Cara Kuatkan Mental Anak agar tak Bunuh Diri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Jakarta - Imunitas kepribadian dinilai bisa mencegah seseorang bunuh diri. Untuk bisa memiliki imunitas kepribadian, harus dilakukan sejak seseorang masih kecil. Inilah yang terkadang dilupakan oleh orang tua.

Psikolog Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Sumarni, mengatakan imunitas kepribadian bisa menahan keinginan anak terhadap sesuatu yang bukan kebutuhan primer. "Kalau anak minta apa-apa dituruti, nantinya anak tidak tahap terhadap stressor dan mudah kecewa sehingga walaupun stressornya hanya satu, bisa saja dia melakukan bunuh diri karena tidak sanggup mendapatkan stressor meskipun bagi orang lain stressor itu dianggap tidak besar,'' jelasnya pada acara talkshow bertema Fenomena Bunuh Diri: Aspek Psikiatri dan Psikologi di Ruang Teater Gedung Perpustakaan Fakultas Kedokteran  UGM, Yogyakarta.

Sumarni mengatakan, ketahanan terhadap stressor perlu diusahakan orang tua. Untuk itu pada usia 0 sampai 18 bulan, kelekatan anak dengan ibunya harus baik. Misalnya, anak usia 8 bulan menangis karena lapar maka harus didekap dan disuapi dan apabila anak sakit harus diobati. Selanjutnya usia 18 bulan ke atas, anak lekat dengan orang di sekitarnya seperti ayah, kakak, dan adik sehingga mentalnya akan sehat, tenang, tidak cemas, nyaman, aman, tenteram, dan tidak mudah sakit jiwa.

Dia menyebut, perlu adanya kebijakan dari pemerintah tentang sosialisasi kesehatan mental sejak dini.  Sebaiknya, kata Sumarni, sosialisasi ini disampaikan pada saat kursus pernikahan Kantor Urusan Agama (KUA) bekerja sama dengan puskesmas. ''Selama ini posyandu balita hanya untuk kesehatan fisik. Kalau kesehatan mental ini  disosialisasikan dengan tepat dan baik, akan menghasilkan generasi yang sehat mental," ujarnya.

Sumarni juga mengusulkan posyandu lansia (lanjut usia) perlu memperhatikan kondisi psikologis orang tua yang sakit. Pasalnya kasus bunuh diri juga banyak terjadi pada orang tua berusia 75 tahun ke atas yang mengalami sakit kronis.  Kepada lansia yang sakit, kata dia, perlu diberikan rasa nyaman dan pemahaman untuk menerima sakit dengan ikhlas.hlt/ana

Berita Terbaru

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.com : Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juara Thailand Open 2026! Leo/Daniel mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung,…

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember kembali melaksanakan kegiatan rutin Olahraga Sore Bersama (OSMA) yang digelar di Jember Sport Garden, Rabu…

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

surabayapagi.com :  Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jember sukses menyedot perhatian puluhan ribu warga. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa gelaran …

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp…

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 12-13 Mei 2026 lalu. Ia menjadi…

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Dalam OC Index 2025, Indonesia menempati peringkat 19 penegakan hukum terburuk di Asia dengan skor 4,0. Indonesia kalah jauh dari Thailand…