Pemkab Pasuruan: Hewan Ternak Bebas Penyakit LSD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas dinas peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Pasuruan saat memberikan vaksin pada sapi warga.
Petugas dinas peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Pasuruan saat memberikan vaksin pada sapi warga.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Pasuruan semakin meluas. Dari 24 kecamatan, 14 diantaranya tercatat sapi terjangkit LSD.

Jumlah kasus juga naik signifikan. Dari 153 ekor pada awal Juni, terhitung sejak 10 Juni sudah 193 sapi terjangkit LSD.

"Untuk ternak (sapi) yang terkena LSD meningkat jadi 193 kasus di seluruh Kabupaten Pasuruan," kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Nur Alfiyah.

Data yang diperoleh dari dinas peternakan, dari 193 kasus, 154 ekor sapi masih terindikasi sakit dan 32 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, satu ekor mati dan enam ekor terpaksa dijual.

LSD di Kabupaten Pasuruan terdeteksi di 14 kecamatan. Di Kecamatan Sukorejo, Rembang dan Gempol tercatat terdapat kasus terbanyak, masing-masing 49 kasus, 31 kasus dan 29 kasus.

Di Kecamatan Pandaan 10 kasus, Kecamatan Prigen 10 kasus, Kecamatan Purwosari 12 kasus, Kecamatan Beji 11 Kasus, Kecamatan Bangil 19 kasus, dan Kecamatan Tutur 12 kasus.

Sedangkan di Kecamatan Gondangwetan, Kraton, Nguling, Purwodadi dan Puspo masing-masing tidak lebih dari tiga kasus.

Dinas peternakan setempat sebenarnya sudah mengantisipasi penyebaran LSD sejak tahun lalu. Vaksinasi sudah dilakukan mulai Mei 2023 namun belum optimal. Sebanyak 61.330 vaksin dialokasikan, namun baru tercapai 29.109 vaksin.

"Vaksinasi tahap pertama mulai Oktober sampai November tahun lalu, sedangkan untuk tahap kedua pada bulan Mei kemarin dan sudah tervaksin total 29 ribu, untuk tahap ketiga belum dilakukan," jelas Nur Alfiyah. ris

 

 

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…