jaketnya. Lalu pelaku membeli kembang setaman untuk melakukan ritual agar korban hidup kembali.

"Kembang setaman tersebut ditaruh ember diberikan air, setelah tercampur disiramkan ke tubuh korban," jelas Kusumo, Rabu (9/8/2023).

Karena ritualnya gagal, pelaku yang bingung lalu kabur dengan membawa barang berharga milik korban. Di antaranya sepeda motor, handphone, dan uang tunai.

"Pelaku meninggalkan korban, serta mengunci rumah kontrakan korban dari luar," beber Kusumo.

Kusumo menjelaskan, selama ini pelaku bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta. Pelaku nekat melakukan perbuatan keji tersebut karena sakit hati. Motor Yamaha Jupiter miliknya dijual oleh orang tua pelaku kepada korban.

"Pelaku masih ingin memiliki sepeda motornya yang telah dijual oleh orang tuanya kepada korban," jelas Kusumo.

Kusumo menambahkan, sebelum melakukan perbuatan kejinya, pelaku mengajak korban pesta miras bersama korban. Pada saat korban sudah mulai tidak sadar, pelaku mengambil serbuk potasium dan serbuk pembersih lantai untuk dicampur ke minuman korban.

"Pelaku melakukan pembunuhan ini sudah direncanakan sejak dia pulang bekerja dari Jakarta," beber Kusumo.

 

Mandi Bunga

Terpisah AL, saksi yang ikut pesta miras dengan korban dan tersangka tak mengetahui jika ia menjadi saksi atas kasus pembunuhan. Ia beranggapan korban kejang-kejang karena kesurupan. Hal itu berdasarkan penuturan tersangka kepada AL.

Bahkan untuk memperkuat ceritanya, Rully meminta AL membeli bunga yang biasanya digunakan untuk ‘nyekar’ di makam. Bunga itu lantas dicampur air dan disiramkan ke tubuh korban.

Setelah itu, pelaku mengajak saksi pergi ke masjid. Sisa bunga dicampurkan ke dalam air. Mereka lantas menggunakannya untuk mandi.

Pelaku beralasan, ritual tersebut dibutuhkan agar mereka ’’dipagari’’ alias terlindungi dari bahaya.

’”Tersangka memang suka mistik. Itulah yang membuat dirinya berkedok melakukan ritual menipu saksi agar lebih yakin,’’ ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro.

Setelah mandi bunga, pelaku mengajak saksi nongkrong di sebuah warkop dekat pertigaan Desa Betro, Sedati. Tidak sampai setengah jam, pelaku menyuruh AL pulang.

Saksi tak menyadari bahwa dirinya baru saja menyaksikan pembunuhan terencana. AL menyadari semuanya ketika melihat tubuh korban bersimbah darah dan membusuk saat mengecek kontrakan sekaligus warung nasi bebek bersama keluarga korban. ham/rmc

Berita Terbaru

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…