Putaran Kedua, Bisa Ciptakan ''All Jokowi Final''

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M. Khadaffi
Raditya M. Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Judul ini hanya Prediksi. Saya memperkirakan putaran kedua, akan sisakan capres Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo.

Anies Baswedan, yang dalam beberapa lembaga survei terseok seok di bawah Prabowo-Ganjar. Apalagi di dua kantong suara di provinsi Jateng dan Jatim, masa pendukungnya tidak sebanyak Prabowo-Ganjar. Melemahnya Anies, yang diusung tiga parpol NasDem, Demokrat dan PKS, diduga ia pernah terkait politik identitas. Ini terjadi saat pilkada DKI Jakarta, tahun 2017.

Lembaga survei Surabaya Survei Center (SSC) merilis mayoritas pemilih perempuan di Jawa Timur memilih sosok Ganjar Pranowo sebagai Presiden Indonesia.

Dalam survei SSC, hasilnya, Ganjar pranowo 41,3 persen, Prabowo Subianto 34,2 persen, Anies Baswedan 16,7 persen.

Sementara Laboratorium Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merilis elektabilitas calon presiden Prabowo Subianto unggul dibanding Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Jawa Timur.

Elektabilitas Prabowo di Jatim di angka 37,3%. Posisinya tipis dengan elektabilitas Ganjar yang memiliki elektabilitas 34,2%. Anies Baswedan hanya peroleh 7,1%.

Sedangkan, Lembaga Survei Political Statistics (Polstat) Indonesia merilis elektabilitas terbaru bacapres Gerindra Prabowo Subianto berada di posisi teratas, disusul bacapres PDIP Ganjar Pranowo, dan bacapres NasDem Anies Baswedan. Dalam rilisnya, survei Prabowo Subianto 41,4%, Ganjar Pranowo 27,0�n Anies Baswedan 26,9%. Survei yang dilakukan periode 28 Juli hingga 4 Agustus 2023.

Untuk Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merilis hasil yang menyatakan elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Lampung bersaing ketat sebagai bakal calon presiden.

Simulasi Top of Mind.

Hasilnya, Ganjar Pranowo 30,6 persen dan Prabowo Subianto 30,4 persen. Unda-undi. Sedangkan, Anies Baswedan hanya 10,3 persen.

Lalu, Lembaga Survey & Poling Indonesia (SPIN) merilis survei dilakukan pada tanggal 15-25 Juli 2023. Sebagian besar publik atau 41,7% akan memilih Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo: 30,3�n Anies Baswedan: 21%

Hampir sama dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang merilis 40,6 persen publik menilai Jokowi mendukung Ganjar Pranowo; 28,3 persen, Prabowo Subianto; dan 11,9 persen Anies Baswedan.

LSI Denny JA merilis capres Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Prabowo dan Ganjar berjarak 10,4 persen. Bulan Januari 2023, elektabilitas Prabowo 38,5%. Bulan Mei naik menjadi 44,5%. Bulan Juni naik kembali menjadi 50,4%, dan Bulan Juli juga naik menjadi 52%.

Sementara Elektabilitas Ganjar pada bulan Januari 2023 sebesar 43,1%. Bulan Mei turun menjadi 38,1%. Bulan Juni berhasil rebound menjadi 43,2%. Dan te bulan Juli turun menjadi 41,6%.

Ada juga Lembaga survei yang berbasis di Australia, Utting Research. Lembaga ini merilis Ganjar Pranowo menjadi tokoh di peringkat pertama mengalahkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Elektabilitas Ganjar Pranowo tercatat mencapai 34 persen, disusul Prabowo Subianto sebesar 33 persen, dan Anies Baswedan hanya 27 persen.

Kemudian, Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis elektabilitas Prabowo Subianto yang paling tinggi. Survei ini dilaksanakan pada 10 sampai 19 Juli 2023 di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Prabowo Subianto selalu leading atas Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan. Ketika LSN mengajukan pertanyaan secara terbuka (top of mind) siapakah yang akan dipilih jika saat ini dilaksanakan Pilpres, sebanyak 28,5% secara spontan menyebut nama Prabowo. Sementara yang menyebut nama Ganjar sebanyak 17,6�n Anies hanya 13,4%. Capres pilihan milenial di Jatim, Ganjar pranowo menduduki peringkat pertama 43,3 persen, disusul Prabowo Subianto 32,8 persen Anies Baswedan 17,9 persen

Lagi-lagi, kepopuleran tertinggi masih dipegang oleh Prabowo Subianto. Selanjutnya baru disusul oleh Ganjar Pranowo, kemudian Anies Baswedan.

Prabowo Incar Bacawapres Muda

Saya melakukan analisis sebagai jurnalis yang independen berdasarkan hasil survei berbagai lembaga. Hasil survei itu saya jadikan indikator tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi dalam pilpres 2024.

Analisis saya tentu menyimak informasi masa lalu dan sekarang.

Jadi saya memprediksi berdasarkan logika pengetahuan dan bukan kemampuan psikis atau makna seperti ramalan.

Prediksi saya ini berdasarkan peta politik jelang pendaftaran Pilpres 2024, November 2023.

Catatan jurnalistik saya, Prabowo telah tiga kali kalah kontestasi pemilu yaitu pada 2009, 2014 dan 2019.

Pertanyaannya mampukah mantan menantu penguasa Orde Baru ini dapat langgeng menuju kursi RI-1? Terutama rekam jejaknya di militer dan kekalahan tiga kali beruntun?.

Apakah ini bukan preseden tersendiri di mata publik.?

Saya melakukan analis politik dari pendekatan jurnalis, bukan cara pengamat politik. Saya sadar kerja jurnalisme adalah praktik nyata dalam berdemokrasi.

Pers telah diakui sebagai pilar demokrasi. Maklum, lewat pers suara rakyat sebagai landasan utama dalam berdemokrasi, diekspresikan dan diartikulasikan secara bebas dalam praktik bernegara.

Itulah sebabnya praktik jurnalisme menjadi urgen pada masa pemilu. Mengingat karya jurnalisme menjadi variabel terpenting dalam pemilu. Independensi dan netralitas kinerja analisis politik saya, insha Allah terjamin.

Saya mulai soroti Prabowo (Ganjar dan Anies menyusul), karena ilmu politik tertuju pada perjuangan untuk mencapai kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan.

Saat ini, Prabowo, paling dekat dengan elemen kekuasaan. Mengingat dia kini menjabat Menteri Pertahanan.

Beberapa parpol parlemen memilih Prabowo, capres terkuat saat ini. Berdasarkan beberapa variabel, karena saya jurnalis, fokus menganalisis dari pendekatan perilaku dan pilihan rasional (Rational Choice).

Mengingat perilaku pemilih adalah tindakan seseorang ikut serta dalam memilih orang.

KPU mencatat pemilih dalam Pemilu 2024 akan didominasi oleh kelompok usia muda. Jumlah kelompok ini mencapai 60 persen dari total pemilik suara sah, 207 juta calon pemilih.

Sebagai pemilih mudw, berapa persen anak muda itu jadi pemilih yang rasional?

Literasi yang saya baca, pemilih rasional adalah yang mampu menentukan pilihan dengan melihat melihat rekam jejak, visi dan misi calonnya. Bukan memilih karena karena hububungan kekerabatan, kerena kesukuan, agama dan ras. Nah, ini tantangan Prabowo, yang masa lalunya disorot generasi muda. Juga apa yang bisa didapatkan pemilih pemula dari capres berusia 72 tahun.

Oleh karena itu, menghadapi bonus demografi, jumlah penduduk produktifnya lebih banyak dari yang tidak produktif, apakah pemimpin seusia Prabowo, bisa menyerap aspirasi anak usia 16-45 itu yang jumlahnys di atas 50%. Dan menjadi 68% pada tahun 2030. Itu puncak bonus demografi dari total jumlah penduduk kita usia produktif.

Ada kecerdasan dari Prabowo, saat mencapreskan ia mengincar bakal cawapres muda. Ada Erick Thohir dan Gibran?

Mampukah Prabowo menentukan Indonesia bangkit menjadi negara maju, negara industri, dan negara berpenghasilan tinggi? Atau tetap menjadi negara middle income trap seperti sekarang.

Saya menyerap pemilih rasional memusatkan perhatian pada aktor, bukan aktor pembantu (cawapres). Ini karena Aktor dipandang sebagai manusia yang mempunyai tujuan atau mempunyai maksud. Artinya sebagai aktor, Prabowo, diincar oleh pemilih pemula, adakah Prabowo, mempunyai tujuan dan tindakannya tertuju pada upaya untuk mencapai tujuan Indonesia bangkit menjadi negara maju, negara industri, dan negara berpenghasilan tinggi?

Menurut Direktur Riset dan Program Alogaritma Research and Consulting, Fajar Nursahid pemilih rasional selalu menimbang program kerja sebanyak 43 persen. Ini pertimbangan utama dalam memilih partai politik.

Pemilih rasional menunggu terobosan Prabowo. Ini menurut saya bakal beprengaruh ke tingkat keterpilihannya.

Saya membaca, peta politik pilpres berlomba lomba cari muka ke Jokowi. Utamanya janji meneruskan pembangunan IKN di Kalimantan.

Sebagai pilar demokrasi yang bertumpu pada pers yang berdemokrasi, saya tetap mengamalkan idealisme dan profesionalisme jurnalisme.

Ini dua sisi keping mata uang, yang antara satu dan lainnya saling menguatkan dalam kebermaknaan secara fungsional.

Pembangunan IKN yang sampai kini masih usrek (gelisah; tidak tenang; resah); masih ada elite yang dengan tulus berkehendak mewujudkan Indonesia Raya yang makmur dan berkeadilan sosial? Mengingat Megawati pernah mengatakan Indonesia saat ini adalah Indonesia yang dangkal. Ini terjadi hampir di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Politik acapkali dilihat sebatas perebutan kekuasaan dengan cara memunculkan kandidat presiden yang secara subyektif mereka pilih. Gibran, anak ingusan versi Panda Nababan, kini dielus elus bisa jadi bacawapres Prabowo. Bila ini terealisasi, akal sehat saya berbisik Jokowi bisa allout mendukung Prabowo. Paling tidak berperan ganda, dorong Prabowo-Gibran dan gandeng Ganjar. Toh keduanya sama-sama pro Jokowi. Beda cara Jokowi menempatkan Anies dalam tim penerus pembangunan IKN.

Mata bathin saya, Anies sampai kini tidak dilirik Jokowi, tapi diplototi.

Ini yang saya amati politik itu seni mempergunakan kekuasaan demi kepentingan umum.

Praktik politik dangkal saat ini bergejala untuk memerosotkan dukungan masyarakat terhadap Anies Baswedan dan Partai Demokrat. Ini karena AHY, Ketum Partai Demokrat sering kritik Jokowi.

Hal terukur, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kini resmi menambah kekuatan dukungan dari dua partai pro-pemerintahan di Pilpres 2024. Keduanya, Golkar dan PAN.

Minggu (13/8), Golkar dan PAN resmi mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Prediksi saya, capres Anies akan mrotol tak bisa maju ke putaran dua. Kelak dalam capres 2024 yang akan masuk putaran dua, bisa terjadi "All Jokowi Final".

Model kekuasaannya, Bila Prabowo yang terpilih Presiden 2024-2029, ia akan mengakomodasi elite elite partai pendukung Ganjar Pranowo. Juga sebaliknya. Ini karena Partai Politik memiliki peran strategis dalam konsolidasi demokrasi. Makanya jelang pendaftaran capres 2024, elite parpol bersliweran lobi lobi bagian kekuasaan. Masya Allah. ([email protected])

Berita Terbaru

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Keduanya Berasal dari 8 Tersangka Kasus yang Dilaporkan oleh Jokowi       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Delapan aktivis yang mempersoalkan keaslian ijasah Jo…

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto,  menyentil orang yang bicara di media sosial menganalisis terjadi perpecahan di lingkungannya. Prabowo …

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Cepy Lukman Rusdiana, Mantan Plt Kasubdit Fasilitasi Sarana, Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Pertama pada…

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Pansus Angket Haji DPR Temukan Sembilan Masalah Penyelenggaraan Haji 2024       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq me…

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tindak lanjut dari aduan Paguyuban Warga Apartemen Bale Hinggil, Komisi A DPRD Kota Surabaya menggelar rapat , Selasa (13/1).…

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Tiket Jakarta - Aceh Termurah Rp 2,2 juta, Tiket Jakarta - KL Termurah Rp 789 Ribu     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful H…