Prabowo Terseret Arus Konflik AS dan China Soal Laut China Selatan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 01 Sep 2023 13:31 WIB

Prabowo Terseret Arus Konflik AS dan China Soal Laut China Selatan

i

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto

Surabayapagi.com, Jakarta - Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan Indonesia, terseret arus konflik antara Amerika Serikat dan China. Hal ini terjadi karena pihak AS mengklaim bahwa Prabowo sependapat dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, terkait klaim maritim China di Laut Selatan melanggar hukum Internasional. 

Dalam pernyataan Kemhan AS, disebutkan bahwa Prabowo dan Austin sepakat terkait klaim maritim China di Laut China Selatan. Pandangan itu nampak diutarakan kedua menhan saat bertemu di Gedung Kemhan AS (Pentagon) di Washington D.C pada 24 Agustus lalu.

Baca Juga: Menteri Bayangan Diduga Psywar Politik

 "Mereka (Prabowo dan Austin) memandang bahwa klaim maritim China yang ekspansif di Laut China Selatan tidak sejalan dengan hukum internasional seperti yang tertuang dalam Konvensi Hukum Kelautan PBB (UNCLOS)," ungkap Kemhan AS soal pertemuan Prabowo dan Austin.

Menanggapi isu tersebut, Republik Rakyat China (RRC) membantah klaim yang dinyatakan oleh Amerika Serikat (AS) berkaitan dengan persamaan pendapat antara Prabowo sebagai perwakilan Indonesia dan AS soal China yang telah melanggar Hukum Laut Internasional di Laut China Selatan. 

China juga berpendapat bahwa pernyataan AS merupakan diplomasi yang berkarakter menghasut.Disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, melalui keterangan tertulis melalui situs resminya pada 28 Agustus 2023.

"Kami mencatat bahwa tidak ada muatan yang dapat ditemukan dalam rilis pers oleh Menteri Luar Negeri Indonesia mengenai pertemuan tersebut," kata Wang Wenbin.

Dilansir melalui detikcom, keterangan pers Kementerian Pertahanan RI pada tanggal 24 Agustus 2023 terkait pertemuan Prabowo dengan Austin. Isu laut China Selatan ini, tidak disinggung sama sekali. 

Wang Wenbin juga menyatakan pihak Kementerian Luar Negeri China telah meminta keterangan melalui perwakilan China di Indonesia. 

Baca Juga: Perjuangan Kate Middleton Lawan Kanker, Berusaha Tegar, Tapi Alami Kecemasan

"Kedutaan Besar China di Indonesia telah berkomunikasi dengan pihak Indonesia yang mengatakan bahwa keterangan AS tidak benar," kata Wang Wenbin.

Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Prabowo yang menegaskan bahwa Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif atau non-aligned.

"Posisi Indonesia sangat jelas. Kita adalah non-aligned," katanya dalam pernyataan pers, Jumat (1/9/2023).

"Kita adalah nonblok, kita bersahabat dengan semua negara. Jadi saya kira itu yang penting," tambahnya

Baca Juga: PDIP: Hubungan Megawati dan Prabowo Baik-Baik Saja

Pada pertemuannya di Pentagon dengan Menhan AS, ia mengatakan bahwa tidak terdapat join statement antara keduanya. Sejalan dengan prinsip bebas aktif, ia pun menekankan kembali bahwa Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan China, AS maupun Rusia sekalipun.

"Tidak ada joint statement dan tidak ada press conference ya. Yang penting saya garis bawahi bahwa hubungan kita dengan Tiongkok (China) sangat baik. Kita saling menghormati, kita sudah ada saling pengertian," lanjut Prabowo.

"Saya sampaikan, kita sangat bersahabat sama Tiongkok. Kita juga menghargai AS, kita juga bersahabat sama Rusia," tambahnya. jk-02/Acl

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU