4 Sapi di Pasar Hewan Blitar Terjangkit LSD

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 05 Jun 2024 18:56 WIB

4 Sapi di Pasar Hewan Blitar Terjangkit LSD

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Empat ekor sapi ditemukan terjangkit lumpy skin disease (LSD) di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar. Selain LSD, beberapa sapi juga ditemukan dengan penyakit parasit lainnya. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kesehatan kurban menjelang Idul Adha.

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan kurban. Khususnya sapi dan kambing. Pemeriksaan kesehatan fisik dilakukan, seperti kondisi gigi, kulit dan kaki calon hewan kurban.

Baca Juga: Remaja Putri 15 Tahun, Diperiksa Polisi karena Dititipi Motor Curian

"Hari ini ada sekitar 10 petugas yang kami terjunkan untuk pemeriksaan hewan kurban. Ini untuk memastikan hewan yang jual dan beli benar-benar sehat dan aman," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, Rabu (5/6/2024).

Dewi menyebutkan ada sekitar 300 ekor sapi yang diperiksa oleh petugas. Hasilnya, ada 4 ekor sapi dengan LSD. Hal itu diketahui dari kondisi fisik sapi dengan bintik-bintik pada kulitnya. Empat sapi dengan LSD itu diminta untuk dibawa pulang dan dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Kemudian untuk temuan penyakit parasit lainnya itu ada yang terkena scabies (gatal) 3 ekor, caplak 1 ekor, dan hermintiasis (cacingan) 9 ekor. Seluruhnya sudah kami berikan pengobatan," terangnya.

Baca Juga: Diduga Tak Bisa Renang, Bocah di Dusun Gadungan Blitar Ditemukan Tewas Tenggelam

Dewi menambahkan pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan kambing. Namun, petugas belum menemukan kambing dengan penyakit. Beberapa pemilik justru meminta untuk diberikan vitamin penambahan nafsu makan kambing.

"Untuk kambing masih aman, belum ada temuan. Hanya ada beberapa yang minta vitamin penambah nafsu makan," imbuhnya.

Baca Juga: Diduga Kecanduan Game Online, Remaja di Blitar Tewas Gantung Diri

Pemeriksaan hewan kurban rencananya akan dilaksanakan setiap pasaran hewan. Sehingga petugas disiagakan, untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi hewan sehat dan terbebas dari penyakit.

"Yang jelas tetap kami lakukan pengawasan, karena untuk hewan dengan penyakit itu dari luar kota. Jadi kami antisipasi agar tidak ada penularan penyakit," pungkasnya. Bl-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU