Heboh Orang Tua Bawa Balita 2 Tahun Naik Puncak Gunung Kerinci, APGI: Jangan Paksakan Ego

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar orang tua bawa balita berusia 2 tahun naik ke puncak  ke puncak Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Sumatra Barat. SP/ SBY
Tangkapan layar orang tua bawa balita berusia 2 tahun naik ke puncak ke puncak Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Sumatra Barat. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Media sosial sempat dihebohkan dengan adanya sepasang suami-istri yang membawa anaknya berusia 2 tahun mendaki menuju puncak Gunung Kerinci. 

Orang tua yang dimaksud diketahui bernama Rudy. Dirinya mengunggah beberapa video melalui akun Instagram @rudyksty yang memperlihatkan bagaimana ia menempuh perjalanan menanjak sampai ke puncak Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Sumatra Barat, dengan membawa balita.

"Alhamdulillah masih diijinkan Allah nanjak sampai ke puncak tertinggi Sumatra. Gunung Kerinci. Perjalanan baby Anna tiga hari dua malam ditemani Om Sigit, Om Alif, dan Om Sandi…,” begitu unggahan Rudi, Jumat (22/09/2023).

Dalam beberapa unggahan Rudy, terlihat ia membawa Anna naik gunung menggunakan tempat khusus, yang disandang dengan punggungnya Anna pun terlihat enjoy selama perjalanan.

Aksi keduanya pun menuai pro dan kontra dari beberapa pihak. Salah satunya, Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, Rahman Mukhlis, mengatakan bahwa hal itu sangat tidak direkomendasikan. 

"Untuk anak-anak itu ada batasnya. Sebagian besar kalau wisata gunung itu rata-rata aturannya minimal 10 tahun. Dan yang dilakukan di Kerinci itu kurang tepat, ya, menurut saya pribadi dan teman-teman,” jelasnya, Jumat (22/09/2023).

Menurutnya, selain membahayakan, ada batas usia untuk melakukan pendakian gunung

“Kenapa? Dia itu, kan, usianya masih 2 tahun, kemudian dibawanya ke Gunung Kerinci yang bisa dibilang ekstrem, tingginya 3.800 mdpl, itu kurang tepat," ujar Rahman.

Lebih lanjut, Rahman mengimbau para orang tua untuk tidak mengorbankan keselamatan anak mereka, hanya demi memaksakan ego semata.

"Jangan paksakan ego. Itu kan ego bapak ibunya, ya, 'saya bisa bawa ke sini'. Kasihan dianya dipaksain, bahaya nanti kalau orang-orang pada ikutan, kan risiko," imbuhnya.

Tak hanya itu, ada bahaya yang mengintai bagi para orang tua yang mengajak anak mereka mendaki gunung. Salah satu bahaya yang mengintai, seperti mountain sickness atau penyakit ketinggian hingga hipotermia.

"Itu sangat bahaya sekali, bisa sesak napas, juga kedingingan. Hipotermia itu macam-macam bahaya yang bisa terjadi, ya, memang ada batasnya," pungkasnya.

Sementara itu, dibanding pro, banyak warganet yang juga kontra terkait aksi kedua orang tua tersebut lantaran membawa balita naik gunung. 

Menanggapi kontra dari beberapa pihak, sang ayah dari anak balita tersebut, Rudy pun tak ambil pusing dan mengaku tidak memaksakan diri untuk sampai di puncak dengan sang anak. 

Pasalnya, keselamatan adalah hal yang utama untuk keluarganya dan pulang dengan selamat adalah prioritasnya.

"Haloo semua.…. saya bapaknya Baby Anna. Kalo ketemu di gunung 95% pasti mendukung. Kalo ketemu di sosmed 95% menghujat. Tidak apa2, bebas,” terang Rudy.

"Yang jelas kami tidak memaksakan sampai di puncak, safety bagi kami tetap yang utama. Dan kembali sampai di rumah dengan selamat adalah prioritas utama," sambungnya. sb-01/dsy

Berita Terbaru

Kasus Dugaan Penggelapan Rp 28 Miliar, Kuasa Hukum Rahmat Muhajirin Ungkap Perkembangan di Bareskrim dan Polda Jatim

Kasus Dugaan Penggelapan Rp 28 Miliar, Kuasa Hukum Rahmat Muhajirin Ungkap Perkembangan di Bareskrim dan Polda Jatim

Minggu, 12 Apr 2026 17:29 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Perkembangan laporan dugaan tindak pidana penggelapan dan laporan palsu yang dilaporkan pihak Subandi terhadap kliennya, terus…

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna  dengan agenda Penetapan Program Pembentukan P…

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut  UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Sebanyak 189 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Jawa Timur telah mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) t…

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mematangkan pembinaan atlet menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur…

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melelang sebanyak…

Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang

Bangunan SPPG di Bojonegoro Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu, 12 Apr 2026 14:45 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Hujan deras yang disertai angin kencang baru saja mengakibatkan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mlideg,…