Penelitian: Dampak Menyeramkan Polusi Udara untuk Tubuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Jakarta -  Resistansi antibiotik sering kali dianggap akibat dokter yang meresepkan antibiotik secara berlebihan. Tetapi penelitian baru kali ini menunjukkan penyebab potensial lainnya, yaitu akibat polusi udara.

Menurut analisis global baru yang diterbitkan di The Lancet Planetary Health, mengontrol polusi udara dapat mengurangi resistensi antibiotik serta meminimalisasi kematian dan biaya ekonomi. "Resistensi antibiotik dan polusi udara masing-masing merupakan ancaman terbesar bagi kesehatan global," kata penulis utama Hong Chen, seorang profesor di Zhejiang University, di China, dikutip dari laman UPI.

Dalam rilis berita jurnalnya, Chen mengatakan sampai sekarang, peneliti belum memiliki gambaran yang jelas tentang kemungkinan hubungan antara keduanya. Akan tetapi, hal ini menunjukkan bahwa ada manfaat besar jika berhasil mengendalikan polusi udara.

Manfaatnya yakni tidak hanya akan mengurangi efek berbahaya dari kualitas udara buruk, tetapi juga memainkan peran utama dalam memerangi peningkatan dan penyebaran bakteri kebal antibiotik. Belum lagi, menurut studi itu, polusi ditambah panas dapat menggandakan risiko serangan jantung.

Beberapa lokasi potensial seperti rumah sakit, peternakan, dan fasilitas pengolahan limbah yang memancarkan dan menyebarkan partikel resisten antibiotik melalui udara dan jarak jauh. Bukti menunjukkan polusi udara berkontribusi pada penyebaran bakteri resisten antibiotik ini, menurut penelitian tersebut.

Sumber polusi udara yang disebut PM2.5 meliputi industri, transportasi jalan raya, dan pembakaran batu bara serta kayu domestik.

Sekitar 7,3 miliar orang di seluruh dunia terpapar langsung ke tingkat PM2.5 tahunan rata-rata yang tidak aman. Sekitar 80 persen dari orang-orang itu tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Mereka menemukan bahwa resistensi antibiotik meningkat dengan PM2.5. Setiap kenaikan 1 persen polusi udara dikaitkan dengan peningkatan resistensi antibiotik antara 0,5 persen dan 1,9 persen, tergantung pada patogennya.

Hubungan ini semakin kuat dari waktu ke waktu, dengan perubahan tingkat PM2.5 yang menyebabkan peningkatan resistensi antibiotik lebih besar dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk penelitian tersebut, penulis menggunakan data dari 116 negara dari tahun 2000 hingga 2018. Analisis tersebut mencakup data lebih dari 11,5 juta isolat uji, yang mencakup sembilan bakteri patogen dan 43 jenis antibiotik.

Studi tersebut menemukan bahwa tingkat resistensi antibiotik tertinggi berada di Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan. Tingkat di Eropa dan Amerika Utara tergolong rendah.

Analisis menunjukkan bahwa resistensi antibiotik akibat polusi udara dikaitkan dengan sekitar 480 ribu kematian dini pada tahun 2018, dengan tambahan biaya ekonomi sebesar 395 miliar dolar AS.

Tanpa perubahan kebijakan saat ini tentang polusi udara, pada 2050, tingkat resistensi antibiotik di seluruh dunia dapat meningkat sebesar 17 persen, menurut model yang dibuat oleh para peneliti. Angka kematian dini tahunan terkait dengan resistensi antibiotik akan meningkat menjadi sekitar 840 ribu, dengan Afrika sub-Sahara yang paling terpukul.hlt/ana

Tag :

Berita Terbaru

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga di Atlanta, menghadirkan rivalitas panjang yang telah menghasilkan banyak momen bersejarah di panggung Piala Dunia. Tiket menuju partai…

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Para Bookmaker Global Condong ke Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Meskipun Inggris sedikit diunggulkan untuk menang dalam waktu normal, peta kekuatan berbalik saat bicara opsi To Advance / To Qualify (tim…

FINAL PALING MENARIK, Skenario Final Spanyol Versus Argentina

FINAL PALING MENARIK, Skenario Final Spanyol Versus Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:20 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Salah satu skenario final impian Piala Dunia 2026 adalah Spanyol versus Argentina. Pertemuan kedua tim jika mampu melewati cadangan lawan…

Beberapa Bursa dan Analisis dari Eropa Sejak Awal Jagokan Inggris

Beberapa Bursa dan Analisis dari Eropa Sejak Awal Jagokan Inggris

Kamis, 16 Jul 2026 01:18 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:18 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berbagai lembaga keuangan dan model statistik, termasuk beberapa bursa dan analisis dari Eropa, sempat menjagokan Belanda dan Inggris…

SPANYOL VS....?? Pasar Taruhan Internasional Prediksi Final Piala Dunia 2026

SPANYOL VS....?? Pasar Taruhan Internasional Prediksi Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Jul 2026 01:14 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan Inggris versus Argentina akan berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7) waktu lokal atau Kamis (16/7)…

Febrie Akan Diperiksa Tim Khusus dari KPK

Febrie Akan Diperiksa Tim Khusus dari KPK

Kamis, 16 Jul 2026 01:11 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:11 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kini telah dibentuk tim penyidik khusus dalam mengusut perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (…