Lift di Ubud Bali Tewaskan 5 Karyawan Resort, Diduga Faktor Kelalaian Teknisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jalur lift terbuka di salah satu resort di Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali yang menewaskan lima orang pegawainya. SP/ UBD
Jalur lift terbuka di salah satu resort di Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali yang menewaskan lima orang pegawainya. SP/ UBD

i

SURABAYAPAGI.com, Ubud - Insiden maut lift yang terputus dan meluncur jatuh di Ubud Bali menewaskan sebanyak 5 karyawan resort pada Jumat (01/09/2023) kemarin. Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA.

Lift yang diketahui bertipe incline elevator tersebut merupakan lift yang biasa digunakan para tamu dan karyawan untuk mengakses area resor yang dibangun di atas tebing tersebut. 

Kejadian itu bahkan terekam dalam CCTV dan beredar luas di media sosial (medsos). Lift tersebut berjalan di atas rel sepanjang 60 meter, dengan kemiringan 35 derajat. Total tingginya dari rel terbawah hingga rel teratas adalah 100 meter. 

Kronologi Kejadian, Terekam Jelas CCTV Resort

Dalam video yang beredar melalui rekaman CCTV, tampak detik-detik para karyawan masuk ke dalam lift yang berbentuk seperti kotak kaca. Pada pukul 12.54 WITA, lima orang korban (dua laki-laki dan tiga perempuan) masuk satu per satu ke dalam kotak lift dengan pengaman besi di sekelilingnya.

Saat masuk, mereka membawa alat-alat kerja untuk bersih-bersih. Di antaranya, sapu, ember, dan lap pel. Setelah semua masuk, lift bergerak naik pelan-pelan. Setelah tiba di titik teratas, tiba-tiba lift meluncur bebas ke bawah dengan kecepatan tinggi hingga mengakibatkan tanaman ikut berkibas karena kecepatannya.

Dalam rekaman CCTV tercatat waktu hingga terbentur ke bawah dan membentur plafon bangunan serta pembatasnya pada pukul 12.56 Wita atau dua menit setelah titik awal naik. Kotak lift hancur dan orang-orang di dalamnya berhamburan terpental jauh.

Para karyawan resort yang mengetahui kejadian itu berupaya menolong dengan cara mengangkat ketiga korban yang masih bernapas untuk dibawa ke atas dan selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit Payangan.

"Tiga korban yang dibawa ke RSUD Payangan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, di mana jarak waktu dari resort ke rumah sakit kurang lebih 15 menit," kata Kapolsek Ubud Kompol I Made Uder, Senin (04/09/2023).

Sedangkan, dua korban lain, Sang Putu Bayu Adi Krisna dan Kadek Hardiyanti dibawa ke Rumah Sakit (RS) Ari Canti Ubud menggunakan ambulans PMI Kabupaten Gianyar dan ambulans rumah sakit namun akhirnya juga meninggal dunia di rumah sakit. 

Kelima korban meninggal dunia diketahui mengalami luka robek di bagian kepala dan pipi, serta mengeluarkan darah dari mulut. Sedangkan sejumlah karyawan yang menjadi korban dalam kecelakaan jatuhnya lift di ubud ini diketahui masih berusia muda antara 19 hingga 24 tahun.

Menanggapi kasus tersebut, kini pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan empat karyawan. Sementara pemilik atau pengelola akan diperiksa paling akhir.

Pihak kepolisian juga sudah memeriksa salah satu teknisi yang bekerja sebagai maintenance staff. Menurutnya kalau ada bunyi atau ada yang aneh barulah diperiksa liftnya.

"Tidak menutup kemungkinan ada faktor kelalaian dari pihak manajemen maupun dari teknisi tidak memeriksa secara teliti kondisi lift tersebut maupun melakukan perawatan," kata Uder. 

Meski masih dalam proses investigasi, selain teknisi, polisi menduga penyebab lift terjatuh juga dapat disebabkan ada malfungsi saat menaiki lift tersebut, lantaran dinaiki hingga melibihi kapasitas maksimal lima orang.

Ternyata, operasi lift ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Elevator dan Eskalator. Peraturan ini mencakup kegiatan perencanaan, pembuatan, pemasangan, perakitan, pemakaian, perawatan, pemeliharaan, perbaikan, pemeriksaan dan pengujian. ubd-01/dsy

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …