SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Panji Petualang yang sempat dikabarkan mengidap penyakit diabetes, kini dirinya juga mengaku mengidap anxiety disorder atau gangguan kecemasan berlebihan karena takut akan kematian.
Hal tersebut diketahuinya usai dirinya pergi ke psikiater untuk berkonsultasi untuk mengatasi gangguan kecemasannya itu, lantaran kondisi yang dialaminya saat ini membuat kondisi kesehatan dan mental Panji menurun.
"Itu yang buat aku ngedrop banget. Jadi kemarin ke psikiater juga karena aku punya anxiety juga, kecemasan yang berlebihan. Kata dokter ada faktor kurus bukan dari diabet, tapi pikiran," kata Panji Petualang, Selasa (22/08/2023).
Namun, Panji kini berusaha melawan rasa takutnya. Ia berusaha untuk berpikir positif dan lebih santai.
"Kadang kita belum tentu kayak gitu, dilawan saja. Misalkan kalau makan nasi diabet gue naik nih, wah mati gue cepet. Jadi mikirnya makan nasi mati, nggak makan nasi mati, sudah ah sama aja. Kayak ngerokok mati, nggak ngerokok mati," jelasnya.
Panji juga berusaha mengubah pola pikirnya ke arah yang jauh lebih positif untuk mencegah 'kambuh' gangguan kecemasan tersebut.
"Banyak yang aku pikiran, jadi kalau sekarang, 'Sudah ah bismillah saja. Tawakal saja'. Toh masih banyak orang sakitnya lebih parah dari Panji," ucapnya.
Apa itu Anxiety Disorder?
Anxiety disorder merupakan gangguan mental yang menyebabkan rasa cemas dan takut yang berlebih. Hal ini membuat seseorang menjadi tak semangat untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk hobi yang biasanya digemari.
Seperti yang dijelaskan psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan bahwa anxiety atau ansietas adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan munculnya gejala pada perasaan, perilaku, hingga fisik.
Gejala pada perasaan meliputi beberapa kondisi, seperti kecemasan, kekhawatiran, kegelisahan, ketidaktenangan.
"Gejala pada perilaku meliputi sulit tidur, pola makan dan tidur yang terganggu, gelisah, tidak tenang, ada perilaku yang berulang-ulang," kata dr Lahargo.
"Adapun gejala fisik yang muncul pada ansietas itu adalah misalnya asam lambung naik sehingga mual, muntah, perutnya terasa kembung, diare, atau jantung berdebar lebih kencang, napas terasa pendek, kepala terasa tidak nyaman, kulit gatal kemerahan," jelasnya.
Orang dengan gangguan kecemasan seringkali memiliki kekhawatiran dan ketakutan yang intens, berlebihan, dan terus menerus tentang situasi sehari-hari. Seringkali, gangguan kecemasan melibatkan episode berulang dari perasaan cemas yang intens, serta ketakutan atau teror yang tiba-tiba yang mencapai puncaknya dalam beberapa menit atau yang sering disebut dengan serangan panik.
Perasaan cemas dan panik ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari, sulit dikendalikan, tidak sesuai dengan bahaya yang sebenarnya, serta dapat berlangsung lama. Gejala dapat dimulai selama masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut hingga dewasa. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu